
Setelah Arya memaparkan tentang proyek tersebut lalu Arya meminta agar para pemegam saham berani untuk berinvestor agar dapat merealisasikan program kerja yang telah di jelaskan sebelumnya.
"Bagaimana Tuan dan Nona sekalian ! Apa ingin ambil bagian dalam proyek ini ?" Tanya Arya.
"Aku tidak akan terlibat tuan Arya... !" Jawab Indra.
"Aku ikut Tuan Arya... ! Dan perusahaanku berinvestasi 50% untuk proyek tersebut.!" Ucap Renata
Sontak para pemegam saham terkejut dengan pengakuan Renata bahkan Indra tidak menduga hall tersebut.
"Wanita ini sungguh berani.!" Gumam indra.
"Apakah kalian meragukan kualitas putraku "? Ucap Pak Ramadhan sambil menatap tajam ke arah para pemegang saham.
Kemudian para pemegang sahan akhirnya memilih untuk ambil andil dalam proyek tersebut.
"Baiklah Tuan-tuan Sekalian ! kita akan mengambil 50% untuk perusahaan kita dan 15% dari 50% Sumber dananya, aku sendiri yang menanggung. Sisahnya aku serahkan kepada tuan-tuan sekalian. dengan ini rapat kita tutup.!" Ucap Arya .
"Kalau begitu, aku akan kembali ke perusahaanku, Tuan Arya.!" Ucap Renata.
"Terimah kasih banyak Nona Renata atas kerja samanya.!" Jawab Arya
"Aku minta maaf Tuan Arya karena tidak ikut ambil bagian ! Kalau begitu aku permisi dulu Ucap Indra.
"Tidak jadi masalah Tuan Indra ! Terimah kasih banyak atas kehadiranya." Ucap Arya
Renatapun meninggalkan perusahaan Arya.di susul indra yang juga meninggalkan perusahaan itu dengan wajah sedikit masam. Renata melihat indra yang berwajah masam dan sempat juga ia memperhatikan gerak-gerik Indra di dalam ruangan Rapat dengan wajah yang sama.
"Ada yang tidak beres dengan pria ini, sepertinya dia tidak senang akan sesuatu, sebaiknya aku menyelidiki oran ini" Ucap Renata dalam hati yang merasa curiga sambil melangkahkan kakinya menuju ke mobil.
"Ayah sebaiknya kita ke ruanganku untuk berdiskusi.!" Ucap Arya
"Baiklah Nak.!" Jawab Pak Ramadhan.
Para pegemegam saham yang lain lalu undur diri dan segerah meninggalkan perusahaan itu.
...****************...
Raisa dan Irma sedang berjalan menuju ke prodi jurusan mereka untuk mencari informasi wisuda.Mereka lalu menuju ke papan pengumuman.
"Kita wisuda 4 hari lagi Ra... !" Ucap Irma
"Iya..! Terus, kita baiknya kemana nih.?"
"Coba kamu hubungi Farhan, Ra.!"
"Untuk apa kita hubungi dia Irma.. !?"
"Untuk membahas pencarian orang hilang ! lo lupa kalau kita sudah berjanji sama pak harto dan ibu Dwi."
"Ya ampun ! Aku tidak memikirkan hal itu, baiklah !"
"Krink... ! Krink... ! Krink... !"
"Ada apa Raisa... !" Kata Farhan.
"Kamu dimana... ?"
"Di kampus.!"
__ADS_1
"Aku tunggu di kantin kampus. Sekarang... !"
"Tut... ! Tut... ! Tut... !"
"Dari siapa.?" Tanya Albert
"Dari Raisa... ! Dia sedang menunggu di kantin kampus.!" Jawab Farhan
Farhan dan Albert lalu menuju ke kantin kampus. Setelah beberapa waktu, Merekapun tiba di kantin kampus lalu duduk berhadapan dengan Raisa dan Irma.
"Aku rasa, kita harus membuat brosur untuk orang hilang... !" Kata Farhan.
"Aku setuju dengan ide kamu... !" Jawab Irma.
"Aku rasa itu pilihan bagus.!" Ucap Raisa.
"Kalau begitu, kita membuatnya di mana... ?" Ucap Albert.
"Kita ke mansionku, sekarang ! Lebih cepat lebih bagus.!" Ucap Raisa
"Sepakat... !" Ucap Irma, Farhan dan Albert secara bersamaan.
Kemudian mereka bertiga meninggalkan kampus tersebut menuju ke mansion Raisa.
...****************...
Di sebuah villa seorang anak laki-laki sedang duduk di kursi dengan menggunakan handuk di dekat kolam renang sedang memikirkan sesuatu.
"Entah kenapa wajah Renata yang terlintas pada gadis itu membuatku menciumnya begitu saja." Ucap Rian dalam hati merasa bersalah.
Di dalam kamar villa ! Seorang gadis remaja tersenyum kecil menandakan ia sangat bahagia.
"Ekh...!! Kak Rian nggak membawa baju ganti rupanya. kalau begitu aku akan pesankan pakaian online 1 set dengan dalaman di toko terdekat di daerah ini agar cepat sampainya." Ucap Resky dalam hati.
Setelah Resky memakai pakaian dan celana jeannya kenudian ia mengambil Hp untuk memesan 1 setpakaian Pria.
Rian kemudian berdiri dan berjalan menuju ke kamar tempat di mana sebelumnya ia di rawat.
"Mampus aku ! Nggak punya pakaian ganti. " Ucap Rian dalam hati sambil melangkahkan kakinya.
Resky yang telah selesai memesan online lalu berniat untuk menemui Rian. Kemudian merekapun bertemu.
"Kak... ! Aku sudah memesan 1 set baju ganti.!" Ucap Resky yang memandang Rian.
"Ya ampun tubuh kak Rian begitu menggoda.!" Ucap Resky dalam hati.
"Makasih banyak atas segalahnya, Aku sungguh berhutang budi." Ucap Rian.
"Iya kak ! mungkin cuman 15-20 menit pakainya sudah tiba. Kak.!" Ucap Resky.
"Kalau begitu ! Aku ke kamar dulu ya... ! Nggak masalahkan ? Sambil nunggu, soalnya aku kedinginan.!" Ucap Rian.
"Nggaj masalah kak ! Silahkan... !" Ucap Resky tersenyum kecil.
Beberapa waktu kemudian akhirnya pesanan onlinepun tiba.
"Tok... ! Tok... ! Tok... !"
"Ini pakaianya kak... !" Ucap Resky dari balik pintu.
__ADS_1
"Oh iya tunggu sebentar.!"
"Cklek... !" Suara pintu terbuka
"Aku berpakaian dulu yah.!"
"Okey kak... !"
Beberapa saat kemudian Rianpun keluar dari balik pintu. Resky yang melihat tampilan Rian membuatnya terpukau.
"Kak Rian Cakep " Ucap Resky spontan.
"Aku mau ngomong sesuatu.!"
"Ngomong aja kak ! tidak usah sungkan "! Jawab Resky
"Sebenarnya aku meninggalkan rumahku karena mencari sesuatu yang sangat penting dalam hidupku dan aku tidak akan kembali sampai aku menemukan apa yang aku cari " Ucap Rian.
"Bisa aku tau apa itu kak.!" Tanya Resky penasaran.
"Karena kamu sudah sangat baik dan sudah merawatku maka aku akan memberi tahumu. Aku mencari kedua orang tua kandungku." Ucap Rian.
Resky yang mendengar penjelasan Rian sangat terkejut.
"Jadi ternyata Ibu Dwi dan suaminya bukanlah orang tua kandung Kak Rian " Ucap Resky dalam hati
"Jadi kak ! Apa yang bisa aku lakukan untuk membantu.!"
"Rahasiakan jika kita perna bertemu sebab aku yakin orang-orang terdekatku sedang mencari tau di mana keberadaanku saat ini. di sisi lain aku tidak ingin melibatkan orang terdekatku untuk mencari kedua orang tuaku. " Ucap Rian.
"Kalau itu sih, bukan masalah besar kak !" Ucap Resky.
"Dan kemungkinan besar kita tidak akan bertemu dalam jangka waktu yang mungkin lama.!" Ucap Rian.
Resky yang mendengar pernyataan Rian seperti baru saja di sambar petir sebab hal ini tidak perna sedikitpun terlintas dalam benaknya , Orang yang ia cintai akan pergi meninggalkanya. tidak terasa air matanya menetes ke pipinya.
"Apa aku tidak berarti sedikitpun di mata kak Rian.!"
"Kamu sangat berarti bagiku akan tetapi aku tidak bisa melibatkanmu." Ucap Rian yang menyeka air mata Resky
"Bagaimana aku bisa tau keadaan kakak walapun kita tidak bertemu " Ucap Resky
"Aku akan menelponmu.!
"Benar kah.?" Tanya Resky
"Itu Benar dan jika kita berjodoh maka kita akan bertemu kembali.!" Ucap Rian
Resky lalu memeluk Rian dengan sangat erat sambil menangis.
"Bisa antar aku ke bandara ? Sebab aku ingin ke Rusia.!"
"Mengapa rusia kak.?"
"Karena pada tahun di mana aku di adopsi seseorang dari Rusia berkunjung pada saat yang sama dan aku sudah menyelidiki sedkit informasi sebelum aku jatuh sakit.!"
"Baiklak Kak ! Aku akan mengantar kakak ke bandara.!"
Tidak lama kemudian merekapun meninggalkan Villa tersebut menuju ke bandara.
__ADS_1