LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 147 : Pembicaraan Penting


__ADS_3

Irma, Resky, Violet, fany, Arya dan Albert yang sedang memandang Marcela setelah dia mengatakan apa yang ada di dalam pikiranya.


"Mengapa kalian menatapku secara bersamaan, apa ada sesuatu di wajahku atau ada perkataanku yang salah,!?" kata Marcela sambil menyentuh pipi kiri dan kanannya.


"Nggak ada sesuatu di wajahmu. Tapi perkataanmu yang membuat kami menatapmu, ucapanmu ada benarnya, di mana Seven saat ini yah,!? dari tadi batang hidungnya belum kelihatan juga," kata Irma kemudian memalingkan wajahnya ke arah Albert selanjutnya melanjutkan perkataanya.


"Kamu kan sahabatnya, pasti kamu tau di mana Seven berada, katakan,!! cepat,!! nggak usah neko-neko atau banyak alasan," bentak Irma.


Di saat itu, kumpulan gadis-gadis cantik itu kemudian serentak memalingkan wajahnya ke arah Albert termasuk Arya yang juga ikut menunggu jawaban Albert.


"Mana aku tau kemana Farhan, jika kalian nggak percaya denganku, sebaiknya kamu hubungi ajah Farhan, susah amat," kata Albert, dia terdiam sambil berpikir.


"Nggak mungkin kamu dapat menelphone Farhan, saat ini dia sudah di atas pesawat," kata Albert dalam hati sambil memperhatikan Irma yang sedang mengambil Hp miliknya dari tasnya.


"Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan," suara operator seluler.

__ADS_1


"Ya ampun.... !! Hp milik Farhan nggak aktif di saat seperti ini, kemana sih dia," kata Irma yang terlihat kebingungan.


Di tempat yang lain, Indra sedang duduk di anak tangga mansion, dia lalu melonggarkan dasi yang ia kenakan selanjutnya ia memperhatikan Irma dari jarak yang tak terlalu jauh darinya.


"Sepertinya Irma tak mengetahui apa pun tentang Raisa di lihat dari tingkahnya yang kebingungan. Tunggu,!! di mana Farhan Crow Seven saat ini, ahh... dia tak penting untuk saat ini, lagian dia hanya pion catur walaupun dia cukup berbahaya berdasarkan informasi joker yang di sampaikan kepadaku. Lagi pula, dia tak ada kaitanya dengan urusanku dengan Raisa, dia hanya teman Raisa," kata Indra dalam hati.


Di tempat yang lain, Mrs Erika sedang melihat David, wanita paruh baya itu lalu kemudian menepuk pundak suaminya dengan lembut. Di saat itu pula, Mr Ramadhan memalingkan wajahnya ke arah Istrinya pada saat dia sedang berdialog dengan Mr Arashavin dan juga Mrs Erlita.


"Ada apa, Ma,!? kata Mr Ramadhan.


"Okey.! Tapi ingat,! jangan sampai kamu terhasut oleh David," bisik Mr Ramadhan ketelinga Istrinya.


Mrs Erika hanya menjawab dengan anggukan. Setelah itu, dia lalu melangkahkan kakinya ke arah Mr David yang duduk seorang diri sedangkan Mr Ramadhan kembali berdialog dengan Mr Arashavin yang sedang bersiap untuk meninggalkan mansion itu bersama rombonganya.


Tak butuh waktu yang lama, Mrs Erika kini berada di samping David

__ADS_1


"David,!! ikut denganku sekarang,! aku ingin berbicara empat mata denganmu.


Mr David kemudian memalingkan wajahnya ke arah sumber suara.


"Rupanya kamu, Erika," kata Mr David selanjutnya ia berdiri dari tempat duduknya dengan maksud mengikuti Mrs Erika yang berjalan menuju ke suatu tempat.


Mrs Erika kemudian berhenti di balik tembok besar mansion itu, dia lalu membalikkan tubuhnya


"Apa maksudmu dengan mengirim Indra ke indonesia, apa kamu ingin melihat kedua putraku saling menyakiti satu sama lain dan bisa jadi salah satunya akan saling membunuh di kemudian hari tanpa saling menyadari jika mereka bersaudara, aku rasa kamu telah merusak pikiran Indra dengan dendam masa lalu, Mr David yang terhormat,!! hentikan ide gila yang ada di kepalamu saat ini, biarkan yang lalu menjadi pelajaran berharga, aku mohon kepadamu, Mr David yang terhormat," kata Mrs Erika yang sedang berbicara dengan meluap-luap.


Mr David hanya tertawa setelah mendengarkan perkataan Mrs Erika, dia kemudian menghentikan tawanya, dia lalu berkata.


"Indra yang memilih jalanya sendiri, dia telah banyak mengalami penderitaan di saat kami mengalami masa sulit, dia bahkan perna mengemis di jalanan hanya untuk mendapatkan uang receh untuk mengisih perutnya, ini salah Mr ramadhan yang telah ikut andil meruntuhkan kerajaan bisnis nomor satu milik Ayahku di masa lalu, mengapa kamu menyalahkanku, aku berhak mendapatkan kembali kejayaan Ayahku, aku telah bersumpah di kuburanya jika aku akan mengambil kembali apa yang telah hilang. Dan yang terakhir untukmu Mrs Erika yang terhormat, suamimu salah satu penyebab Ayah dan Ibuku sekaligus kakek dan Nenek Indra tewas," kata Mr David kemudian membalikkan tubuhnya selanjutnya melangkahkan kakinya meninggalkan Mrs Erika dengan maksud kembali ke tempat sebelumnya.


Mrs Erika terdiam membisu mendengarkan perkataan Mr David sambil memandang punggung pria itu yang perna menjadi bagian dari perjalanan cintanya.

__ADS_1


__ADS_2