
Beberapa waktu kemudian, Seven dan Resky baru saja tiba di acara pelelangan yang di adakan di hotel berbintang lima di kota london.
Sejumlah pengusaha besar baru saja tiba di hotel itu.
Setelah memarkir motornya, Seven kemudian mengandeng tangan Resky untuk memasuki hotel tersebut.
Pada saat mereka tiba di pintu masuk, mereka di hadang oleh beberapa bodyguard yang berpostur tinggi besar khas orang Eropa.
"Can you show me your invitation card, sir?"
...ARTINYA...
"Boleh tunjukan kartu undangan anda, Tuan,?" Tanya salah satu bodyguar itu.
"Sial.... ! Aku lupa memikirkan ini,!" ucap Seven dalam hati dan pikirannya
"Kak, bagaimana ini,?" bisik Resky sejenak.
"kita mundur dulu.!" Kata seven dengan nada kecil.
"Wait a minute, I forgot about that!"
...ARTINYA...
"Tunggu sebentar, aku melupakan hal itu,!" kata Seven ke pada bodyguard itu.
Pada saat Seven dan Resky membalikkan tubuh mereka dan berniat untuk mundur, tiba-tiba Seven melihat seorang pria tua berjalan ke arah mereka bersama dua gadis cantik, dia lalu menghentikan langkahnya.
"Itukan Mr Erlangga Steven Lee dan cucunya Fany. kok bisa Violet bersama mereka.!" Begitulah pemikiran pria itu tanpa ia ucapkan
Resky kemudian ikut berhenti berjalan di sebabkan langkah Seven terhenti. Gadis cantik yang menggunakan gaun berwarna biru gelap itu lalu memalingkan wajahnya ke arah Seven.
"Ada apa kak,? apa kakak mengenal mereka.?"
"Aku mengenal mereka bertiga dan salah satunya adalah teman kelasku di kampus.!"
"Apa yang akan kita lakukan sekarang, kak.?"
"Kita berjalan kedepan dan kamu akan menyengol gadis yang berada di sisi kanan kekek itu dan usahakan tas gengam miliknya terjatuh. Apa kamu mengerti maksudku,!" dia berkata tanpa memalingkan pandanganya.
"Aku mengerti kak.!"
Mereka berdua lalu melangkahkan kakinya ke depan.
"Bruk.!"
"Ow.... ! Ouch... uh.!!!" If you walk, be careful, Miss!"
...ARTINYA...
"Auw.... ! Aduu... uh.!!!" Kalau jalan, hati-hati, Nona,!" kata Fany yang begitu kesal, dia menatap Resky.
__ADS_1
"Sorry Sis! I didn't mean to, once again I sincerely apologize, Sis!"
...ARTINYA...
"Maaf Kak,! aku nggak sengaja, sekali lagi aku minta maaf dengan tulus kak,!" dia tersenyum kecil ke arah Fany.
"Stop it... !! That girl accidentally bumped into you my granddaughter.!"
...ARTINYA...
"Sudah-sudah... !! Gadis itu tidak sengaja menabrakmu cucuku.!" Kata Mr Erlangga Stven Lee.
"Forgive him, Fany,!! it's not a big problem, don't make it big, okay.!"
...ARTINYA...
"Maafkan dia, Fany,!! itu bukan masalah besar, nggak usah di besar-besarkan, Okey.!" Kata Violet yang menghampiri Fany.
"Yes.... ! Why would I want to magnify a trivial matter like this.!"
...ARTINYA...
"Iya.... ! Ngapain juga aku mau memperbesar masalah sepeleh seperti ini.!" Kata Fany
"Is anyone hurt, sis?"
...ARTINYA...
"Apa ada yang terluka, kak.?" Tanya Resky.
"There's nothing! Uh... ! Where's my wallet?? did you see it???" he looked down at the floor. "My wallet is gone!!!" he then looked at Resky. "Have you seen my wallet??"
...ARTINYA...
"No, Sis," he looked at the floor. "Are you sure you have your wallet?"
...ARTINYA...
"Nggak kak," dia melihat-lihat ke arah lantai."Apa kakak yakin membawa dompet,?" kata Resky sambil mengarahkan pandangan ke arah Fany.
"I am very confident.!"
...ARTINYA...
"Aku sangat yakin.!" Kata Fany.
"He's got a wallet!!
...ARTINYA...
"Dia membawa dompet,!! kata Violet.
"Maybe it's a wallet, Miss!!"
...ARTINYA...
"Mungkin ini dompet, Nona,!!" kata Seven yang baru muncul dan menyerahkan dompet ke pada Fany.
__ADS_1
"This is correct, this is my wallet, thank you, sir.!"
...ARTINYA...
"Ini betul, ini dompetku, terima kasih,Tuan.!"
"Check the contents of the wallet first, Miss.!"
...ARTINYA...
"Periksa dulu isi dompet, Nona.!" Kata Seven.
"Yes bro,!!! check first,!! who knows what's missing!"
...ARTINYA...
"Iya kak,!!! periksa dulu,!! siapa tau ada yang hilang,!" kata Resky yang menatap ke arah Fany.
Mr Erlangga Steven Lee yang sedari tadi hanya menyimak percakapan mereka kemudian mengeluarkan suaranya.
"Enough,!!! Let's go inside, okay?"
...ARTINYA...
"Cukup,!!! kita masuk ke dalam,okey.!"
"What your sister said is true, Fanny.!"
...ARTINYA...
"Yang di katakan kakekmu itu betul, Fany.!" Kata Violet.
Mereka bertiga lalu menuju pintu masuk. Pada saat Fany membuka dompetnya untuk mengambil kartu undangan, dia terlihat kebingunggan.
"Di mana kartu undanganku,!!! sambil memeriksa dompetnya."Kok nggak ada sih,!!" gumamnya.
"Nggak apa-apa,!!" kita masuk sekarang cucuku.!!"
Mr Erlangga kemudian mengarahkan pandanganya ke arah bodyguard itu lalu memberikan kartu undanganya kepada mereka.
"Kami bertiga!" kata pria tua itu sambil menatap satu persatu para bodyguard yang berada di hadapanya.
"Rupanya anda Mr Erlangga Steven Lee,!" dia gemeter membaca nama undangan itu.
"Apa pamanku Mr Bagas Erlangga telah berada di dalam.?" Tanya Fany.
"Beliau belum tiba, Nona Muda,! silahkan masuk,Tuan dan Nona.!"
Mereka bertiga lalu masuk kedalam. Seven dan Resky hanya bisa tertawa kecil memandang punggung mereka bertiga yang berjalan masuk ke dalam hotel itu.
Beberapa saat kemudian, 20 mobil mewah dan 1 buah mobil limoushine berwarna hitam muncul kemudian berhenti di depan pintu hotel itu.
Seorang pria paruh baya kemudian keluar dari mobil limousine itu.
"Itukan Ayah Raisa,!" gumam Seven.
__ADS_1
"Itukan Om Sudirman,!" gumam Resky.