
Indonesia jam 17 : 00. Tiga puluh menit sebelum Ernest menghubungi pihak keluarga Mr Sudirman Sinaga.
Di dalam kediaman megah lebih tepatnya di dalam kamar Raisa Wulandari, Irma dan Albert sedang duduk du kursi di dalam kamar itu sedangkan Raisa terbaring di tempat tidur, gadis itu masih trauma atas apa yang menimpahnya, wajahnya masih nampak lusuh.
Irma dan Alber hanya bisa menatap sahabat mereka.
"Kasihan kamu Ra',! sudah di selingkuhin, sudah hampir di perkosa oleh para preman beberapa waktu yang lalu,! kata Irma yang menatap sahabatnya."Untung ajah kak Indra kebetulan lewat di tempat kamu berada, jika nggak, mungkin kamu sudah di perkosa ramai-ramai.!"
"Apa yang kamu katakan memang betul, semoga saja suatu saat kita bertemu dengan Indra untuk membalas kebaikanya.
"Aku sepakat dengan apa yang kamu katakan.!"
"Ceklek.!" Bunyi pintu yang terbuka.
Ibu Erlita kemudian masuk ke dalam kamar putrinya, dia tersenyum manis melihat kedua anak muda itu sangat memperhatikan putrinya.
"Aku sangat bangga kepada kalian berdua, aku sangat senang Raisa memiliki sahabat yang sangat baik, semoga kalian bersahabat terus walaupun maut memisahkan.!"
Albert dan Irma lalu menoleh ke arah sumber suara itu.
__ADS_1
"Kami akan selalu bersama,Tante Erlita.... !Tante nggak perlu khawatir,!" kata Irma sambil tersenyum manis kepada Ibu Erlita.
"Iya, Tante.! Jangan kwatir,! kata Albert yang jiga tersenyum kepada ibu dari Raisa Wulandari itu.
Ibu Erlita kemudian melangkahkan kakinya sambil membawa nampan yang di atasnya ada tiga gelas jus jeruk, dia menuju ke arah meja yang ada di hadapan mereka berdua.
"Seharusnya Tante nggak usah repot-repiot segala,! kata Albert.
Ibu Erika lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Albert dan Irma kemudian berkata."Nggak masalah, nggak merepotkan kok, Nak.!" Dia lalu meletakkan segelas jus di meja, tepat di hadapan Albert lalu meletakkan segelas lagi di hadapan Irma.
"Makasi, Tante,! kata Irma.
Ibu Erika hanya membalas perkataan Irma dengan senyum manis.
"Mom,!" kata Raisa
Ibu Erika, Irma dan Albert lalu memalingkan pandanganya ke arah Raisa.
"Rupanya kamu sudah bangun sayang,!! apa ada sesuatu yang kamu inginkan, sayang.??" Dia lalu berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri putrinya."Apa kamu sudah merasa baikan, Nak.??"
Irma juga ikut menyusul ibu Erlita."Apa kamu ingin minum jus Ra.?"
__ADS_1
Raisa yang masih terbaring di tempat tidur memandang ibunya."Aku rindu dengan Ayah, Mom,!! kemana Ayah,? sudah beberapa hari aku nggak melihat Ayah, Mom.!! Dia kemudian mengarahkan kedua bola matanya ke arah Irma."Bawakan aku jus, aku haus.!!"
"Okey Ra'.... ! Nah, gitu dong,!!! itu baru sahabatku.... !" Dia tersenyum kemudian membalikkan tubuhnya sambil berjalan menuju mejah di mana Albert berada.
Ibu Erika lalu mengusap rambut putrinya sambil tersenyum kecil."Ayahmu sedang melakulan perjalanan bisnis, Nak... ! Aku rasa hari ini dia akan pulang, Ayahmu mengatakan padaku bahwa dia hanya berada di luar negeri selama dua hari.!"
"Krink....! Krink ... ! Krink... !!" Bunyi Hp milik Ibu Erika yang berada dalam saku dress yang ia kenakan.
Ibu Erika yang lagi tersenyum manis sambil mengusap rambut Raisa lalu mengambil Hp miliknya, dia melihat layar Hpnya.
"Ada apa Ernest.... !?"
"Maaf Nyonya Besar,!! aku tidak bisa menjelaskan secara panjang kali lebar lewat telephone, sebaiknya anda segera ke London, ST Thomas Hospital, Nyonya Besar.!!"
"Katakan ada apa sebenarnya.... !!?"
"Mr Sudirmam telah tewas tertembak, Nyonya Besar... !!"
"Apaaaaaaa.... !!!!" Suamiku tewas.... !!!"
Raisa, Alber, Irma dan tentunya Ibu Erika sangat terkejut dengan informasi yang baru saja mereka dengar.
__ADS_1