
Di malam itu Seven melajukan kendaraanya begitu cepat ke tengah-tengah kota london melewati jembatan terkenal di dunia yaitu london bridge yang membentang di Sungai Thames antara Borough High Street di Southwark dan King William Street di Inggris.
Pada saat pemuda tampan itu sedang melajukan kendaraanya ketengah-tengah kota, ia melihat seorang pri tua bersama dengan wanita muda berusia 20 tahun sedang mendorong sebuah mobil tua berwarna kuning.
Pemuda tampan itu kemudian menghampiri kedua orang itu.
"Brummmmmmmmm... !" Bunyi motor sedang berhenti.
"What about Grandpa's car ?"
...ARTINYA...
"Kenapa dengan mobilnya kakek ?"
Kedua orang itu lalu berbalik ke arah sumber suara.
"This old car broke down my grandson !"
...ARTINYA...
"Mobil tua ini mogok cucuku !" Jawab kakek itu.
"Can I help grandpa ?"
...ARTINYA...
"Bisa aku bantu kakek ?"
"Of course my grandson !"
...ARTINYA...
"Tentu saja cucuku !"
"Do you have grandfather's workshop tools ?"
...ARTINYA...
"Apa anda punya perkakas bengkel kakek ?" Tanya Seven
"Do you have grandfather's workshop tools ?"
...ARTINYA...
"Ada di dalam bagasi mobil tua ini cucuku, ikut denganku !"
"Give me the trunk key, let me take it Grandpa !"
...ARTINYA...
"Berikan aku kunci bagasinya, biar aku yang mengambilnya kakek !" Jawab Seven.
"This is the key! Forgive this old man who has troubled you ?"
...ARTINYA...
"Ini kuncinya ! Maafkan orang tua ini yang sudah merepotkanmu ?" Tanya kakek itu.
"It's no trouble! I'll take the tools first, grandpa !"
...ARTINYA...
"Nggak merepotkan kok ! Aku ambil perkakas dulu kek !" Jawab Seven.
"Please my grandson !"
...ARTINYA...
"Silahkan cucuku !" Jawab kakek itu.
Seven kemudian melangkahkan kakinya menuju ke bagasi mobil sedangkan kedua orang itu hanya bisa menyimak apa yang di lakukan pemuda itu.
Seven kemudian kembali setelah mengambil perkakas bengkel kemudian menuju ke arah depan mobil itu lalu membuka pintu penutup mesin sambil mencari penyebab mogoknya kendaraan antik roda empat tersebut.
"Ternyata busi mobil ini sangat kotor" Ucap Seven dalam hati.
"Is there anything Grandpa can do ?"
...ARTINYA...
"Ada yang bisa kakek lakukan ?"
"Do I need a friend's brush or a toothbrush ?"
...ARTINYA...
"Aku butuh sikat kawan atau sikat gigi ?" Tanya Seven.
"I don't have what you need my grandson, but wait! Maybe my grandson will bring a toothbrush."
...ARTINYA...
"Aku tidak punya apa yang kamu butuhkan cucuku, tapi tunggu dulu ! mugkin cucuku membawa sikat gigi." Jawab kakek itu.
"Fany come here for a minute! Grandpa needs you "
...ARTINYA...
"Fany kemarilah sebentar ! kakek membutuhkanmu.!"
Kemudian sosok wanita cantik berdarah campuran eropa dan asia dari generasi kakeknya kemudian melangkahkan kakinya ke arah sumber suara tersebut.
"What's wrong grandpa ?"
...ARTINYA...
__ADS_1
"Ada apa kakek ?" Tanya wanita cantik itu.
"Do you have a toothbrush ?"
...ARTINYA...
"Apa kamu punya sikat gigi ?" Tanya pria tua itu.
"Grandpa's got! It's in my suitcase.!"
...ARTINYA...
"Punya kakek ! ada di dalam koperku.!"
"Get that toothbrush my grandson !"
...ARTINYA...
"Ambilkan sikat gigi itu cucuku !" Ucap pria tua itu.
Wanita cantik itu lalu mengambil apa yang di inginkan kakeknya.
"This is grandpa, brush his teeth !"
...ARTINYA...
"Ini kakek, sikat giginya !"
"Give it to the young man !"
...ARTINYA...
"Berikan pada anak muda itu !"
Gadis cantik berusia 20 tahun itu kemudian memberikan sikat giginya kepada Seven sambil memandang wajahnya.
"Here's the toothbrush! What's with your face ?"
...ARTINYA...
"Ini sikat giginya ! Kenapa dengan wajah anda ?" Tanya Fany.
"Wounded.!"
...ARTINYA...
"Terluka.!" Jawab Seven sambil mengambil sikat gigi itu kemudian ia mencari sesuatu di tepi jalan itu.
"I mean! how come your face is hurt and what are you looking for ?"
...ARTINYA...
"Maksud aku ! kenapa bisa wajah kamu terluka dan apa yang kamu cari ?" Tanya Fany.
"After a fight! I'm looking for something that can be used to occupy gas.!"
...ARTINYA...
"I will help you.!"
...ARTINYA...
"Aku akan membantumu.!"
Kemudian mereka mencari benda apapun yang bisa di gunakan untuk menempati bensin, secara bersamaan mereka melihat botol plastik kecil kemudian mereka secara bersamaan mengambil benda itu di sudut jalan, tangan mereka saling menyentuh hinga secara sponta mereka saling memandang dengan jarak yang begitu dekat.
Dag...Dig...Dug..!!!
"Ya ampun jantungku berdetak kencang menatap wajah tampan cowok ini, matanya sungguh indah dan begitu menusuk kedalam jantungku, ada apa denganku sih !" Ucap Fany dalam hati.
Pria tua itu hanya menyimak setiap kejadian yang berlangsung sambil tersenyum kecil dengan maksud tertentu.
Kemudian Seven mengambil botol kecil itu, sontak wanita cantik itu tersadar dari khayalanya. Mereka kemudian kembali ketempat di mana mereka berasal.
"Does Grandpa have a small tube ?"
...ARTINYA...
"Apa kakek punya selang kecil ?" Tanya Seven.
"Yes ! I will get for you my grandson.!"
...ARTINYA...
"Punya ! Aku akan mengambilkan untukmu cucuku.!" Jawab pria tua itu.
Pria tua itu melangkahkan kakinya ke menuju ke dalam mobil untuk mengambil apa yang di inginkan pemuda itu kemudian kembali lagi ketempat di mana pemuda tampan itu sedang menunggunya.
"This is what you wanted !"
...ARTINYA...
"Ini benda yang kamu inginkan !" Ucap pria tua itu.
Seven hanya membalas ucapan pria tua itu dengan senyum kemudian menuju ke tempat di mana ia akan mengambil bensin di mobil klasik itu.
Mereka berdua hanya menyimak apa yang di lakukan Seven.
"Pemuda ini berpenampilan seperti ganster tetapi tindakanya membuatku mengaguminya " Ucap Fany dalam hati.
Setelah pemuda tampan itu telah selesai mengambil bensin, kemudian ia mencuci busi mobil itu dengan bensin lalu menyikatnya dengan sikat gigi milik wanita cantik itu.
"Aku rasa sudah cukup.!" Ucap Seven dalam hati sambil mengeringkan busi yang basa dengan menggunakan sudut baju di dalam jaketnya.
"Ya ampun ! Pria ini jorok tapi keren abis " Ucap Fany dalam hati.
Pria tua yang berada tepat di samping cucu wanitanya tersenyum kecil dengan maksud tertentu.
Seven kemudian memasang kembali busi mobil itu selanjutnya menutup pintu mesin.
__ADS_1
"Sudah selesai, selanjutnya langkah terakhir !" Ucap pria tampan itu dalam hati.
Seven kemudian melangkahkan kakinya menuju ke pintu pengegemudi lalu membuka pintu mobil itu dan masuk kedalamnya kemudian dia menyalahkan mobil itu.
"Brummmmm... ! Brummmmmmm... !" Suara mobil klacik itu.
Pemuda tampan itu kemudian keluar dari kendaraan roda empat itu.
"Grandpa's car is very interesting.!"
...ARTINYA...
"Mobil kakek sangat menarik.!" Ucap Seven.
"Thank you very much my grandson! Do you like this car ?"
"Terima kasih banyak cucuku ! Apa kamu menyukai mobil ini ?"
"Of course I like it cake!"
...ARTINYA...
"Tentu saja aku menyukainya kek !"
"This car is now yours and don't refuse my little gift.!"
...ARTINYA...
"Mobil ini sekarang jadi milikmu dan jangan menolak pemberian kecilku.!"
Seven hanya terdiam membisu sambil melihat ke bawah seperti memikirkan sesuatu.
"Ya ampun ! Cowok ini makin membuatku terpesona, aku baru menemukan pria seperti ini dalam hidupku,dia berbeda, unik dan cuek.!" Ucap Fany yang dari tadi selalu megawasi gerak-gerik pemuda itu kemudian tersenyum tanpa di sengaja.
Sekumpulan mobil mewah tiba-tiba muncul delapan mobil BMW seri 8 berwarna hitam, sebelas marcedes benz berwarna hitam dan sebuah limousine berwarna hitam.
Mereka bertiga kemudian menoleh ke arah munculnya sekumpalan mobil mewah itu yang berbaris rapi kemudian berhenti tepat di samping mereka.
"Good evening Mr. Erlangga Steven Lee.!"
...ARTINYA...
"Selamat malam Tuan besar Erlangga Steven Lee.!" Ucap serentak sekumpulan orang-orang berbaju hitam sambil membungkuk hormat.
Di saat itu, Seven terkejut mendengarkankan perkataan seorang pria yang kini menghampiri pria tua itu.
"Mr Erlangga," kata Seven dalam hati sambil menyimak percakapan itu.
"Sorry for not knowing that you went to pick up the young miss.!"
...ARTINYA...
"Maafkan atas ketidak tahuan kami bahwa anda berangkat untuk menjemput Nona muda " Ucap pemimpin kelompok itu.
"Take my grandson's suitcase and take it to the car !"
...ARTINYA...
"Ambil koper cucuku dan bawa kedalam mobil !" Ucap pria itu yang bernama lengkap Erlangga Steven Lee.
Pria tua itu melangkahkan kakinya menuju ke mobil limousine megah bersama cucunya kemudian berbalik ke arah Seven.
"That car is very valuable to me because it has accompanied me since I was a teenager until now and you are the one who deserves it. What is your name my grandson ?"
...ARTINYA...
"Mobil itu sangat berharga bagiku sebab telah menemani aku dari remaja sampai saat ini dan kamu orang yang pantas mendapatkanya. Siapa nama kamu cucuku ?" Ucap pria tua itu.
"Farhan Crow Seven.!" Jawabnya.
"I will call you Seven ! Hope fully one day we will meet again my grandson !"
...ARTINYA...
"Aku akan memanggilmu Seven ! Semoga suatu hari kita bertemu lagi cucuku !" Jawab Erlangga Steven Lee.
"jadi itu nama cowok tampan ini, suatu saat nanti kita akan bertemu kembali !" Ucap Fany dalam hati sambil tersenyum dengan maksud tertentu.
Merekapun kemudian berbalik dan masuk ke dalam limousine megah itu selanjutnya meninggalkan tempat itu bersama dengan kumpulan mobil mewah yang lain.
"Sepertinya pria itu menarik perhatianmu, apa kamu menyukai dia ?" Tanya pria tua itu.
"Dia menarik kakek ! Dia bukan tipe aku dan aku tidak menyukainya.!" Jawab Fany
"Kamu sungguh pendusta yang buruk cucuku !" Ucap pria tua itu sambil tertawa terbahak-bahak.
"Kakek.!" Jawab Fany yang merasa malu.
"Kakek itu begitu unik ! Bagaimana aku membawa mobil ini sedangkan aku kesini dengan motorku ! Akh........Sebaiknya aku pulang dulu ke apartemnku kemudian kembali ketempat ini dengan memesan taxi untuk mengambil mobil klasik ini " Ucap Seven yang berbicara sendiri.
...FLASH BACK OFF...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Karakter Fany Terekam...
...Di...
...EPISODE 30 : Pesta Dansa...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...