LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 88 : Kakak Terbaik Di Dunia


__ADS_3

Di dalam sebauh restoran, kedua gadis baru saja meyelesaikan makannya tepat pukul 02:40 malam, waktu London.


Suara bising dering telephone memecah keheningan antara kedua gadis itu.


"Ya ampun.... ! Bikin kaget ajah.... !!! Suara Hp kamu itu berisik amat sih.! Angkat,!!!" kata Marcela.


Resky kemudian mengambil Hp miliknya tanpa merespon perkataan Marcela, dia memperhatikan layar Hp miliknya.


"Kak Arya,!! ucap Resky dalam hati, dia lalu menempelkan Hp miliknya di telinganya.


"Halo,!! kak Arya.!!"


Marcela terkejut mendengarkan perkataan Resky, dia kemudian menyimak.


"Aku berada di london, tepatnya di ST Thomast Hospital saat ini bersama Ayah dan ibu, sebaiknya kamu kemari, Om sudirman telah meninggak dunia.!"


"Aku sudah tau itu kak.!! Mungkin, kak Raisa dan Tante Erlita akan segera tiba, aku akan segera ke rumah sakit.!"


"Kami akan menunggumu,!" kata Arya lalu mengakhiri percakapa telephone.


Marcela yang sedari tadi menyimak kemudian berkata :"Apa hubunganmu dengan Arya, apa kamu adiknya.!?"


Resky menjawab :"Aku adiknya.!"

__ADS_1


Marcela yang menopang wajahnya dengan tanganya memandang gadis cantik yang sedang duduk di kursi restoran tepat berada di hadapanya."Aku rasa ini semakin menarik, kakanya calon korban balas dendamku sedangkan adiknya tanpa sadar menyukai cowok yang aku taksir,!" ucapnya dalam hati."Apa yang sedang kamu pikirkan,? kok wajahmu kusut gitu.!"



Resky menjawab :"Sebaiknya kita kembali ke rumah sakit kak,!" dia lalu memandang Marcela.


"Okey,!" kata Marcela sambil berdiri dari tempat ia duduk, dia lalu melirik Resky."Mengapa kamu masih melamun di tempat dudukmu.? Cepat, sebelum aku berubah pikiran.!"


Resky kemudian beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti Marcela yang sedang berjalan keluar dengan niat menuju ke rumah sakit. Dia memandang Marcela sejenak kemudian berdialog dengan pikiranya :"Apa aku harus bertanya kepadanya yah.... !! Bagaimana jika dia semakin membuat rabun petunjuknya, sebaiknya aku tunggu kak Seven ajah.!"


Marcela dan Resky kemudian saling memandang dengan senyum terpaksa.Tidak butuh waktu lama, mereka berdua akhirnya tiba di dalam rumah sakit.


"Ayah.... !! Ibu.... !! Kak Arya... !"



"Aku sangat merinduhkan wajah cantik putriku,!!" kata Mrs Erika yang berjalan ke arah Resky.


Aku juga, Ibu,!!" kata Resky yang melangkahkan kakinya menuju ke arah mereka bertiga.


Marcela yang berada di belakang Resky hanya menyimak sambil berjalan lurus kedepan, dia menatap seorang pria tampan yang berdiri tidak jauh dari hadapanya, dia tersenyum licik."Kita bertemu lagi, Arya Ramdhan,!" ucapnya dalam hati.


__ADS_1


Resky kemudian memeluk Ibunya, setelah itu dia menghampiri Ayahnya kemudian memeluknya.


"Putriku makin cantik dan dewasa, aku sungguh merindukanmu, Nak.!!" Mr Ramdhan menepuk pundak putrinya yang berada dalam pelukanya.


Resky kemudian memalingkan wajahnya ke arah kakaknya, dia lalu melepaskan pelukanya dari tubuh Ayahnya, dia melangkahkan kakinya menuju ke hadapan Arya.


"Kakak sangat kurus, aku nggak perna melihat kondisi kakak jadi seperti ini, wajah kakak sangat pucat, sebenarnya apa yang kakak hadapi sehingga kakak menjadi lusuh seperti ini,!!" kata Resky yang memamdang Arya dengan raut wajah yang sangat sedih melihat kondisi kakaknya, dia menahan air matanya di pelipis matanya, dia kemudian memeluk Arya dengan sangat Erat.


"Aku tidak menyangkah, adik remajaku kini sudah dewasa, mungkin ini sudah sangat terlambat tapi aku nggak perduli,!!" kata Arya sambil memandang sejenak Resky.


Arya lalu mengambil sesuatu dalam saku jaketnya."Selamat ulang tahun adikku, semoga di usiamu yang ke 18 tahun ini kamu semakin dewasa dan cita-citamu terkabul,!"


Arya lalu memakaikan kalung di leher adiknya itu.


Di saat itu, Resky yang sedang memeluk Arya dengan sangat erat sontak terkejut karena merasakan sesuatu benda yang melekat di lehernya.


Mr Ramadhan dan Mrs Erika tersenyum manis meliha kejadian itu, mereka lalu menuju ke arah putra dan putri mereka dan selanjutnya memeluknya.


Di saat itu, Marcela hanya terdiam membisu melihat kejadian manis itu.


"Aku nggak menyangkah jika Arya begitu pedulih dengan adiknya, apa benar pria ini menyelingkuhi Raisa, sepertinya dia bukan tipe pria brengsek,!!" gumamnya, dia kemudian teringat perkataan Irma."Arg... !! sepertinya yang di katakan Irma memang betul, pria ini bisa membuat wanita jatuh cinta dengan sikapnya.!!"


Marcela tersenyum dengan maksud tertentu ke arah Arya yang juga sedang melihatnya secara sepintas.

__ADS_1


__ADS_2