
Ibu Erlita dan ketiga anak muda yang tak lain adalah Raisa, Irma dan Albert baru saja mendarat di airport, mereka berempat kemudian bergegas turun dari pesawat jet pribadi milik keluarga besar almarhum Sudirman Sinaga.
Ernast dan beberapa bodyguard yang menggunakan setelan jas berwarna hitam kemudian menyambut mereka berempat.
"Selamat datang Nyonya besar.!!"
"kita berangkat sekarang,!!" kata Mrs Erlita yang sedang berjalan terburu-buru ke arah mobil limousine berwarna putih.
"Di mengerti, Nyonya Besar.!"
Raisa, Irma dan Albert berjalan cepat menyusul Mrs Erlita.
Tidak butuh waktu lama, mereka kemudian bergegas menuju ke rumah sakit.
...****************...
Sebuah kebakaran besar terjadi di kawasan proyek yang di kerjakan oleh Arya dan Renata, 30 Unit mansion atau 450 buah mansion yang sudah berada pada tahap pertegahan pembangunan hagus di lahap api, mau tidak mau Arya dan Renata mengalami kerugian besar.
Indra Permana Nasution sedang melangkahkan kakinya menuju ke pesawat jet pribadinya sambil tersenyum dengan Hp yang menempel di telinganya.
"Kabar bagus,!!" kata Indra sambil mengakhiri panggilan telephone, dia berjalan sambil memikirkan sesuatu."Sudah saatnya aku mengambil perusahaan milik Arya, sekarang akulah pemilik saham terbesar di perusahaanya, aku akan menyiksamu, aku akan menjadikan kalian semua sebagai pengemis,!!" gumamnya sambil tersenyum devil.
__ADS_1
Indra kemudian duduk manis dalam pesawat jet miliknya dan tidak lama kemudian pesawat mewah itu lepas landas menuju ke London.
...****************...
...*LONDON JAM 03: 20 MENJELANG SUBUH*...
Mr Erlangga Steven Lee sedang berdiskusi dengan putranya yaitu Bagas Erlangga di kediamanya sedangkan Fany bersama dengan Violet di kamarnya.
"Apa kamu yang melakukan ini, Putraku,!!??" jawab dengan jujur,!" kata pria tua itu.
"Jika aku ingin membunuh Sudirman, aku sudah melakukanya dari dulu, Ayah,!!" jawab Mr Bagas Erlangga.
"Lalu siapa yang melakukan itu, apa kamu tau sesuatu, Nak.?"
"Aku rasa ini bagian dari konsiprasi adu domba.!"
"Aku juga berpikir seperti, Ayah.!"
"Apa kamu sudah mendapatkan petunjuk tentang keberadaan putramu, aku tidak tau di mana keberadaan cucuku saat ini. Tapi, aku masih mengingat dengan jelas kejadian rumit yang waktu itu di rumah sakit thunder, cucuku memiliki bekas luka tembakan peluruh yang menyambar pahanya, aku rasa mereka menganggap cucuku tewas, jika saja aku tidak melindunginya, maka sudah pasti dia telah tewas.
"Mengapa baru sekarang Ayah memberitahuku berita penting ini, paha bagian mana yang terluka, Ayah,!!??" dia menatap serius pria tua itu.
__ADS_1
"Bagian kanan,!" kata Mr Erlangga Steven Lee.
"Aku harap putraku saat ini masi hidup, jika dia benar-benar hidup maka usianya sudah 22 tahun.!"
"Kamu benar putraku.!"
...****************...
Di kediaman mewah Mr Arashavin sedang terjadi dialog serius antara Ivan Petrov Arashavin dan Mrs Park Ae-Ri di dalam kamar mereka, lebih tepatnya di atas tempat tidur mereka setelah sepasang suami istri tersebut bermain adegan panas.
"Kira-kira siapa yang membunuh MR Sudirman Sinaga, Pa.... !!??" Tanya Mrs Park Ae-Ri yang membaringkan kepalanya di dada altetis suaminya itu.
"Aku nggak tau, Ma.... !!" dia menatap istrinya sejenak kemudian mencium jidatnya sesaat.
"Apa kita akan ke London malam ini, Pa.... !?" Dia berkata tanpa menatap suami tampanya.
"Aku rasa, nggak perlu, kita akan berkunjung pada saat hari pemakamannya berlangsung, kemungkinan besar itu di adakan di perancis tempat Sudirman tumbuh dewasa.!"
"Ngomong-ngomong, apa kamu yakin dengan anak muda yang bernama Rian itu,?" dia menatap wajah suaminya." Jujur saja pada awalnya aku terkejut melihat wajah anak itu, dia begitu mirip denganmu, seandainya putra kita masih hidup, kemungkinan usianya sudah seperti dirinya.!"
"Apa yang kamu katakan itu betul, Ma,! bagaimana jika kita bermain lagi sayang.?"
Mrs Park Ae-Ri tidak merespon perkataan suaminya, dia hanya tersenyum manis sambil menatap wajah tampan suaminya.
__ADS_1
"Aku rasa, kamu setuju.!"
Mrs Arashavin kemudian menyerang istrinya itu, merekapun kembali bermain di dalam selimut putih.