LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 152 : Penjelasan Seorang Ibu


__ADS_3

Mrs Erika mencoba memeluk putrinya tapi Resky mengelak dengan maksud menghindari Ibunya.


"Itu adalah kebenarannya. Sebenarnya hal ini tak ada kaitanya denganmu, aku belum menikahi Ayahmu pada saat aku mengandung Indra," kata Mr Erika.


"Hal ini berkaitan denganku dan dengan kak Arya, aku tak tau bagaimana respon kak Arya jika mengetahui hal ini. Tapi, yang aku tau saat ini bahwa masalah harus di ketahui oleh Ayah, aku ingin memberitahu kak Arya pada saat aku mengetahui kebenaran masa lalu Ibu. Tapi, aku tak melakukan hal itu, aku kwatir jika semakin membenani kak Arya di saat seperti ini," kata Resky.


Dia lalu memalingkan wajahnya ke arah Ibunya sanjutnya kembali berkata.


"Ceritakan padaku detailnya, Ibu,!? aku tak punya banyak waktu, malam ini aku berniat kembi ke London."


Mrs Erika hanya terdiam sambil memandang wajah putrinya seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Baikalah, aku tak punya piliham lain lagi. Dahulu aku dan david saling mencintai hingga suatu ketika aku di haruskan bertunangan dengan Ayahmu yang merupakan rival bisnis Ayahku dengan tujuan untuk menghancurkan Ramadhan. Setelah aku bertunangan dengan Ramadhan di hari itu, aku menemui David yang juga merupakan rival bisnis Ramadhan dan setelah aku menikah dengan Ayahmu, aku hamil dan aku teringat tentang pertemuan terakhirku dengan David. sampai di sini aku rasa kamu sudah memahaminya."


Resky terdiam sesaat setelah Ibunya menceritakan detail dari masa lalunya.


"Jadi Ibu menikah dengan Ayah di sebabkan oleh faktor bisnis dan bukan karena Ibu mencintai Ayah,!?" kata Resky dengan sangat serius.


"Itu benar. Tapi, aku tersadar setelah aku menjalani rumah tanggaku dengan Ramadhan, Ayahmu pria yang sangat baik walaupun pada awalnya aku nggak menyukainya tapi pada akhirnya aku memilih Ayahmu, dia tak perna tau jika aku perna bersama dengan David dan dia nggak perna tau jika aku hamil setelah kami menikah sebab aku pergi ke belanda selama satu tahun setelah kami menikah dengan berbagai macam alasan, Ramadhan tak bisa menekanku karena ia tahu jika aku tak mencintainya dan ia tau benar jika pernikahanku dengannya hanya sebagai alat bisnis."


"Jadi kak Indra lahir di belanda, apa kak Indra tau jika Ibu adalah Ibu kandungnya.!?"

__ADS_1


"Aku nggak tahu tentang itu, sepertinya David tak memberi tahunya, yang perlu kamu ketahui saat ini yaitu David mengirim Indra untuk menghancurkan keluarga kita di sebabkan dendam masa lalunya, yang aku khawatirkian adalah jika Arya dan Indra saling menyakiti, aku akan membicarakannya nanti dengan Ayahmu jika waktunya telah tepat tentang apa yang aku sembunyikan, kamu harus mencegah bentrok antara Arya dan Indra, aku mohon padamu, Nak," kata Mrs Erika dengan sangat serius.


"Yang jelasnya aku sudah memastikan kebenarannya malam ini, walaupun Ibu tak memohon padaku, aku tetap akan bertindak, semoga saja segalah sesuatunya belum terlambat."


"Yang aku tau saat ini bahwa Arya berurusan dengan Indra dalam hal bisnis."


Di saat itu Resky teringat sesuatu setelah mendengarkan perkataan Ibunya.


"Ya ampun... !! Jangan-jangan kekacauan proyek yang bernilai 63 kuadrilliun itu di sebabkan oleh Kak Indra sehingga kak Arya ngamuk di apartemenku sampai-sampai kak Arya jatuh pingsan di sebabkan depresi berat."


"Apa... !! Aku nggak menduga jika hal ini mengganggu kondisi kejiwaan Arya," kata Mrs Erika.


Dia tertunduk tak berdaya kemudian kembali berkata.


"Aku mengerti, Setelah aku tiba di London aku akan meminta bantuan kepada kak Seven untuk membantuku, dia juga yang telah membantuku menyelidiki masa lalu Ibu hingga kebenaran muncul di permukaan."


"Siapa pria itu, apa Ibu mengenalnya,!?" kata Mrs Erika dengan serius.


"Ibu nggak mengenalnya. Tapi pada saat acara pertunangan Kak Arya dan Kak Raisa dia hadir di mansion dan pada saat di rumah sakit Rs Thomast di london dia juga berada pada saat kita berkumpul. Di saat itu, dia memakai wig emas, nama lengkapnya adalah Farhan Crow Seven, dia adalah teman kampus kak Raisa."


"Farhan Crow Seven, jadi pria yang aku lihat waktu itu di rumah sakit adalah dia, sepertinya nama pemuda ini tak asing bagiku," kata Mrs Erika dalam hati, dia lalu berkata.

__ADS_1


"Mengapa kamu begitu terburu-buru ingin kembali ke London, besok saja, Nak?"


"Aku punya urusan penting, nggak bisa, Mom.! Sebaiknya kita sudahi dulu diskusi ini, Bu.! Aku ingin berangkat secepatnya, aku akan bersama kak Albert yang merupakan sahabat kak Seven ke kota London, sebaiknya Ibu secepatnya memberi tahu Ayah."


"Baiklah kalau begitu, aku tak bisa menghalangimu atau menghentikanmu saat ini, kabari Ibu jika kamu telah tiba, masalah Ayahmu sekarang adalah urusanku, kamu nggak usah mikirkan hal itu, pikirkan saja bagaimana cara agar Arya dan Indra tak saling melukai."


"Aku mengerti, Ibu.! Aku pergi dulu," kata Resky kemudian membalikkan tubuhnya.


"Tunggu, apa kamu nggak ingin memeluk Ibu.?"


Resky kemudian kembali membalikkan tubuhnya selanjutnya berjalan kearah Ibunya dan akhirnya Ibu dan anak itu saling berpelukan tanpa berkata-kata lagi.


Resky melepas pelukannya, dia berkata.


"Aku pergi dulu, Bu,!" kata gadis cantik itu sambil tersenyum kecil.


Resky kembali membalikkan tubuhnya selanjutnya melangkahkan kakinya menuju ke arah Albert yang saat ini sedang bersama dengan Arya dan di saat itu juga, Marcela baru saja tiba lalu duduk di kursi bersampingan dengan Arya.


Di saat itu juga, Mrs Erika menatap punggung putrinya yang berjalan menjauh dari pandangan matannya.


"Aku serahkan padamu."

__ADS_1


Begitulah kata yang terlintas dalam benak Mrs Erika tanpa ia ucapkan.


__ADS_2