
Irina yang bersama dengan King sedang berjalan dengan maksud meninggalkan tempat itu terhenti akibat suara teriakan Marcela yang memanggil Irina.
"Tunggu sebentar,"ucap Irina sambil menatap wajah King, dia lalu memalingkan wajahnya ke arah Marcela lalu berkata."Ada apa.!?"
"Aku ingin ikut denganmu,!" jawab Marcela.
"Terserah kamu ajah,!"jawab Irina.
Gadis cantik itu lalu memalingkan wajahnya ke arah Seven dan Albert, dia lalu bertatapan dengan Seven tanpa di sengaja.
"Ada apa lagi dengan gadis itu sehingga ia menatapku, apa dia masih belum puas menamparku, sakit amat lagi tamparannya,!" kata Seven.
"Mana aku tau brother,!" jawab Albert.
Di saat itu, Marcela sedang berpamitan dengan Irma, Violet, Fany dan Resky, dia lalu menuju ke tempat di mana Seven dan Albert berada. Marcela memperhatikan Seven dan Irina secara bergantian."Ada apa dengan mereka berdua sehingga saling bertatapan dingin begitu,!" ucapnya dalam hati.
"Aku ikut bersama Irina dan Rian, apa nggak masalah,!" kata Marcela memandang Seven dan Albert secara bergantian.
"Nggak masalah, itu hak kamu,!" jawab Seven.
__ADS_1
"Itu hak kamu. Lagian, dia sahabat kamu,!" jawab Albert.
Irma dan Resky kemudian menyusul Marcela yang berada di tempat Seven dan Albert sedangkan Violet dan Fany berjalan menuju ke arah Irina Arashavin.
King hanya menyimak apa yang sedang terjadi saat ini sambil memikirkan sesuatu.
"Seandainya kalian berdua ada di posisiku, aku yakin kalian akan mengambil langkah yang sama seperti apa yang aku lakukan, aku mengetahui sesuatu yang kalian nggak ketahui, lagian otak Farhan nggak akan sanggup memikirkan apa yang aku pikirkan, dia hanya tergantung olehku dan Albert, maafkan aku sebagai sahabat kalian, kita sudah dewasa, kita bukan anak remaja lagi, kita harus bertahan hidup, kalian berdua adalah pion dalam permainan catur, aku sudah mengendalikan Indra permana Nasution putra David, selanjutnya aku akan mengendalikan Albert agar Ayahnya yang merupakan tangan kanan Mr David berada di telapak kaki kekuasaan Mr Arashavin," ucapnya lalu menatap Albert kemudian memandang Seven."Kamu sudah berada di tangan kami Farhan, kamu akan segerah menikah dengan Irina,!" ucap King dalam hati.
Di saat itu, Princess Blade bersama Nakamura sedang berjalan menuju ke arah kerumunan turis yang sedang bermain air di dalam sungai yang dangkal, mereka berdua melewati jembatan kecil yang di lalui Seven, Resky dan Marcela sebelumnya, mereka berniat mencari King dan Irina.
Betapa terkejutnya Princes Blade melihat sosok yang tidak di sangka-sangka berada di depan matanya, dia lalu menghentikan langkahnya sejenak.
"Apa pria itu yang bernama King yang berada di belakang putri Mr Arashavin!?"
"Dia adalah King.!"
"Aku tak menduga hal ini sebelumnya, kenapa mesti dia yang harus menjadi King, Arg.... !!" Renata sangat kesal lalu menatap Nakamura."Kita mundur, untuk saat ini setidaknya aku sudah mengetahui hal ini."
__ADS_1
"Di mengerti, Nona Renata,!"
"Jangan memanggilku dengan nama itu lagi.!"
"Maaf, Princes Blade,!" jawab Nakamura sambil menundukkan pandangannya.
Mereka berdua lalu berbalik arah, di saat mereka berjalan, Princes Blade meneteskan air mata di pipinya.
"Aku ingin memelukmu dengan erat, aku ingin mencurahkan seluruh perasaanku dan melepaskan kerinduanku padamu, aku nggak menduga bahwa kamu berada di posisi orang yang berniat meruntuhkan kekuasaan Ayahku.!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Adapun percakapan Rahasia King dan Indra terekam pada bagian pertegahan yang sudah di beri pembatas....
...Di...
...EPISODE 84 : Marcela Tiba Di London...
...Adapun mengenai alasan Renata merubah wajah dan nama telah di jelaskan jauh-jauh hari sebelumnya...
...Di...
__ADS_1
...EPISODE 54 : Pertemuan Ibu Dan Anak Setelah 23 Tahun...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...