LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 85 : Princes Blade


__ADS_3

Di rumah sakit ST Thomast Dua orang anak muda sedang duduk di kursi yang berada di depan pintu kamar mayat. Beberapa menit yang lalu, Ernest meninggalkan mereka berdua. pria yang memakai wig emas sedang berbicara dengan seseorang melalui telephone sedangkan gadis yang berada di sampingnya hanya menyimak sambil memikirkan sesuatu.


"Kasihan kak Raisa,!" gumamnya


"Jadi betul nama kamu Marcela Aprilia Brodryck,!?" tanya Seven dalam percakapan telephone itu.


Gadis yang tak lain adalah Resky kemudian memalingkan pandanganya ke arah Seven yang duduk di sampingnya.


"Bukankah nama itu persis yang kak Seven ceritakan pada waktu kami berada di cafe tempat kerjaku, pagi tadi. pada saat aku minta tolong untuk menyelidiki foto wanita hamil yang mirip ibuku,!!" dia menatap Seven sambil menyimak.


"Aku rasa wanita yang sedang berbicara dengan kak Seven memang betul memiliki hubungan dengan dosen pembimbingku, nama mereka berdua sangat mirip,!!" gumamnya.


"Apa kamu sudah mengingatku,?" kata Marcela.


"Aku mengingatmu, kita perna bertemu di bandara sebelumnya, rupanya kamu sepupu Raisa, kamu dari mana mendapatkan nomor Hpku.?"


"Mengapa kamu bisa mengenal sepupuku.... !?" Jawab, cepat, nggak pakai lama.Okey.! Aku yang ngambil nomor kamu.!"


"Dia temanku,! jika kamu sudah berada di London sebaiknya kamu bergegas ke rumah sakit ST Thomast,!"


"Sepertinya kamu tau jika aku ada di London, emang ada apa sih di Rs St Thomast.... !?"


"Pokoknya kamu sekarang ke sini, mungkin beberapa jam lagi keluarga besar Raisa akan segera berkumpul di tempat ini.!"


"Jadi kamu berada di St Thomast Hospital, ehhh..... !!!! Ngapain keluarga besar Raisa berkumpul di situ, siapa yang sakit sih.??"


"Ayah Raisa tewas.!! Jadi, cepat kesini dan jangan banyak komentar lagi,!!"


"Tut... ! Tut... ! Tut... !!" Bunyi Hp milik Marcela.

__ADS_1


Marcela kemudian menyapa supir taxi itu.


"Aku merubah tujuanku, Kita ke Rs ST Thomast. cepat.... !!"


"Okey Nona Muda.!"


...****************...


Sebuah pesawat jet baru saja mendarat di sebuah pekarangan mansion mewah, seorang wanita cantik lalu berjalan keluar dari pesawar jet pribadi miliknya.


"Aku akan mengambil beberapa barang kemudian kembali,!" Kata wanita cantik itu kepada pilot pesawat.


"Di mengerti Nona.!"


Pada saat wanita itu memasuki mansion, tiba-tiba seorang asisten rumah tangga yang sudah sangat lama mengurus mansion itu menghadang wanita cantik itu.


"Anda siapa,?? Maaf Nona.!!! Pemilik mansion ini sedang nggak ada, Nona Renata sedang berada di luar negeri,!!!" kata Bibi Ima yang sedang memandang wanita cantik di hadapanya dengan sangat serius.



"Lalu siapa yang akan mengurus mansion ini,?" kata Bibi Ima yang memandang wanita cantik itu.


"Biarkan para asisten yang lain yang akan mengurusnya.!"


"Baiklah, Nona,!!! aku akan ikut denganmu. Tapi, biarkan aku berkemas dulu.!!"


"Okey,!!! aku juga akan mengambil beberapa barang penting di kamar Nona Renata.!"


"Baiklah kalau begitu.!"

__ADS_1


Bibi Ima lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk mengambil barang-barang yang ia butuhkan sedangkan wanita cantik itu berjalan menuju ke lif dengan niat ke kamar Renata.


"krink... ! Krink... ! Krink... !!" Bunyi Hp milik Arya


Arya kemudian mengangkat telponnya.


"Halo Nona Renata,!!! Semua yang anda katak betul, Nona Renata,!! Ayahku masih terlibat dalam urusan bisnis.!!"


"Bagaimama dengan misi anda Tuan Arya,!! apa kamu menemukan sesuatu yang ganjil.... !!??'


"Orang-orang yang sebelumnya aku lihat kini nggak melakukan operasi, aku rasa mereka merubah taktik mereka.!!"


"Baiklah kalau begitu. Saat ini, anda berada di mana, Tuan Arya.?"


"Aku baru saja tiba di london dan akan segera ke rumah sakit bersama keluargaku,!! apa anda sudah tau jika Mr Sudirman Sinaga telah tewas... !!?"


"Apaaaa.... !!!!! Mr Sudirman tewas.... !!! Apa penyebabnya.... !!?"


"Kata Ayahku, Om Sudirman di tembak oleh seorang sniper profesional.!!"


"Baiklah Tuan Arya, nanti kita akan berbicara panjang kali lebar soalnya aku sedang mengerjakan sesuatu.


"Okey, Nona Renata.!!"


Tut... ! Tut... ! Tut... !!"


Beberapa waktu kemudian Bibi Ima dan wanita yang berparas cantik itu lalu meninggalkan kediaman megah milik Renata dengan pesawat jet dengan tujuan jepang.


Di dalam pesawat jet yang sedang lepas landas , Bibi Ima memalingkan wajahnya ke arah wanita cantik itu.

__ADS_1


"Apa boleh aku tau nama, Nona.??"


"Panggil aku, Princes Blade,!" kata wanita cantik itu.


__ADS_2