
Di perusahan PT GARUDA PERKASA seorang pemuda tampan sedang duduk di kursi kebesaranya sambil menyilangkan kedua kakinya dan jari-jari tangan kananya sedang memutar-mutar pulpen berwarna hitam sambil tersenyum dengan maksud tertentu.
"Rencana pertama : Aku akan kembali menyelidiki proyek pembangunan berniai kuadrilliun itu pada waktu malam hari dan aku juga akan membawa 2 orang pengawal yang bisa di percaya, sebaiknya aku menelpon Renata terlebih dahulu untuk memastikan apa dia sengaja mengirim orang-orangnya semalam " Ucap Arya dalam hati sambil mengambil Hp miliknya di atas meja kerjanya.
"Halo Nona Renata ! Aku ingin bertanya sesuatu ?" Tanya Arya
"Halo Tuan Arya ! Apa yang ingin kamu tanyakan !" Jawab Renata.
"Apa kamu mengirim beberapa orang untuk mengawasi proyek itu ?" Tanya Arya.
"Bukankah sebelumnya kita telah sepakat jika masalah proyek itu kamu yang akan menyelidikinya !" Jawab Renata.
"Aku hanya memastikan saja Nona Renata ! Semalam aku melihat beberapa orang berpakaian hitam di sana.!" Ucap Arya.
"Berarti kecurigaanku memang benar ! jika sudah seperti itu, sebaiknya kamu harus mencari tahu apa tujuanya dan siapa yang menyuruhnya Tuan Arya !" Jawab Renata.
"Aku juga berpikir seperti itu Nona Renata ! Apa kamu mendapatkan sesuatu di jepang ?" Tanya Arya.
"Aku belum mendapatkan apapun dan jika aku sudah menemukan informasi terkait problem yang kita hadapi maka aku akan menghubungimu Tuan Arya !" Jawab Renata.
"Baiklah kalau begitu !" Jawab Arya.
Setelah panggilan telephone tersebut berakhir, Arya kemudian berdiri dari tempat duduknya sambil melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu di dalam ruanganya.
"Rencana kedua opsi A : Aku akan menghubungi irma dan meminta bantuanya untuk mempertemukan aku dengan Raisa di pantai konoha " Ucap Arya dalam hati sambil tersenyum dengan maksud tertentu.
Pemuda tampan itu kemudian mengambil Hp miliknya dari saku celanya yang sebelumnya ia masukkan setelah menelphone Renata.
"Krink... ! Krink... ! Krink.. !" Bunyi Hp milik Irma
"Mengapa kak Arya menelphone aku ! Mungkin dia ingin mengetahui kabar Raisa dari aku,sebaiknya aku angkat saja tapi sebelum itu aku menjauh dari Raisa dan Marcela !" Ucap Irma dalam hati.
Wanita cantik itu kemudian melangkahkan kakinya.
"Siapa yang menelphone kamu Irma ?" Tanya Raisa.
"Seorang teman lama, aku kesana dulu yah ! Bentar aku kembali !" Jawab Irma.
"Nggak usah kemana-mana untuk mengangkat telphonnya !" Ucap Marcela.
"Cuman sebentar kok ! Lagian kalian berdua berisik, sebaiknya lanjutkan makanya dan pikirkan kemana kita selanjutnya !" Jawab Irma.
Setelah gadis itu menjauh dari mereka berdua kemudian Irma mengangkat telephone Arya.
__ADS_1
"Halo kak Arya ! Ada apa ?" Tanya Irma
"Aku mau minta bantuan sama kamu ! Boleh ngak ?" Tanya Arya
"Katakan saja apa yang kakak inginkan ! jika aku bisa maka aku akan membantu " Jawab Irma
"Bagaimana kabar Raisa ?"
"Tergantung sih kak ! Terkadang baik-baik saja dan terkadang terlihat begitu kacau.!"
"Aku ingin bertemu dengan Raisa dan tolong bantu aku !Bawa Raisa ke pantai konoha sore ini, buatlah alasan yang masuk akal agar dia mau ke tempat yang aku maksud, ingat ! Jangan beri tahu jika aku yang memintamu okey !"
"Akan aku usahakan kak ! Tapi aku tidak menjanjikan apapun.!"
"Please bantu aku Irma !"
"Aku akan membantu kakak semampuku.!"
"Thank you very much Irma ! Kita bertemu jam 16 : 30 Okey ?"
"Okey kak Arya !"
"Tut... ! Tut... ! Tut.. !!" Bunyi Hp milik Irma.
"Apa kalian mengingat perkataanku sebelumnya pada saat kita di mansion ? Aku ngak sempat menjelaskan apa rencanaku, sebab waktunya tidak tepat di lihat dari kondisi sepupuku, dan sekarang ! Kita sudah berkumpul, kondisi mental Raisa telah membaik, dia juga sudah membuat kepusan final, maka simak apa yang akan aku jelaskan !" Ucap Marcela.
Baru saja Marcela ingin melanjutkan ucapanya akan tetapi terhalang oleh perkataan Raisa.
"Tunggu dulu marcela ! Aku sedang makan, aku belum siap !" Jawab Raisa
"Habiskan makananmu dulu, tapi ngak buru-buru juga Raisa, kamu makan kok seperti mau ditinggal pesawat sih !" Jawab Irma.
"Sorry ! Aku lupa kalu kita sedang di restoran, kita selesaikan dulu makanya, kamu coba ini deh Raisa ?" Jawab Marcela lalu bertanya balik sambil mengarahkan tangan kananya dengan sunpit di jarinya berisikan makanan ke arah sepupunya itu.
"Waow ! Rasanya begitu enak Marcela, Thank you !" Jawab Raisa.
"Selamat makan siang wahai gadis-gadis cantik !" Ucap Irma tersenyum manis sambil mengàrakan tanganya ke mulut dengan sumpit berisikan makanan di jari-jari manisnya.
Setelah para gadis cantik itu menyelesaikan makan siangnya, mereka kemudian duduk dengan santai.
"Clink.!" Bunyi pesan Wa di Hp milik Raisa.
__ADS_1
Gadis cantik yang menggunakan topi lebar pantai itu sedang tersenyum kecil sambil membaca Wa tersebut
"Tumben Farhan mengirim pesan, pakai nama Seven segàla lagi ! Dasar cowok aneh yang nggak jelas !" Ucapnya sambil tersenyum manis dengan maksud tertentu.
"Kok kamu senyum-senyum sendiri sih ! Dari siapa ?" Tanya Irma kepo.
"Beritahu kita dong ?" Tanya Marcela ikutan kepo.
"Ada deh ! Mau tahu atau mau tahu banget ?" Tanya Raisa.
"Mau tahu banget Raisa ?" Jawab Irma dan Marcela secara bersamaan dengan wajah sangat kesal.
"Cuman Wa kiriman teman yang sedikit lucu !" Jawab Raisa.
"Oohhhh !" Ucap Marcela dan Irma secara bersamaan kemudian mereka saling memandang dan tertawa terbahak-bahak.
"Kalian berisik amat sih !" Jawab Raisa kesal.
"Okey guys ! Kita akan melanjutkan obrolan kita yang tadinya terputus, sepakat ?" Tanya Marcela.
"Okey..!" Jawab Irma dan Raisa secara bersamaan kemudian saling memandang dan tertawa terbahak-bahak.
"Ya ampun ! Kenapa hari ini terlalu banyak ucapan kita yang sama, serta bersamaan mengucapkanya sih ! Jangan-jangan nanti di kemudian hari kita akan menyukai pria yang sama.!" Ucap Marcela.
"Kalau ngomong, hati-hati marcela ! Bagaimana jika itu benar-benar terjadi, Kata orang ! Ucapan adalah doa." Jawab Irma.
"Kalian itu pada ngawur ! Mending kamu katakan cepat apa yang ingin kamu sampaikan Marcela !" Ucap Raisa
"Aku akan merayu Arya Ramadhan dan membuatnya jatuh cinta padaku, itu inti dari rencanaku !" Jawab Marcela.
Kedua wanita cantik itu kemudian terdiam membisu, kata-kata Marcela bagaikan sambaran petir di siang hari bagi Raisa, sedangkan Irma hanya bisa menatap wajah sahabatnya itu, sedari awal dia telah mengetahui rencana Marcela pada saat Raisa terkapar akibat mabuk berat di dalam mobil ferrari merah milik sababatnya itu.
"Bagaimana menurut kalian ?" Tanya Marcela.
"Jawabanku seperti apa yang aku katakan sebelumnya !" Jawab Irma.
"Dan bagaimana denganmu sepupu ? Yang aku lakukan hanya untuk membalas sakit hati yang kamu rasakan.!" Tanya Marcela.
"Apa tidak ada cara yang lain ? Bagaimana jika kamu jatuh cinta dengan kak Arya ?" Tanya Raisa yang bimbang.
"Jangan kawatir ! Aku profesional dalam hal ini, lagian aku sudah menyerahkan hatiku ke pada sosok pangeranku yang berada jauh dari negara ini.
"Terserah kamu saja ! Àku tidak ingin berurusan dengan kak Arya lagi dan aku sudah membuat keputusan penting dalam hidupku tentang dia.
__ADS_1