
King sedang menyimak perkataan Marcela, dia terdiam sejenak kemudian menghela nafas pendek sejenak.
"Aku sudah mengetahuinya," kata King sambil tersenyum ke pada Marcela.
Irina sontak terkejut, gadis cantik itu kemudian ikut memandang wajah King selanjutnya berkata.
"Di mana Ayah dan Ibu kandungmu saat ini, apakah dia baik-baik saja,!? dan mengapa orang tua kandungmu membuangmu!?"
King lalu memalingkan wajahnya ke samping di mana Irina berada.
"Orang tua kandungku baik-baik saja dan dia nggak bermaksud membuangku," kata King, dia terdiam sambil memandang wajah cantik Irina dan kembali menghela nafas pendek sejenak.
"Seandainya kamu tau jika aku adalah kakakmu, bagaimana responmu kepadaku, aku ingin mengetahui itu. Tapi, untuk saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan kebenaran kepadamu, maafkan aku," begitulah kata yang terlintas di dalam benak King sambil tersenyum manis kepada Irina.
"Jangan tersenyum kepadaku," kata Irina lalu memalingkan wajahnya seperti semula.
Marcela tersenyun melihat kelakuan Irina, dia lalu berkata.
"Kapan kamu akan jujur dengan perasaanmu, aku tau jika kamu jatuh cinta dengan pemuda tampan yang berdiri di hadapanku saat ini."
__ADS_1
Sontak Irina terkejut hebat dengan perkataan Marcela, dia memalingkan sejenak wajahnya ke arah Marcela.
"Sialan,!! dari mana dia tau jika aku menyukai Rian secara diam-diam," ucapnya dalam hati, dia lalu berkata.
"Kamu itu sok tau,! pergi sana,!" kata Irina.
King menyimak dengan serius perkataan Marcela dalam keadaan terdiam membisu.
"Semoga saja apa yang di katakan Marcela hanya lelucon," ucapnya dalam hati.
Di saat itu, Marcela memandang wajah Irina dan King secara bergantian sambil tersenyum.
"Sepertinya ada sesuatu di antara kalian.! Janga-jangan setelah kalian berciuman di pesta ulang tahun waktu itu kini kalian saling menyukai secara diam-diam. Aku pergi dulu yah,! sampai jumpa lagi, aku nggak akan kembali ke rusia dalam waktu dekat ini," kata Marcela kemudian melangkahkan kakinya ke arah Irma dan teman-teman yang lainya dan di saat itu pula, Albert telah tiba di antara kumpulan gadis-gadis cantik itu.
King memamdang sejenak Marcela yang sedang menjauh selanjutnya ia memalingkan wajahnya ke arah Irina yang sedang batuk.
"Astaga,!! mengapa Marcela kembali mengungkit kejadian yang di lakukan secara terpaksa,"ucapnya dalam hati sambil menggaruk kepalanya.
King lalu mengalihkan topik pembicaraan, dia lalu pemperhatikan wajah Irina sejenak.
__ADS_1
Kamu kenapa,!? apa kamu sakit,!? sebaiknya kamu duduk sambil beristirahat, mungkin cuaca di kota Paris nggak cocok denganmu," dia lalu menyentuh pundak Irina.
"Jangan sentuh aku,! aku baik-baik saja dan jangan berbicara seperti itu kepadaku, aku nggak suka, apa kamu faham,!" kata Irina sambil melepas tangan King yang sedang menyentuh pundaknya.
"Bisa-bisa aku makin menyukainya jika perhatiannya terus seperti ini, Arg.... Kenapa aku malah memikirkan dia sih,!" gumamnya sambil mengeleng-gelengkan kepalanya dengan maksud menghilangkan apa yang ia pikirkan saat ini.
Di waktu yang sama, Marcela yang sedang berjalan mendekat ke arah kumpulan teman-temanya lalu tersenyum licik.
"Aku rasa, ini waktu yang tepat untuk menggoda Arya di saat dia mengalami kegalauan yang luar biasa, aku akan memenuhi janjiku, aku akan membalaskan sakit hati Raisa waktu itu," gumamnya lalu menghentikan langkahnya secara mendadak."Siapa yang menculik Raisa yah.! Apa mungkin ini ulah Indra, dia kan licik.! Tapi, sepertinya itu nggak masuk akal, ngapain dia menculik Raisa pada saat dia melamarnya, apa lagi Raisa juga menyukai Indra. Aku rasa, Raisa sedang mengerjai kita semua. Tapi apa maksudnya yah,!" ucapnya dalam hati, dia sangat bingung mencari jawaban tentang di mana Raisa saat ini.
"Mungkin, sebentar lagi Raisa akan menampakkam dirinya sendiri, sebaiknya aku melanjutkan misiku yang tertunda sebelumnya," gumamnya
Marcela kemudian melanjutkan langkahnya, dia kembali tersenyum dengan maksud tertentu.
"Apa yang kalian bahas, apa masih seputar hilangnya Raisa,!?" kata Marcela yang masuk ke dalam celah-celah percakapan Arya dengan Irma sambil berjalan mendekat.
Mereka yang berada pada kumpulan itu kemudian memalingkan wajahnya ke arah sumber suara, begitu pun dengan Arya dan Irma yang sontak menghentikan percakapan mereka berdua.
Di saat itu, Marcela telah berada di antara kerumunan teman-temanya.
__ADS_1
"Kita kekurangan satu orang, di mana kak Seven,!?" kata Marcela.
Sontak Albert, Irma, Resky, Violet, dan Fany kembali memandang wajah Marcela dengan pertanyaan serupa yang ada di dalam benak mereka kecuali Arya.