
Albert sedang berdialong dengan Seven melalui sambungan telephone sedangkan Irma dan Raisa sedang berkemas.
"Kami akan ke Londong, Ayah Raisa meninggal dunia,!!" kata Albert.
"Aku tunggu kalian di rumah sakit ST Thomas.!!"
"Kok, kamu nggak terkejut sih.??
"Aku lebih dulu mengetahui hal itu. bentar kita ngomong lagi,0key.!!"
"Okey bro.... !!"
"Tut...! Tut... ! Tut... !!" Bunyi Hp milik Albert.
Raisa dan Irma kemudian keluar dari kamar menuju ketempat di mana albert sedang berdiri, beberapa saat kemudian ibu Erlita ikut bergabung dengan mereka.
"Kita ke bandara sekarang.! Cepat,!!!" kata ibu Erlita sambil melangkahkan kakinya dengan niat meninggalkan mansionnya.
"Naik pesawat jet keluarga ajah, Mom,!! supaya kita cepat sampainya,!!" kata Raisa Wulandari sambil memalingkan wajahnya kearah ibunya.
"Pesawat jet keluarga berada di bandara dan kamu sudah pasti tau jika Ayahmu menggunakan pesawat pribadinya.
Mereka berempat lalu keluar dari pintu utama mansion itu sambil memandang beberapa mobil mewah baru saja tiba di depan mansion megah itu atas perintah Nyonya Erlita.
Tidak butuh waktu lama, mereka telah meninggalkan mansion itu.
...****************...
Di tempat yang lain, sesorang Pria tampan sedang bericara dengan seseorang dari balik telephone.
"Apaaaa.... ! Arman tertangkap oleh orang-orang Mr sudirman di Jerman,!!! ngapain Arman berada di jerman,?? padahal aku menyuruhnya untuk mengawasi seseorang,!" kata Indra.
__ADS_1
"................................. !?"
"Okey... ! aku rasa Arya nggak akan mengawasi proyek itu sebab yakin dan percaya dia sedang menuju ke london.
"..................................!?"
"Okey....! Setelah aku memusnakan proyek itu, aku akan kelondon,!" kata Indra
"Untuk saat ini, aku tetap akan mendekati Raisa dan tentunya setelah itu giliran adik Arya,!" ucapnya dalam hati.
"...................................!?"
"Okey... !"
"Tut... ! Tut... ! Tut... !!" Bunyi Hp milik Indra Permana Nasution.
"Aku akan menyuruh anak buahku memusnakan proyek bernilai 6,3 Kuadrilun itu,!!" gumamnya, di tersentum devill.
...****************...
Dia kemudian mengambil Hp miliknya.
"Tik...! Tik... ! Tik... !!" Bunyi ketikan pesan yang sedang di tulis oleh Marcela.
"Sekarang aku berada di london, setelah menyelesaikan pemotretanku di negara Wales." Dia kemudian mengirim pesan itu.
"Sebaiknya aku mencari taxi ajah,!!" gumamnya.
Beberapa saat kemudian sebuah taxi berhenti tepat di samping Marcela, gadis itu lalu membuka pintunya dan masuk kedalam mobil itu dengan niat duduk.
__ADS_1
"Bawa aku ke hotel Intercontinental London.!"
"Baik Nona Muda.!"
Merekapun meninggalkan bandara itu. Marcela kemudian mengambil Hpnya lalu memperhatikan layarnya."Belum di balas,!" dia lalu membuka istagramnya dan melakulan penelusuran." Pria ini nggak eksis di istagram, dia membuka foto pria itu satu persatu."Sebaiknya aku menelpon dia.!"
Marcela kemudia mencari nomor kontak pria itu yang beberapa minggu lalu ia ambil dari Hp pemuda itu tanpa pemuda itu sadari.
"Krink... !Krink... Krink... !!!"
"Dengan siapa.?"
"Apa aku sedang berbicara dengan Farhan Crow Seven.?"
"Iya, ini siapa sih,?"
"Aku rasa kita akan bertemu dalam waktu dekat ini.!"
"Tut... ! Tut... ! Tut.... !!"
Marcela yang sedang menempelkan Hp miliknya di telinganya."Dia sedang berbicara dengan siapa yah,!!! Hpnya sibuk.!!"
Marcela yang duduk di dalam taxi itu sangat gelisah."Dia ngomong dengan siap sih.!" Dia kemudian mengulangi panggilanya.
"Ini siapa lagi sih.?"
"Dengan Farhan Crow Seven.?"
"Iya, ini siapa sih.?"
"Aku.... !! Marcela Aprilia Brodryck.!"
__ADS_1
"Aku nggak kenal denganmu.!" Baru saja dia ingin mengakhiri panggilan telephone itu kemudian ia teringat sesuatu, dia lalu menempelkan kembali Hpnya di telinganya."Apa betul itu nama kamu.?"
"Itu namaku, emang kenapa.??"