LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 114 : Jalan Yang Berbeda


__ADS_3

Raisa melangkahkan kakinya menuju ke arah Ibunya, dimana Mr Ramadhan, Mrs Erika dan Arya sedang berdialog dengan Mr Erlita.


"Sebentar aku menyusul ke mansion, Mom.!! Aku ingin membeli beberapa pakaian untuk persiapan sebentar malam, pakaian yang aku bawa sebelumnya berda di rumah sakit dan pakaian yang aku gunakan sudah bauh asam,!" ucap Raisa Wulandari.


"Kamu pergi dengan siapa,!?"


"Aku bareng teman-temanku, Mom,!"


"Ya sudah,!! ingat jangan kejujuran, Nak.!"


"Iya,! aku ngerti,!!"


Rasakan kemudian meninggalkan mereka, Arya hanya mampu memandang punggung Raisa yang berjalan menjauh dari pandangannya.


"Untuk saat ini sangat sulir berbicara dengan dia, aku abaikan saja dulu,!! aku harus membahas sesuatu yang sangat penting saat ini jika tidak, maka keluargaku akan menjadi pengemis,!" ucapnya dalam hati.


"Sebaiknya kita kemansionku,!" ucap Mr Erlita sambil memandang, Mr Ramdhan, Mr Erika dan Arya secara bergantian.


Tidak lama kemudian, mereka berempat meninggalkan tempat itu di ikuti oleh Ernest dan parah anak buahnya yang sedari tadi menjaga dan mengawasi area pemakaman itu.


Raisa kemudian bergabung bersama dengan teman-temanya, Sebaliknya Seven memisahkan diri dari kelompok itu.


"Kamu mau kemana, Farhan,!?"kata Raisa yang sedang menatap punggung Seven

__ADS_1


"Aku mau mau nyari hotel untuk istirahat, ucapnya sambil berjalan tanpa menoleh sedikitpun.


Semua mata kemudian tertuju pada sosok pemuda itu.


"Dia seenaknya saja sih,!" gumam irma."Apa kamu nggak ikut sama kami,!? kata Irma sambil menatap punggung Seven.


Farhan Crow Seven kemudian menghentikan langkahnya kemudian berkata."Aku nggak bisa, Irma,!! paling kalian ingin pergi berbelanja, aku bukan bodyguard kalian!"


"Biarkan saja dia,!" kata Albert sambil menatap punggung Seven yang berada di depannya.


"Sebaiknya kita pergi dari sini,!" ucap Indra sambil menatap Raisa.


Marcela,Fany dan Violet merasa bimbang antara ingin ikut bersama Raisa, Irma, Albert dan Indra, Atau bersama Seven.


"Aku akan ikut bersama kak Seven,! aku sudah terbiasa dengannya,!" dia tersenyum manis kepada mereka bertujuh.


Marcela, Fany dan Violet menatap gadis cantik yang berusia 18 tahun itu dengan tahapan penuh kecemburuan.


"Arg.... !! Lagi-lagi, bocah sialan ini,!!!" ucap Marcela dalam hati.


"Sebaiknya kita bergegas, udara di tempat ini sangat panas,!" ucap Fany yang membalikkan tubuhnya sambil berjalan menuju ke arah mobil yang mereka tumpangi sebelumnya.


"Aku sepakat, kita jalan,! cepat guys,!!" kata Violet yang juga membalikkan tubuhnya sambil berjalan menuju ke mobil yang sama dengan Fany.

__ADS_1


Raisa, Irma, Albert dan Indra kemudian menyusul mereka berdua.


Marcela yang masih tetap memandang Seven bersama dengan Resky kemudian berkata."Aku mau ikut bersama dengan kalian berdua,!" dia terdiam sejenak."Nggak mungkin aku membiarkan bocil itu mengambil kesempatan penuh,!" ucapnya dalam hati.


Seven memalingkan wajahnya sejenak ke arah Marcela kemudian berkata."Terserah kamu ajah,!"


Resky kemudian bereaksi lalu berkata."Kakak mending ikut bersama mereka,!"


"Nggak,!! aku ikut.,!! TITIK.!!


Farhan Crow Seven kemudian memasuki celah percakapan mereka berdua sebab pemuda itu melihat jika kedua wanita itu tidak akan akur.


"Jika kalian berdua saling memandang dengan wajah yang menyerahkan itu, sebaiknya aku pergi sendiri, merepotkan saja.!" dia kemudian melanjutkan langkahnya.


Resky kemudian mengikuti pria tampan itu yang sedang melangkahkan kakinya meninggalkan area pemakaman di susulan oleh Marcela.


"Gimana jika aku meminjam salah satu mobil yang di gunakan bawahan Ernest,?" kata Resky sambil berjalan di samping kanan Seven dan menatap pemuda tampan itu.


Marcela yang berjalan cepat kemudian menuju ke sisi kiri pemuda itu.


"Aku Rasa itu ide yang baik,!" ucapnya.


Seven lalu memandang sejenak satu persatu gadis itu yang berada di sisi kiri dan kananya lalu berkata."Kita naik bus.!"

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka bertiga telah menemukan bus di luar pagar area pemakaman itu.


__ADS_2