
Di dalam sebuah apartemen lebih tepatnya di dalam kamar, tiga orang gadis cantik sedang berbaring. Irma yang sedari tadi membawa remote lalu menyalakan Tv.
"Berita terbaru pagi ini, seorang CEO pemuda ternama terlibat scandal mesum dengan rekan bisnisnya sesama CEO, putra dari Mr Ramadhan yang bernama lengkap Arya Ramdhan dengan Renata Dian Lestari." Kata presenter saluran Tv itu.
Sontak membuat ketiga wanita cantik itu terbangun dari pembaringanya kemudian mereka menatap layar Tv itu dengan sangat serius.
"Astaga, kok bisa viral gini sih,!! sepertinya seseorang dengan sengaja melakukan hal ini,!!" Kata Irma yang sedang berpikir keras.
"Aku juga berpikir seperti itu," dia menatap Irma,"tumben otakmu encer.!" kata Raisa
"Emang otak aku itu encer, kamu ajah yang nggak nyadar,!" kata Irma sambil memalingkan sejenak wajahnya ke arah Raisa.
"Apa ini yang menjadi penyebab putusnya Raisa dan Arya,!?" ucap Marcela menatap Irma.
"Iya.... !! Bahkan, sampai saat ini Raisa masih menyimpan video itu,!" dia memalingkan wajahnya ke arah sahabatnya itu,"Iyakan, Ra.!"
"Nggak,!! aku sudah menghapusnya,! sebaiknya kita tidur, aku nggantuk, aku mau kembali kerumah sakit untuk mengurus persiapan pemakaman ayahku setelah beristirahat sejenak.
"Iya deh,!! kata Irma.
"Okey, sepupu,!" kata Marcela.
Merekepun kemudian tertidur, baru saja mereka memejamkan matanya selama 15 menit, suara bell apartement terdengar begitu keras seperti bunyi sirene ambulance.
__ADS_1
"Wiuk... ! Wiuk...! Wiuk... !"
Ketiga gadis cantik itu sontak terbangun dari tidur mereka di sebabkan terkejut hebat, rasa ngantuk dan lelah hilang seketika.
"Arg... ! Suara bell apartemen ini kayak mobil pembawa keranda mayat ajah, berisik amat lagi,!!! Siapa sih,!!!! dia lalu berteriak."Farhan.... !! Albert... !!" Ada tamu tuh.!!!"
Raisa dan Marcela memperhatikan Irma yang sedang bergegas keluar dari kamar itu.
"Ceklek.!" Bunyi pintu terbuka lebar.
Irma berjalan keluar dari kamar menuju ke pintu utama apartemen milik Seven.
"Mereka ke mana sih,!!! Irma kembali meninggikan suaranya, Farhan.... !!! Albert... !! Kalian di mana..... !!? Ada tamu tuh,!!! di melihat dua orang wanita cantik dari layar monitor yang berada di dekat pintu itu.
"Ceklek.!" Bunyi pintu terbuka lebar
Kedua wanita cantik berada di hadapan Irma.
"Mana Albert,?"
"Nggak tau kemana,!" jawab Irma.
"Aku adiknya Albert,!" di memalingkan wajahnya ke samping."Dan ini temanku Fany,!!"
__ADS_1
"Jadi kamu Violet,!! dia menjulurkan tanganya ke depan."Kenalkan, aku Irma teman kakak kamu,!!" di tersenyum manis,"Masuk dulu, mungkin sebentar lagi Albert kembali.!"
Violet menyambut uluran tangan Irma lalu berkata :"Thank you so much,!!" dia tersenyum manis, dia kemudian melepaskan tanganya lalu berjalan masuk bersama dengan Fany menuju ke kursi sofa.
"Raisa.... !! Marcela.... !! Kalian berdua kesini dulu deh, ada tamu, cepat, nggak pakai lama,!!" teriak Irma.
Violet dan Fany sontak terkejut mendengarkan salah satu nama yang baru saja di sebutkan oleh Irma.
"Marcela.... !"Kata Violet dan Fany secara bersamaan, mereka lalu saling menatap.
Risa dan Marcela baru saja keluar dari kamar di mana sebelumnya mereka tertidur sejenak.
"Violet, Fany,!!!! aku tak menyangka jika kita akan bertemu di tempat ini, ini kejutan besar,!!! terakhir kali kita berdua bertemu di pesta ulang tahun teman kita bersama dengan Irina.
"Hay Marcela, ini kejutan yang luar biasa,!" kata Violet sambil berjalan menuju ke arah Marcela.
"Hay Marcela, ini bukan kejutan biasa, tapi kejutan luar biasa,!! kata Fany sambil berjalan menuju ke arah Marcela.
Setelah mereka puas berpelukan kemudian violet menatap Marcela.
"Kamu makin cantik ajah.!! Ngomon-ngomong, apa si gadis arrogant itu ikut bersamamu,!! kata Violet
"Jangan harap jika Irina Arashavin akan ikut,!!" kata Marcela.
__ADS_1