
Di kediaman Mrs Erlita yang berada di kota Paris, suasana menjadi hening seketika di sebabkan mati lampu.
Di saat itu, para tamu yang berada di dalam mansion megah sedang mengambil Hpnya masing-masing lalu menyinari ruangan itu.
Sontak mereka terkejut hebat melihat beberapa CEO tergeletak tak sadarkan diri di lantai marmer ruangan itu.
"Ada apa dengan mereka,!" kata salah satu CEO.
"Aku juga nggak ngerti apa yang sedang terjadi," kata seorang CEO yang berbeda.
Di saat yang sama, Mr David sedang sibuk memperhatikan area di sekelilingnya sejenak.
"Sepertinya kejadian ini tak beres,!" ucapnya dalam hati, di kemudian memberi isyarat ke pada anak buahnya dengan maksud memeriksa bagian luar mansion itu tanpa berkata-kata sedikit pun.
Di saat itu, Mrs Bagas Erlangga kemudian bergabung dengan Istrinya dan Ayahnya serta keponakanya yang sedang bersama dengan Violet.
"Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu jika di lihat dari raut wajahmu, Pa,!? kata Mrs Kazumi.
Mr Erlangga kemudian memalingkan wajahnya ke arah putranya lalu berkata.
"Ada apa denganmu,!? apa sesuatu sedang terjadi,!?"
__ADS_1
Mr Bagas Erlangga kemudian menatap Istrinya dan Ayahnya secara bergantian, dia terdiam sejenak. Di saat itu, Fany lalu masuk ke dalam percakapan secara tiba-tiba.
"Kakek,! Paman dan Tante,! aku ingin menuju keteman baruku bersama Violet.
"Pergilah,! kata Mr Erlangga dan Mrs Kasumi sedangkan Mr Bagas Erlangga hanya mengangguk menandakan setuju.
Setelah Fany dan Violet meninggalkan tempat itu dengan maksud bergabung bersama Albert, Irma dan Resky yang juga berada di ruangan yang sama. Mr Bagas Erlangga kenudian berkata.
"Saham kita anjlok drastis, Mr David menguasai seluruh perusahaan cabang."
"Apaa,!!" kata Mrs Kazumi yang sedang terkejut mendengarkan perkataan suaminya.
Di saat yang sama, Mr Arashavin yang sedang berada bersama keluarganya di dampingi oleh Marcela, mereka lalu berjalan menuju ke arah Mr Erlita yang sedang bersama dengan Mr Ramadhan dan Mrs Erika di antara para CEO yang berkumpul di tempat kejadian di mana beberapa CEO yang tergeletak tak sadarkan diri. Setelah mereka tiba, mereka kemudian berdialog
"Siapa yang melakukan hal ini,!" kata Mr Arashavin.
"Menurut anda siapa,!?" kata Mr Ramadhan sambil menatap Mr Arashavin.
"Apa kamu mencurigai aku yang melakukan ini,?" dia menatap Mr Ramadhan.
"Aku tak tahu, bisa jadi ini sebagian rencana anda atau bisa jadi ini bagian dari skema taktik dari David dan bisa jadi Mr Bagas Erlangga terlibat juga," kata Mr Ramadhan.
__ADS_1
Di saat mereka saling menatap tanpa berkedip sedikit pun dengan wajah yang terlihat sedikit kesal, Mr Freiza Crow Sixt kemudian menghampiri Mr Arashavin. Di saat itu, king memperhatikan pria paruh baya yang sedang menghampiri Ayahnya, begitu pun dengan Irina.
"Jadi ini Ayahnya Farhan, aku baru pertama kali melihatnya," ucapnya dalam hati, dia menatap sejenak Freiza Crow Sixt kemudian menatap Irina lalu berkata.
"Itu kan Ayah tunanganmu."
"Berisik,! diam,! nggak usah cerewet,!" kata Irina sambil menatap King.
"Aku yakin, kamu akan menyukai Farhan Crow Seven, bahkan aku menduga bahwa kamu akan tergila-gila padanya suatu hari nanti,!" dia menatap Irina sambil tersenyum kecil.
"Itu nggak akan terjadi,! jika itu terjadi. Maka aku akan bunuh diri."
Di saat percakapan mereka sedang berlangsung, lampu kemudian menyalah seperti sebelumnya dan di saat itu juga, Indra melangkahkan kakinya menuju ke arah Mrs Erlita. setelah ia tiba di samping Ibu dari Raisa, dia lalu berkata.
"Di mana Raisa, Tante,!"
Mrs Erlita menoleh ke arah sumber suara, dia menatap Indra kemudian berkata.
"Bukankah dia bersamamu,!"
"Aku kira dia menghampiri, Tante.!"
__ADS_1