LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 15 : Di Sebuah Villa


__ADS_3

Di dalam sebuah villa Seorang gadis berumur 17 tahun sedang duduk membungkuk sambil membaringkan kepalanya kesamping kanan sambil menatap seorang pria berumur 22 tahun yang sedang tertidur. Mata gadis itu sayu terkadang terbuka dan terkadang tertutup, dia sambil menggerakkan tanganya untuk memeriksa kondisi pria itu.


"Kondisi kak Rian sudah lumayan.Tapi, ia belum makan apapun. Bagaimana caranya aku memberinya obat jika seperti ini yah... !" Gumamya dengan raut wajah yang ngantuk.



"Kurkkkkk... !!" Bunyi perut


"Aku lapar ! Belum makan siang." Gumamnya


lalu gadis itu berdiri dengan lesuh, berwajah ngantuk, walaupun begitu, ia tetap terlihat cantik natural. dia melangkahkan kakinya untuk mengambil tas sekolahnya karena di dalam tas tersebut tedapat cemilan yang ia beli dari mini market dan di tempat itu pula ia bertemu dengan Rian.


"Aku makan ini dulu untuk menganjal perut." Ucapnya dalam hati sambil menoleh ke arah Rian.


"Sebaiknya aku buatkan kak Rian bubur, tapi ngak ada bahan aduuuhh ....uh.!!" Ucapnya dalam hati.


Resky kemudian berjalan sambil mengkomsumsi cemilan menuju westapel di luar kamar untuk membasuh wajahnya yang megantuk.



Setelah ia membasuh wajahnya dan terlihat segar, dia teringat sesuatu.


"Sebaiknya aku pesan makanan online saja dan bubur untuk orang sakit." Gumamnya.


Remaja 17 tahun itu kemudian mengambil Hp miliknya dan memilih menu-menu yang ia inginkan.


"Okey...! sudah selesai mesanya."


Dia kemudian melangkahkan kakinya menuju tempat ia berasal sebelumnya.


"Krink... ! Krink... ! Krink...!! Bunyi Hp miliknya.


Gadis cantik itu lalu mengangkat telephone.


"Ada apa Pak Rustam.?"


"Non... ! Sudah siang, Non... ! Bentar di cariin sama Tuan dan Nyonya. Aku harus bagaimana Non.!"


"Bentar aku telphone ibu...! Jadi, nggak usah kwatir, Pak.!"


"Baik Non.!"


"Tut...! Tut... ! Tut... !!"


Lalu Resky menelpon Ibunya



"Krink... ! Krink... ! Krink... !"


Ibu Erika yang sedang berada di dapur bersama pelayan lalu berajalan menuju ke meja untuk mengambil Hp miliknya.


"Kamu di mana.? Kok belum pulang sih.? padahal ujian itu nggak lama-lama amat.?"

__ADS_1


"Aku lagi ada urusan mendadak Mom.! Jadi, kemungkinan aku pulangnya sore.!"


"Urusan apaan sayang.?"


"Ada deh ! Mau tau ajah urusan gadis...! Yang jelas, aku pulangnya sore, Mom.!"


"Tut... ! Tut... ! Tut... !"


"Anak bandel ini.!" Ucap ibu Erika sambil geleng-geleng kepala, dia lalu kembali ke dapur.


Setelah ia menelpon ibunya, selanjutnya mengirim pesan Wa ke Pak Rustam.


"Sudah beres pak... ! Jadi, jangan kawatir.!"


"Clint.!" Bunyi pesan masuk, Resky lalu membaca pesan tersebut.


"Baik Non.!"


...*JAM 13 : 05 SIANG*...


Beberapa saat kemudian, Pesanan online telah tiba di villa itu. kemudian Resky berjalan untuk mengambil pesanan tersebut, dia kemudian membayarnya. Setelah itu, ia kembali ke tempat semula.


"Selamat makan siang Resky... !!" Ucapanya


Setelah Reski selesai dengan makan siangnya ia kemudian menuju ke kulkas untuk mengambil sebotol air minum.


"Uhuk... ! Uhuk... ! Uhuk... !!" Suara batuk terdengar.


Resky yang telah selesai minum, kemudian menuju ke sumber suara tersebut.


Resky kemudian berlari kecil ke arah dispenser yang berada di samping kulkas untuk mengambil segelas air panas yang di campur dengan air dingin hingga menjadi air hangat. Dia lalu kembali ke arah sumber suara tersebut.


Dia kemudian membangungkan tubuh pria tampan itu dengan posisi duduk dan tidak lupa membuka kain kompres. Lalu, ia menopang tubuh Rian dengan pundak kirinya, Kemudian memberi pemuda itu segelas air hangat dengan tangan kananya.


"Kak... ! Minum dulu air hangatnya... !" gadis itu mendekatkan gelas yang berada di tanganya ke pada pemuda tampan itu


Rian dengan wajah pucat membuka mulutnya,lalu gadis itu meminumkanya, setelah itu, Resky lalu mengambil beberapa bantal kemudian menumpuk bantal itu di belakan pundak Rian sebagai penopang tubuh. setelah itu, dia melangkahkan kakinya untuk mengambil bubur yang telah di pesan sebelumya, kemudian kembali ke tempat di mana Rian berada.


"Kak... ! Makan dulu buburnya mumpung masih hangat.!"


Kemudian Resky menyuapi Rian. Setelah selesai menyuapinya, kemudian ia mengambil gelas yang berisi air hangat lalu kembali meminumkanya.


Beberapa menit setelah itu, Resky kembali mengambil obat untuk meminumkanya ke pada pemuda itu. Setelah itu, ia membuka bantal yang sebelumya ia tumpuk di belakan pundak Rian. Dia kemudian menidurkan pemuda itu kembali.


Resky lalu menyentuh kepala pemuda itu dengan pundak jari-jari tangan kananya untuk memastikan suhu tubuh Rian.


"Masih panas... !"


Setelah Rian kembali tertidur, Resky seperti sedang memikirkan sesuatu sambil memandang wajah pria itu.


"Kak Rian demam di sebabkan kurang tidur, terlalu lelah dan bayak pikiran hingga mengakibatkan kondisi tubuhnya menurun drastis. Jika seperti ini, berati kak Rian mengalami Hipotermia. Jika itu benar, maka aku tidak bisa pulang sore ini... !" Gumamnya sambil berjalan bolak-balik lalu kembali duduk di kursi di depan Rian sambil menopang dagunya dengan tanganya di tempat tidur itu.


__ADS_1


Beberapa waktu kemudian, gadis cantik itu tertidur membungkuk di sudut tempat tidur spring bed elite ekslusive ukuran king size 160 × 200 cm. Di mana wajah gadis remaja 17 tahun itu menghadap ke kanan lebih tepatnya ke arah Rian.



Jam 17 : 20


Seorang pria bertubuh tinggi besar sedang mondar-mandir di pekerangan villa tepat di samping mobil, dia sedang berbicara dengan seseorang melalui telephone seluler.


"Di mana Resky.? Kenapa belum pulang.! Tanya Ibu Erlita sedikit panik.


"Nona mudah tertidur di villa Nyonya... !"Jawab Pak Rustam yang panik.


"Bangunkan dia dan segera kembali ke sini.!"


"Baik, Nyonya Besar.!" Ucap Pak Rustam yang gugup.


Kemudian pria bertubuh tinngi besar itu lalu masuk ke dalam villa untuk membangunkan Nona Mudahnya.


Di waktu yang sama Resky terbangun dari tidurnya


"Sudah gelap.Ya ampun...! Pantesan gelap ternyata sudah mau malam.!" Ucap Reski sambil melihat jam tangan miliknya. lalu ia mengambil Hp dan melihat 36 panggilan tidak terjawab dari ibunya.


Reski lalu mengirim pesan WA kepada ibunya.


"Mom... ! Aku ketiduran, ini baru bangun mom " Ucap Reski dalam pesan Wa.


Kemudian menonaktifkan Hp miliknya.


Reski melangkahkan kakinya untuk menyalahkan lampu kamar dan menutup jendela. Dia melepas ikatan gorden hingga jendela tersebut tertutup gorden yang berwarna emas.


Selanjutnya dia memeriksa kondisi Rian.


"Ternyata masih pana.!" Gumamnya


Seketika tubuh Rian menggigil.


"Sudah kuduga... ! Ini demam Hipotermia.!"


Kemudian dia menyelimuti Rian. Setelah itu, dia melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu untuk menyalahkan lampu.


Pak Rustam yang berjalan masuk lalu menyapa Nona Mudahnya.


"Non... ! Nyonya menyuruh kita kembali.!"


"Bapak nggak bilangkan, jika di sini ada seorang pria.?"


"Nggak Non... ! Aku hanya bilang bahwa Nona tertidur dalam villa."


"Thank You Pak Rustam... !!"


Setelah menyalakam lampu di villa itu, kemudian ia kembali untuk memeriksa kondisi Rian.


"Aku akan kembali kak.! Kamu nggak akan sendiri.!" Ucap Resky dalam hati.

__ADS_1



Jam 17 : 40 Resky dan Pak Rustam meninggalkan villa tersebut.


__ADS_2