LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 47 : Di Waktu Hujan Turun


__ADS_3

Rusia lebih tepatnya kota moskow jam 10 : 05 dan 13 : 05 waktu indonesia dimana Raisa, Irma dan Marcela sedang meninggalkan restoran menuju ke suatu tempat.


Seorang pria tampan sedang berjalan sambil membawa payung seperti sedang mencari seseorang.


"Di mana gadis itu berada ! Sebenarnya apa masalah gadis itu sehingga dia kabur dari rumahnya, setiap kali aku mencari informasi di rumah besar itu tentang identitasku yang sebenarnya selalu saja aku terhambat " Ucap Rian dalam hati.



Pria itu melihat sekelilingnya dan menyisiri setiap jalan kota moskow untuk menemukan gadis yang ia cari.


"Hpnya ngak aktif lagi ! Kemana lagi aku harus mencari gadis itu, sebaiknya aku bertanya saja pada orang-orang di kota ini !" Ucap Rian dalam hati.


"Izvinite menya, ser ! Mozhno sprosit' ?"


...ARTINYA...


"Permisi tuan ! Boleh aku bertanya ?"


"konechno molodezh' !"


...ARTINYA...


"Tentu sajà anak muda !" Jawab seorang pria


"Vy videli etu zhenshchinu ?"


...ARTINYA...


"Pernakah anda melihat wanita ini ?" Tanya Rian sambil memperlihatkan foto dari Hpnya.


"ya nikogda etogo ne videl !"


...ARTINYA...


"Aku tidak perna melihatnya !" Jawab pria itu.


"Spasibo ***'shoye, ser !"


...ARTINYA...


"Terima kasih banyak Tuan !" Jawab Rian.


"vy oba molody !"


...ARTINYA...


"Sama-sama anak muda !" Jawab pria itu.


Rian kemudian melanjutkan langkahnya kemudian teringat sesuatu


"Mungkin saja Nona Irina berada di taman kampus di tempat terakhir kami bersama, sebaiknya aku kesana !" Ucap Rian dalam hati.


Pemuda tampan itu lalu menuju ke mobil Aurus senat mobil termahal dan termewah di rusia



"Brummmmm... ! Brummmmmmmmmm... !!" Suara mobil melaju meninggalkan tempat itu menuju ke lomonosov moskow kampus ternama di negara itu.


Beberapa waktu kemudian, Rian telah tiba di kampus itu lalu memarkir mobil mewah itu selanjutnya ia menyimpan jaketnya kemudian keluar dari kendaraan roda empat tersebut sambil membentangkan payungnya sambil melihat mobil mobil itu.

__ADS_1


"Aku rasa tidak akan ada yang protes jika aku memarkir mobil ini di sini ! Sebaiknya aku mencari Nona irina !" Ucap Rian dalam hati.



Pemuda tampan itu kemudian melangkahkan kakinya menuju ke taman kampus.


"Semoga saja Nona Irina berada di taman itu, jika tidak ! Aku tidak tahu lagi kemana harus mencarinya." Ucap Rian dalam hati.


Rian kemudian memasuki lorong kampus itu dan menutup payungnya sambil melangkahkan kakinya menelusuri lorong-lorong kampus, setelah ia tiba di sudut lorong kampus itu, kemudian dia kembali membentangkan payungnya berjalan menuju ke taman. Dari kejauhan ia melihat seorang wanita sedang duduk di kursi yang perna ia duduki sebelumnya bersama dengan Irina.


"Ternyata dugaanku memang betul jika gadis ini akan berada di sini " Ucap Rian dalam hati.



Rian kemudian menghampiri Irina yang sudah kebasahan lalu duduk di sampingnya dengan memayunginya, gadis cantik terkejut karena terasa ada benda yang menghalangi hujan turun di atas kepalanya kemudian ia melihat ke atas dan melihat payung di atas kepalanya, ia kemudian mengarahkan pandanganya ke arah sang pembawa payung itu.



"Mengapa kamu bisa tahu jika aku ada sini ? sebaiknya jangan ganggu aku dan pulanglah, ini perintah... !! Apa kamu faham apa yang aku katakan,?" tanya Irina yang sedang kesal.


"Maaf Nona Irina ! Tapi aku tidak akan menuruti keinginanmu kali ini dan aku tidak akan membiarkanmu seperti ini, tugasku bukan hanya sebagai supir Nona melainkan juga sebagai penjaga, Nona.!"


"Pergi dari sini dan biarkan aku sendiri.!" Ucap Irina


Seorang pria berpayung hitam sedang melangkahkan kakinya kemudian pria itu tiba-tiba menghentikan langkahnya dari kejauhan.


"Aku sudah terlambat ! Bukankah itu supir Irina.!" Ucap Leon dalam hati



Leon sedang mengalami kebimbangan dalam situasi itu.


Tiba-tiba saja hujanpun reda, kemudian Leon membalikkan tubuhnya sambil berjalan menjauh dari Irina dan Rian.


"Sial..... ! Padahal ini moment yang tepat untuk membuat Irina mencintaiku tapi supir itu menjadi penganggu saja, ngapain dia tiba-tiba muncul dalam keadaan keren, Akh.....Aku tidak perlu kawatir, lagian dia hanya seorang supir !" Ucap Leon dalam hati sambil menutup payungnya.


Di saat yang sama Rian kemudian menutup payungnya dan tersenyum kecil ke arah Irina.


"Sebaiknya kita pulang Nona Irina ! Ibumu sedang mencarimu dan dia juga yang mengutus aku dan bukan haya aku saja yang mencari Nona, melainkankan seluruh pengawal di mansion anda sudah di kerahkan oleh ibu Nona hanya untuk menemukan anda.


"Itu bukan urusanku dan aku tidak peduli hal itu.!" Ucap Irina.


"Jadi sampai kapan Nona akan tetap seperti ini ! Coba Nona lihat pakaian yang anda kenakan sudah basah, apakah Nona nggak kedinginan ?" Tanya Rian.


"Nggak kok ! Aku tidak kedinginan !" Jawab Irina.


"Lalu kenapa Nona melipat kedua tangan anda ?" Tanya Rian.


"Itu bukan urusanmu ! Mengapa kamu jadi sangat cerewet sih biasanya kamu seperti kulkas, pergi dari sini cepat !!" Jawab Irina.


"Okey Nona Irina aku akan pergi !" Ucap Rian.


Pemuda tampan itu kemudian berdiri dari tempat duduknya lalu melangkahkan kakinya menjauh dari irina, Baru beberapa langkah ia berjalan kemudian ia mendengar suara teriakan Irina.


"Tunggu ! Kamu mau kemana supir brengsek, mengapa kamu meninggalkan aku sih Argh......!" Ucap Irina kesal.


Rian kemudian menghentikan langkahnya tanpa berbalik ke arah Irina.


"Bukankah Nona Irina menyuruh aku untuk pergi !" Jawab Rian sambil tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


"Kamu kesini supir brengsek Argh.....!" Ucap Irina kesal


Rian kemudian membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju ketempat di mana Irina berada. pemuda tampan itupun tiba dan menghentikan langkahnya tepat di depan Irina lalu jongkok.



"Apa yang bisa aku bantu Nona Irina ?" Tanya Rian.


"Aku kedinginan !" Jawab Irina.


"Aku kira Nona ngak kediginan !" Ucap Rian.


"Kamu cerewet amat sih !" Jawab Irina.


"Jaketku ada di mobil Nona Irina !" Ucap Rian.


"Siapa juga yang meminta jaketmu sih !" Jawab Irina kesal.


"Lalu apa yang Nona inginkan ?" Tanya Rian.


"Pokoknya aku kedinginan dan aku lelah !" Ucap Irina.


"Makanya aku katakan kepada Nona Irina , apa yang anda inginkan ?" Tanya Rian.


"Kamu itu tidak peka amat sih !" Ucap Irina kesal.


"Bukanya aku tidak peka, tetapi anda yang ngak jelas !" Jawab Rian.


"Gendong aku, cepat dan ngak usah bertanya lagi !" Ucap Irina.


"kenapa ngak ngomong dari tadi Nona Irina !" Jawab Rian.


"Nggak usah cerewet dan jangan banyak protes, cepat gendong aku ke mobil !" Ucap Irina


"Okey Nona Irina ! Naiklah ke punggungku !" Jawab Rian.


Irina kemudian naik ke punggung pemuda itu sambil menyilangkan kedua tanganya. Rian kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah tempat di mana dia memarkir mobil keluarga besar wanita cantik itu.


Beberapa waktu kemudian, akhirnya kedua orang itu tiba di samping mobil mewah itu.


"Kita sudah tiba Nona Irina ! Sebaiknya anda turun ?" Tanya Rian.


Karena tidak ada respon dari wanita cantik itu kemudian Rian memalingkan wajahya kesamping untuk melihat Irina.


"Ternyata gadis ini tertidur !" Ucap Rian dalam hati sambil kembali memalingkan wajahnya seperti semula.



Rian kemudian membuka pintu samping mobil itu yang sejajar dengan tempat pengemudi lalu memasukkan Irina ke dalamnya dan menutupnya, setelah itu dia menuju ke pintu samping kemudian membuka pintu itu lalu masuk dan duduk di kursi pengemudi dan menutupnya, selanjutnya dia melajukan mobil itu meninggalkan tempat itu sambil melihat jam tanganya.


"Ternya aku sangat lama di tempat ini ! Sudah pukul 13 : 02.!" Ucap Rian dalam hati.


"Brummmmm... ! Brummmmmmmm... !" Suara mobil sedang melaju.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Alasan Irina Arashavin mengalami kisah seperti ini akan di jelaskan pada mode Flash Back....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2