LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 65 : Sang Jenius Yang Tak Di Ketahui


__ADS_3

Seven sangat serius membaca file yang terpampang di layar komputernya.


"Jangan-jangan orang yang tidak dapat di identifikasi di rumah sakit thunder adalah David Nasution Brodryck... !" Gumamnya.


Dia kemudian bersandar pada kursi kerjanya sambil menganalisa dan mengaitkan setiap problem yang di ketahuinya.



"Sebaiknya aku memberitahu Resky tentang problem ini sedikit saja, aku khawatir dia akan terguncang jika aku langsung memberitahunya.!"


Seven kemudian berdiri dari tempat duduknya lalu membalikkan tubuhnya sambil berjalan keluar dari kamarnya.


"Ceklek.!" Bunyi pintu yang tertutup.


Seven kemudian menuju ke ruang tamu di mana Resky sedang menunggu.


"Apa yang kamu cari..?" Tanya Seven sambil berjalan ke arah kursi sofa ruang tamunya.


"Aku hanya melihat-lihat isi apartemen kakak dari pada nggak ada kerjaan.!" jawab Resky yang sedang berdiri di depan perpustakaan apartemen itu. Baru saja ia ingin mengambil buku dari rak-rak di perpustakaan itu, tiba-tiba saja Seven bereaksi.


"Jangan menyentuh barang-barang milikku.. !"


Resky kemudian mengarahkan pandangan ke arah Seven sambil melangkah menuju ke arah pria itu yang sedang duduk seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Pelit amat sih... !" Gumamnya.

__ADS_1



"Apa yang akan kamu lakukan jika di dalam foto itu adalah ibumu... ?"


"Aku akan bertanya ke pada Ibu, aku akan mengatakan mengapa foto Ibu yang hamil di miliki oleh Pak David... !"


"Menurutut kamu, jika foto itu adalah Ibumu. Lalu, siapa yang di kandung oleh Ibumu... ?"


"Kemungkinan itu kak Arya... !"


"Bagaimana jika bukan kakakmu yang di kandung oleh Ibumu... ?" Kata Seven lalu memalingkan wajahnya ke arah Resky.


"Jadi maksud kak Seven... ! Ibuku punya anak yang lain... !?" Jawab Resky yang wajahnya mengkerut dan pandangan matanya melotot kearah Seven.


"Aku akan meminta penjelasan yang pasti dan masuk akal... !"


"Baiklah kalau begitu, kita akan menuju ke suatu tempat atau sebaiknya aku mengantar kamu pulang saja, biarkan aku mengurus masalah ini."


"Nggak ! Pokoknya aku ikut TITIK... !"


"Gadis ini merepotkan saja... !" Gumamnya.


"Apa... ! Coba ulangi apa yang kakak katakan barusan, aku nggak terlalu mendengarkan ucapan kakak... !"


"Ngak usah ! Itu nggak penting... ! Kamu mau tinggal di apartemen ini atau ikut... !" Kata Seven yang sedang berjalan keluar dari apartemenya.

__ADS_1


"Tunggu aku kak... !" Jawab Resky sambil berjalan cepat menyusul Seven.


"Ceklek.!" Pintu terbuka.


Mereka berdua keluar dari apartenen itu.


"Ceklek.!" Pintu tertutup.


Seven kemudian mengganti sandi pintu apartemenya.


"Ngapain di ganti codenya kak, aku nggak akan merampok isi apartemen kakak... !" Kata Resky yang lagi kesal sebab merasa tersinggung oleh apa yang di lakukan Seven saat ini.


"Setiap aku keluar, aku selalu mengubah sandinya, Faham.. !"


"Ohh jadi begitu rupanya... !" Kata gadis cantik itu kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mereka berdua lalu menuju ke lif. Setelah mereka berada di dalam liff, mereka hanya terdiam membisu. Resky sibuk dengan pemikiranya sedangkan Seven sedang sibuk bermain dengan Hpnya.



"Bagaimana jika apa yang kak Seven paparkan itu betul, apa yang harus aku lakukan.!" Begitulah pemikiran gadis itu yang sedang melamun


Seven yang bermain dengan Hpnya ternyata sedang mencari tau keberadaan David dengan menggunakan akses internet yang ia retas.


"Akhirnya aku menemukanmu, aku harus mendapatkan code file yang tersembunyi itu.!" Begitulalh pemikiran Seven sambil tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2