LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 71 : Di Hari Itu


__ADS_3

Rian yang mendengarkan cerita Irina lalu bertanya sehingga cerita gadis itu terhenti.



"Mengapa bisa Nona Irina tau jika mereka sudah membuat Nona bertunangan paksa dan akan di nikahkan secara paksa sedangkan Nona tidak berada di ruang tamu itu ?"


"Makanya, jangan di potong-potong cerita aku ! Dengarkan sampai tuntas. Okey... ?"


"Maaf Nona Irina ! Okey... ! Okey... ! Aku akan menyimak cerita Nona sampai selesai.!" Rian lalu menggaruk kepala


irina kemudian kembali bercerita.


...FLASH BACK ON...


Irina yang berada di dalam kamarnya telah berganti pakaian sambil berpikir.


"Aku rasa, mereka nggak membahas bisnis, ngapain ibu memperkenalkan aku dengan sahabat Ayah... ! Ini sangat aneh dan tidak logis. Sebaiknya aku memeriksa CCTV sebelum di hapus... !" Gumamnya.


Dia lalu berjalan cepat keluar dari kamarnya menuju ke ruangan operator keamanan mansion keluarganya.


Pada saat gadis cantik itu tiba di pintu ruagan operator CCTV, dia di hadang oleh dua orang bodyguard.


"Maaf Nona Muda ! Anda tidak boleh memasuki ruangan ini, Nona.!" Kata Bodyguard 1


"Betul yang di katakan teman saya Nona Muda...!" Kata bodyguard 2


"Minggir... ! Atau, aku adukan kalian berdua ke pada Ayahku... ! Apa kalian mengerti... !?"

__ADS_1


Kedua bodyguard itu saling memandang kemudian mereka mengangguk.


"Aku rasa, kalian sudah mengerti. Jadi, buka pintunya, cepat... ?"


Kedua bodyguar itu lalu membuka pintu itu.


Irina kemudian melangkahkan kakinya ke dalam ruangan itu menemui operator CCTV.



"Aku mau lihat video di ruang tamu sebelum aku tiba di ruang tamu 17 menit yang lalu. Cepat... !!"


"Baik Nona Irina.!" Jawab operator CCTV itu.


Gadis cantik itu memperhatikan layar komputer itu dengan serius hingga dia mendapatkan dan mendengarkan percakapan Ibunya dan Mr Freiza Crow Six mengenai dirinya.


Irina kemudian membalikkan tubuhnya sambil berjalan keluar dari ruangan itu dengan wajah yang mengkerut menandakan bahwa ia sangat marah.


"Irina... ! Kamu mau ke mana, Nak... ?"


Dia tidak mempedulikan suara ibunya dan terus melangkah keluar dari mansionya.


"Di saat seperti ini, supir itu kemana sih... ! Arg... ! Bikin tamba kesal ajah... !!" Gumamnya.


Irina kemudian berjalan menuju ke gerbang mansion dengan niat mencari taxi.


Setelah dia tiba, gadis itu lalu menghampiri pos keamanan di samping gerbang.

__ADS_1


"Buka gerbangnya, cepat... !" perintah irina ke pada bodyguard penjaga pos itu.


"Baik Nona... ! Tapi, mengapa anda tidak menggunakan kendaraan... ?"


"Itu bukan urusanmu... ! Jadi, jangan banyak tanya... ! Kau membuatku makin bertambah kesal... !"


"Maaf Nona Muda... !" Jawab bodyguard itu sambil membuka gerbang dengan menekan tombol pembuka gerbang.


Gadis cantik itu lalu bergegas keluar dari gerbang mansion keluarga besarnya sambil memesan taxi online.


Beberapa waktu kemudian taxi pun tiba, pada saat irina melangkahkan kakinya menuju ke dalam taxi itu, tiba-tiba saja hujan deras turun.


"Lengkap sudah penderitaanku..!" Gumamnya sambil berjalan masuk ke dalam taxi itu.



...FLASH BACK OFF...


"Begitu kisahnya hingga akhirnya kita bertemu di taman kampusku.!" Dia lalu memalingkan pandanganya ke arah Rian.


"Jadi begitu !" Jawab Rian sambil memikirkan sesuatu.


"Crow... ! Crow... ! Kok pria paruh baya yang di ceritakan gadis ini mirip dengan nama Farhan yah... ! Jangan-jangan itu nama Ayah Farhan... !"


"Kamu kenapa sih ? Kok melamun.!"


"Aku hanya teringat dengan sahabatku di indonesia, mungkin saat ini dia sudah kuliah di london."

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, aku harus bagaimana... ?"


Irina lalu memalingkan wajahnya ke arah Rian dengan pandangan sangat serius.


__ADS_2