LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 149 : Mencari Penyebab Hilangnya Raisa


__ADS_3

Setelah usai berdialog dengan Mrs Erlita dan di saat Mr David bersama dengan Indra berbalik arah dengan tujuan meninggalkan mansion itu, seorang pria baya serta beberapa orang berpakaian rapi menghampirinya.


"Paman, Frenky," ucap Indra dalam hati.


"Apa sahabatku ini mengetahui sesuatu tentang insiden yang terjadi di mansion ini,!?" kata Mr David.


"Menurut laporan beberapa bodyguard yang aku utus, kejadian yang menyebabkan mati lampu beberapa waktu yang lalu adalah murni di sengaja oleh seseorang dengan menggunakan alat control (remote) yang telah di manipulasi," kata Mr Frenky.


"Berarti kejadian beberapa waktu yang lalu telah di rencakan dengan sangat baik dan sangat berhati-hati," kata Mr David sambil berjalan keluar dari mansion itu dan berada tepat di samping sahabatnya.


"Itu betul brother," kata Mr Frenky sambil memalingkan wajahnya ke arah Mr David sejenak.


Di saat percakapan sedang berlangsung, Indra kemudian masuk ke dalam celah-celah percakapan itu.


"Apakah paman mengenal seorang pria bernama Farhan Crow Seven,!?" ucapnya sambil menatap Mr Frenky.


"Farhan Crow Seven,!! sepertinya itu nama dari salah satu sahabat putraku, aku juga perna melihat seseorang yang sangat mirip dengannya sewaktu acara pelelangan," kata Frenky sambil memalingkan wajahnya ke arah Indra, dia lalu melanjutkan perkataanya."Ada apa dengannya.!?"


"Seseorang yang mirip denganya,!! bisa jadi itu adalah orang yang sama. Hanya saja, aku belum perna berjumpa dengan pemuda itu, aku rasa apa yang di katakan Indra memang tepat, ini bukanlah kebetulan," kata Mr David yang masuk ke dalam celah-celah percakapan itu sambil menatap Mr Frenky Junior.


"Aku menaruh curiga padanya, aku baru tau jika paman mempunyai seorang putra,!! yang aku tau, paman hanya memiliki putri," kata Indra yang begitu terkejut atas perkataan Mr Frenky sambil menatap pria paru baya yang berada tepat di hadapanya.


"Maksudmu tentang hilangnya putri Mrs Erlita.!? Putraku bernama Albert dan dia adalah anak dari istri pertamaku," kata Mr Frenky sambil tersenyum kecil ke pada Indra.


"Tepat, Paman," kata Indra sambil menatap Mr Frenky Junior.


Di saat itu, Indra kemudian teringat kejadian di indonesia pada saat dia berpura-pura menyelamatkan Raisa dari ancaman pemerkosaan dan teringat pula pada saat berada di atas pesawat yang terbang menuju ke kota paris untuk persiapan pemakaman Mr Sudirman Sinaga.


"Albert,!! aku ingat sekarang yang pertama pada waktu dia berbicara dengan Farhan Crow Seven melelalui Hp pada saat aku ingin meninggalkan tempat kejadian setalah aku menyelamatkan Raisa dan yang kedua seingatku Albert yang aku kenal cukup akrab dengan Farhan Crow Seven pada saat di pesawat. Mungkin albert yang aku kenal adalah putra paman Frenky. Dan jika teryata itu benar. Maka, permainan akan semakin menarik," begitulah setiap kata yang terlintas dalam benak Indra tanpa ia ucapkan.


"Sebaiknya kita berangkat," kata Mr David.


"Okey, brother," kata Mr Frenky.


"Baik, Ayah," kata Indra.

__ADS_1


Tak lama kemudian, mereka meninggalkan kediaman Mrs Erlita.


Di saat yang sama, Albert yang berada pada kumpulan teman-temanya sedang memperharikan Ayahnya berdialog dengan Indra yang sudah berada di tangga luar mansion itu sambil berjan menuju ke mobil.


"Apa yang mereka bahas," ucapnya dalam hati.


"Apa yang kak Alber pikirkan," kata Resky.


"Menurutmu," kata Albert sambil berpaling sejenak ke arah Resky.


"Jangan katakan jika apa yang aku pikirkan sama dengan apa yang kakak pikirkan," kata Resky.


"Sangat tepat," kata Albert.


Di saat itu, Marcela, Irma, Violet dan Arya kebingungan dengan perkataan mereka berdua.


"Ada apa sih,! katakan,!?" kata Irma yang terlihat begitu penasaran sambil menatap Albert.


"Katakan saja supaya kita faham," kata Marcela sambil menatap Albert dan Resky secara bergantian.


"Katakan, Kak," kata Violet sambil memandang wajah Albert.


Resky kemudian memalingkan wajahnya ke arah Arya, baru saja Resky ingin menjawab perkataan Arya, dia lalu teringat perkataan Albert dan Farhan Crow Seven tentang siapa Mr David Nasution Brodryck.


Gadis cantik itu lalu kembali memalingkan wajahnya kepada Albert kemudian memberi sebuah isyarat.


"Bukan waktu yang tepat untuk memberi tahu kakakmu di saat masalah semakin rumit, sebaiknya kamu berbicara dahulu dengan Ibumu tentang Indra dan Mr David," bisik Albert ke telinga Resky.


"Baiklah, aku mengerti situasi saat ini, Kak,!" bisik Resky.


"Ngomong dong, pakai rahasia-rahasia segalah," kata Irma yang sedang memperhatikan Albert dan Resky saling berbisik secara bergantian.


Di saaat Itu, Albert kemudian memalingkan wajahnya ke arah Irma.


"Jika Irma yang mengetahui ini mungkin tak jadi masalah. Tapi," ucapnya dalam hati, Alber lalu memalingkan wajahnya ke arah Marcela"Dia yang akan menjadi masalah, dia adalah generasi keluarga Brodryck sekaligus sepupu dari Raisa," ucap Albert dalam hati.

__ADS_1


"Mengapa kamu melihatku seperti itu, ada apa lagi denganku,!?" kata Marcela Aprilia Brodryck sambil menatap Albert dengan penuh tanda tanya.


"Bagaimana cara menyampaikan hal ini kepada Marcela yah,!" kata Albert dalam hati sambil mencari kata yang tepat.


Di saat itu, Resky menyadari maksud dari Albert.


"Mungkin aku yang cocok untuk berbicara kepada mereka. Setelah aku berbicara dengan Ibuku, aku juga akan menjelaskan ke pada Kak Arya jika Indra adalah kakak kami berdua," bisik Resky.


"Baiklah kalau begitu, aku serahkan padamu, aku akan berangkat ke london malam ini sebab Farhan sedang bersama dengan Raisa," bisik Albert kepada Resky tanpa sadar mengatakan sesuatu yang penting (Keceplosan).


"Apaaaa..... Jadi,!!!" kata Resky lalu perkataanya terhenti sebab Albert menyumbat mulut Resky di waktu yang tepat dengan tangan kananya.


"Astaga... Keceplosan pula lagi," kata Albert dalam hati.


Arya, Irma, Violet dan Marcela semaking bingung dengan kelakuan Albert dan Resky.


Di saat yang sama dan di tempat yang berbeda yang lebih tepatnya di dalam mobil limoushin yang sedang bermaksud menuju ke bandara.


"Apa kamu sudah berbicara dengan putramu, brother,!?" kata Mr Arashavin yang duduk berhadapan dengan Mr Freiza Crow Sixt.


"Aku sudah berbicara denganya, untuk saat ini dia sedang mengurus sesuatu yang tak aku ketahui," kata Mr Freiza Crow Sixt.


"Kita harus cepat, sebelum mereka menyadari rencana kita," kata Mrs Park Ae-Ri yang sedang duduk di samping Mr Arashavin.


"Maksud anda, Mr David dan Mr Bagas Erlangga,!?" kata Mr Freiza Crow Sixt.


"Tepat sekali, terutama pada Mr Bagas Erlangga yang saat ini sedang terpuruk dalam hal finansial," Kata Mr Arshavin.


"Aku rasa, mereka tak akan menyadari itu. Tapi, yang aku khawatirkan adalah Mr Erlangga Steven Lee, pria tua itu terlalu banyak memiliki informasi," kata Mr Freiza Crow Sixt.


"Putramu tak menyadari jika dirinya adalah kunci utama," kata Mrs Park Ae-Ri sambil menatap Mr Freiza Crow Sixt.


"Sebaiknya, kamu berbicara dengan putramu sekali lagi, bro,!" kata Mr Arsavin yang juga menatap Mr Freiza Crow Sixt.


"Tentu saja Farhan tak mengetahui hal itu. Aku pikir, istriku yang akan membujuk Farhan, aku rasa itu akan lebih efektif ketimbang diriku," kata Freiza Crow Sixt sambil menatap Mr Arashavin dan Mrs Park Ae-Ri secara bergantian.

__ADS_1


"Nyonya Dian akan kamu libatkan juga,!? apa tak jadi masalah, bagaimana jika Istrimu memberitahu kebenaran," Kata Mrs Park Ae-Ri.


"Percayalah padaku, itu tak akan perna terjadi," kata Mr Freiza Crow Sixt sambil tersenyum penuh kemenangan.


__ADS_2