
Di kediaman megah Mrs Erlita, para orang penting berkumpul setelah beberapa waktu yang lalu juga ikut membantu mencari keberadaan Raisa yang hilang secara mendadak, beberapa di antara orang-orang penting itu saling menatap dengan rasa penuh curiga.
"Aku rasa, ini sebagian rencana dari putra David," kata Mr Arashavin sambil memperhatikan David yang sedang berdiskusi dengan Indra.
"Aku nggak yakin jika itu ulah Indra," kata King yang juga sedang memperhatikan Mr David.
Di kelompok yang lain, Arya sedang menyampaikan informasi kepada Ayahnya dan juga kepada Mrs Erlita yang di dampingi oleh Mrs Erika. Di saat itu juga, Irma, Resky, Albert, Violet dan Fany sedang berada di tempat itu, mereka hanya menyimak dengan seksama tanpa berkata-kata sedikit pun.
"Raisa benar-benar hilang tanpa jejak," kata Arya sambil memandang Ayahnya dan juga Ibu dari Raisa wulandari secara bergantian.
Di saat itu, Albert memperhatikan Arya yang sedang terlihat begitu cemas.
"Dasar Seven, bikin sibuk orang banyak," kata Albert dalam hati sambil memperhatikan Arya yang sedang berdialog dengan Mrs Erlita dan Ayahnya.
Di saat itu pula, Resky sedang terlihat begitu gelisah seperti sedang mencari seseorang.
"Di mana yah,! Kak Seven,! Kok belum terlihat di mana-mana sih," kata Resky yang sedang sibuk memperhatikan pintu mansion yang terbuka lebar.
Dan di waktu yang sama, Freiza Crow Sixt yang berada di luar mansion sedang berdialog dengan Seven melalui telephone.
"Kamu di mana,!? aku sudah mencari di aula mansion ini tetapi aku tidak menemukan keberadaanmu."
__ADS_1
"Aku lagi sibuk, aku sedang mengurus sesuatu yang penting."
"Cepat katakan kamu di mana,!? aku ingin berbicara denganmu secara langsung, aku ingin membahas pernikahanmu dengan putri sahabatku, kamu mengenal gadis itu, kamu perna bertemu denganya sewaktu masih kecil."
"Apaaaa.... !! menikah.... !! Aku nggak mengingat gadis itu dan aku nggak akan menikah dengannya dan itu tak akan perna terjadi."
"Tut... Tut... Tut... !! Bunyi Hp milik Freiza Crow Sixt.
"Anak ini, sampai kapan dia akan memusuhiku," kata Farhan Crow Sixt dalam hati sambil menurunkan Hpnya dari telinganya selanjutnya mengenggam Hp miliknya dengan sangat kuat seperti ingin meremukkan Hp miliknya di sebabkan oleh kekesalannya kepada Seven.
"Kamu harus menikahi Irina apa pun yang terjadi untuk memudahkan rencana ini."Kata Freiza Crow Sixt dalam hati, dia kemudian tersenyum dengan maksud tertentu.
Di saat yang sama, Arya kemudian menghampiri Irma, Resky, Violet dan Fany yang sedang begitu gelisah di sebabkan tentang kemana Raisa menghilang. Berbeda halnya dengan Albert yang memilih pergi secara diam-diam diantara para gadis cantik itu.
"Dasar Farhan,!" kata Albert dalam hati sambil menoleh sejenak ke arah kerumunan teman-temannya.
Di saat itu, Abert kemudian bersembunyi di balik salah satu tembok besar mansion sambil mengambil Hp miliknya dari saku celananya dengan maksud ingin menelphone Farhan.
"Krink... Krink... Krink.... !!"
Di saat Seven sedang berada di dalam pesawat dengan tujuan kembali ke London bersama dengan Raisa yang masih tetap tak sadarkan diri di sebabkan oleh pengaruh obat bius yang saat ini duduk di sampingnya, pemuda tampan itu lalu memandang sejenak wajah Raisa tanpa berkata apa pun kemudian mengambil Hp miliknya dari saku celananya.
__ADS_1
"Albert," gumamnya sambil melihat layar Hp miliknya
Seven kemudian mengangkat panggilan telephone itu selanjutnya menempelkan Hp miliknya di telinga kanannya.
"Ada apa,!? aku akan berangkat ke London saat ini, aku berada di pesawat, temui aku besok di apartemenku."
"Baiklah,! kamu itu benar-benar mencari masalah besar, kamu harus memberitahuku yang sebenarnya tentang apa alasan kamu menculik Raisa dengan cara yang sangat nekad tetapi keren, bro."
"Aku akan menjelaskan detailnya besok, sudah dulu, pesawatku akan segera lepas landas," kata Seven kemudian mengakhiri percakapan telephone selanjutnya menonaktifkan Hp miliknya.
Setelah percakapan telephone betakhir, Albert kemudian kembali menyimpan Hp miliknya di dalam saku celananya, dia selanjutnya menuju kembali ke tempat di mana Irma, Resky, Violet dan Fany sedang menyimak pernjelasan Arya.
Di saat itu juga, Marcela yang memperhatikan teman-temanya yang sedang sibuk berdialog kemudian memalingkan wajahnya ke arah Irina yang di dampingi oleh King.
"Aku akan ke sana dulu," kata Irina sambil memberikan isyarat melalui matanya.
"Okey," kata Irina.
Marcela lalu memandang wajah King kemudian melanjutkan perkataanya.
"Apa kamu sudah mengetahui orang tua kandungmu.!?"
__ADS_1