
"Brummmm... ! Suara mobil Lamoborghini Aventador Berwarna putih berhenti tepat di dekat Mobil Ferrari merah.
"Tidak salah lagi itu mobil Raisa.!" Kata Irma
"Sebaiknya kita turun.!" Jawab Albert.
Mereka berdua lalu turun dari mobil Lamborghini milik Albert kemudian melangkahkan kakinya ke mobil Raisa.
"Kemana Raisa sih.!"
"Di sana tuh...! Albert menunjuk dengan tangan kananya ke arah Raisa dan seorang pemuda.
Irma kemudian memalingkan wajahnya ke arah telunjuk Albert.
"Kita kesana, cepat.!"
Mereka berdua lalu berjalan dengan sangat tergesah-gesah.
"Bukankah pria itu yang membantu kita, Albert.?" Kata Irma sambil berjalan.
"Aku perpikiran sama seperti denganmu.!" Jawab Albert sambil berjalan.
Mereka berdua akhirnya tiba di tempat di mana Raisa dan Indra sedang berdiri.
"Apa yang terjadi Ra' ... !?" Tanya Irma yang begitu panik melihat kondisi Raisa yang begitu lusuh dan berantakan.
"Kita ketemu lagi Tuan Indra. Apa yang terjadi di tempat ini Tuan.? Kebetulan dia teman kami.!" Tanya Albert sambil menunjuk Raisa.
__ADS_1
Indra kemudian memalingkan wajah tampanya ke arah Raisa, mereka saling menatap.
"Jadi dia teman kalian.! Aku rasa ini takdir. Dia sedang di ganggu oleh beberapa preman." Jawab Indra sambil tersenyum manis ke arah Raisa. gadis yang terlihat lusuh itu juga membalas dengan senyuman manis.
Irma hanya menyimak percakapan kedua pria itu sambil memeluk lalu merangkul pundak sahabatnya.
"Aku harus ke suatu tempat, aku permisi dulu." Kata indra sambil tersenyum manis dengan maksud tertentu ke arah ketiga anak manusia yang berada di depanya saat ini.
"Krink... ! Krink... ! Krink... !!" Bunyi Hp milik Albert. Dia kemudian mengangkatnya.
"Haloo...! Farhan Crow Seven..! Sorry, aku nggak sempat membalas pesanmu, Brother... ! Soalnya tadi Hpku lowbet.! Aku mengisi daya Hp di mobilku.!"
Indra terkejut mendengar nama itu di sebut lalu memalingkan wajahnya ke arah Albert yang sedang menelephone sambil menyimak.
"Kamu di mana sekarang ? Dan apa yang kalian rencanakan untuk mendeteksi keberadaan orang tua Rian serta keberadaan Rian." Tanya Seven yang baru saja terbangun dari tidurnya di kota london lebih tepatnya di apartemenya, pada waktu pagi hari menjelang siang.
"Untuk saat ini, kami belum memikirkan itu, apalagi saat ini Raisa baru saja mengalami kejadian buruk.!"
"Raisa sepertinya ingin di rampok. Tapi, seorang pemuda menyelamatkanya."
"Apa Raisa baik-baik saja.?"
"Dia baik-baik saja, mungkin saat ini dia sedikit trauma."
"Kamu jaga teman-teman kita Albert.! Sudah dulu, ada sesuatu yang ingin aku kerjakan. Okey... !"
"Okey Brother.!"
__ADS_1
"Tut... ! Tut... ! Tut... !" Bunyi Hp milik Albert menandakan panggilan berakhir.
"Baiklah Tuan dan Nona sekalian, aku permisi dulu.!" Kata Indra sambil tersenyum kecil ke arah mereka bertiga.
"Makasih banyak kak.!" Ucap Irma.
"Makasih banyak Tuan Indra.!" Kata Albert
"Okey.!" Jawab Indra.
Dia kemudian melangkahkan kakinya ke depan melewati Irma dan Raisa. pada saat Indra belum terlalu jauh berjalan dengan niat ke mobilnya, Raisa kemudian membalikkan tubuhnya menatap punggung indra kemudian berkata.
"Kak... ! Terima kasih telah menolongku, aku tidak akan melupakan kebaikanmu...! Apa boleh aku meminta nomor Hp kakak.. ?"
Indra kemudian menghentikan langkahnya lalu memalingkan wajahnya ke arah Raisa dan berkata
"Aku yakin takdir akan mempertemukan kita di lain waktu, jika kita bertemu lagi, saat itu kita akan bertukar nomor.
Indra kemudian tersenyum kecil ke arah Raisa begitupun dengan Raisa yang membalas senyum itu dengan senyuman yang sangat manis dengan maksud terntentu.
Indra kemudian kembali memalingkan wajahnya ke arah depan di mana mobilnya berada kemudian melanjutkan langkahnya yang terhenti.
Albert, Irma dan Raisa kemudian berjalan berlawanan arah dengan Indra.
__ADS_1
"Aku akan membawa mobil Raisa dan membawanya pulang ke mansionya, nggak masalah kan, jika kamu sendiri.?" Tanya Irma.
"Nggak masalah... ! Santai ajah, aku akan mengikuti dari belakang untuk memastikan bahwa kalian baik-baik saja.