
Seorang Pria tampan sedang menarik koper sambil berjalan keluar dari mansion di ikuti oleh ibunya.
"Apa kamu tidak melupakan sesuatu, Nak.!" Tanya ibu pria itu.
"Nggak ada, Mom ! Aku berangkat dulu,!"
"Kamu Kuliah yang benar di london,Nak.! Kamu adalah masa depan keluarga kita, jangan buat kami kecewa dan berhentilah bermain wanita.!"
"Jangan kawatirkan itu,Mom ! Aku berangkat.!"
Farhan kemudian berjalan menuju supir pribadi kelurganya yang sedang menunggu dia. Ibu Dian hanya bisa memandang punggung putranya. Setelah Farhan berada di dalam mobil, kemudian supir pribadi keluarga mereka melajukan mobil tersebut dengan maksud meninggalkan mansion itu.
Beberapa waktu kemudian, mereka pun tiba di bandara internasional. Farhan lalu keluar dari mobil itu kemudian melangkahkan kakinya ke dalam bandara itu sambil membakar sebatang rokok selanjutnya menghisapnya.
"Setelah aku tiba di London, aku akan mencari orang itu yang terkait dengan apa yang aku cari dan juga terkait tentang Rs Thunder," kata Farhan dalam hati.
Di saat yang sama, seorang wanita cantik sedang berjalan keluar dari bandara sambil memainkan Hp miliknya.
Pada saat dia berjalan sambil berbelok ke arah kanan di samping tembok besar bandara itu, gadis cantik itu tak sengaja menabrak seorang pria yang juga sedang berjalan di samping tembok besar yang sama dengan yang ia lalui.
"Brukk,!" Suara Hp milik Marcela yang terjatuh ke lantai.
"Kalau jalan pakai mata Nona," ucap Farhan yang begitu kesal sambil menatap gadis itu yang sedang mengambil Hpnya di lantai.
"Aku berjalan bukan pakai mata, melainkan pakai kaki,!" Jawab wanita itu yang juga terlihat kesal sambil memalingkan wajahnya ke arah pemuda tampan yang juga sedang menatapnya.
Wanita itu kemudian Kemudian memeriksa Hp miliknya.
"Untung saja layarnya nggak bermasalah. Eh.... Hp ku kok nggak mau nyalah sih ! Bagaimana ini, aku belum menghubungi sepupu aku untuk segara menjemputku,!" Ucap wanita itu sambil mencet-mencet tombol hp miliknya agar bisa di hidupkan kembali.
Di saat itu, Farhan yang sedak memperhatikan apa yang gadis itu lakukan kemudian berjalan ke arahnya.
"Coba aku lihat Hp milikmu ! Nyusahin orang ajah,!" Ucap Farhan kesal lalu mengambil Hp milik wanita itu dari tanganya.
"Nggak pakai rampas-rampas barang orang juga.! Nih orang seenaknya ajah,!" Jawab wanita itu.
Di saat itu, seketika petugas keamanan bandara tiba-tiba muncul setelah memperhatikan kedua anak muda sedang berdebat.
"Ada apa ini,Tuan dan Nona,?" Tanya petugas itu.
Farhan dan gadis cantik itu lalu memalingkan wajahnya secara bersamaan ke arah sumber suara.
"Kami nggak sengaja bertabrakan dan akibatnya, Hp milik aku nggak mau nyalah, Pak,!" Jawab wanita itu.
"Jadi bagaimaimana solusinya,?" Tanya petugas itu.
"Pria itu harus mengganti Hp milik aku hari ini dan jam ini juga, TITIK." kata wanita itu sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Farhan.
"Enak ajah minta ganti rugi.! Kamu yang salah.! kok, aku yang bertanggung jawab sih,!" ucap Farhan yang semakin kesal atas perkataan gadis cantik itu.
"Justru kamu yang salah,! Sebab kamu yang merusak Hp milik aku, jika bukan karena kamu, maka ini nggak akan terjadi,!" jawab wanita itu yang juga semakin kesal.
"Kalau begitu, ikut kami ke kantor untuk menyelesaikan masalah ini," ucap petugas keamanan itu.
__ADS_1
Farhan dan gadis itu saling memandang sejenak dengan raut wajah yang begitu kusut, mereka pun tak punya pilihan lain selain mengikuti petugas itu. pada saat mereka berjalan menuju ke kantor keamanan bandara tiba-tiba Farhan menghentikan langkahnya.
"Aku nggak punya banyak waktu meladeni gadis ini sebab tak lama lagi pesawatku akan lepas landas, Pak.!" kata Farhan.
"Bilang ajah kalau mau melarikan diri,!" Ucap wanita itu yang juga menghentikan langkahnya setelahendengarkan perkataan Farhan.
"Siapa juga yang mau kabur,!! Apa yang aku katakan itu memang benar, kok," Jawab Farhan yang kembali kesal sambil memalingkan wajahnya ke arah gadis itu.
"Kalau begitu, ikut ajah ! Biar cepat kelar,!" ucap wanita itu.
"Apa yang di katakan Nona ini memang betul Tuan.!" Jawab petugas itu yang sedari tadi menyimak perdebatan kecil itu.
"Kok, aku seperi tersangka kejahatan ajah.!" kata Farhan yang wajahnya terlihat kesal sambil kembali melangkahkan kakinya.
Beberapa saat kemudian, mereka telah tiba di kantor keamanan selanjutnya mereka berdua duduk di kursi.
"Aku minta Tuan dan Nona menunjukan kartu identitas." Ucap petugas itu
Merekapun lalu menyerahkan kartu identitas mereka kepada petugas itu.
"Tuan Farhan Crow Seven dan Nona Marcela Aprilia Brodryck ! Salah satu di antara kalian harus ada yang mengalah untuk menyelesaikan promblem ini." Ucap petugas keamana itu.
"Aku sangat membutuhkan Hp milik aku untuk menghubungi salah satu keluargaku di kota ini," ucap Marcela.
"Jadi bagaimana Tuan Farhan Crow Seven,?" Ucap petugas itu.
"Kalau aku tau ujung-ujungya kayak gini, aku nggak perlu repot-repot ke tempat ini.! Berapa duit yang kamu butuhkan,!?" kata Farhan sambil memalingkan wajahnya ke arah Marcela yang sedang duduk di sampingnya.
"Aku nggak butuh uangmu... !" kata Marcela yang juga memalingkan wajahnya sejenak setelah mendengarkan perkataan Farhan
"Tadi kamu katakan minta ganti Hp,!! sekarang lain lagi,!! nggak konsisten amat jadi orang. Jadi mau kamu apaan,?" kata Farhan yang begitu kesal.
"Ya ampun,!!! Kamu itu sunguh wanita yang menyebalkan, lalu aku harus bagaimana,!?" Tanya Farhan yang semakin kesal.
"Hp aku harus nyalah saat ini juga.!"
"Aku tidak punya waktu untuk memperbaiki Hp milikmu, kamu saja yang memperbaiki Hp itu, Aku akan memberimu uang cash.!"
"Aku tidak tahu seluk beluk kota ini dan aku baru tiba di kota ini setelah 20 tahun lamanya.!"
"Kamu betul-betul gadis yang merepotkan ! Sini Hp kamu kamu, Kamu punya charger nggak.?"
Gadis cantik itu lalu mengambil charger dan menyerahkanya ke Farhan bersama dengan Hp miliknya.
"Mau di apain Hp milil aku.?"
"Mau aku bakar,!" jawab Farhan sambil berjalan mencari sesuatu.
"Apa yang kamu katakan barusan ! Apa kamu sudah gila,!" ucap Marcela sambil berdiri mengikuti Farhan.
Farhan yang telah menemukan terminal listrik di dalan ruangan itu lalu mengisi daya Hp tersebut.
"Aku kira, kamu benar-benar akan membakar Hp miliku," ucap Marcela sambil menatap Farhan.
"Sudah,!! jangan berisik... !!"
__ADS_1
Marcela lalu terdiam setelah di bentak oleh Farhan, gadis itu lalu memperhatikan farhan yang sedang menatap HP miliknya pada saat mengisih daya di terminal listrik.
"Pria ini teryata sangat tampan, bertingkah semau-maunya, seperti nggak peduli dengan orang-orang di sekitarnya, keras kepala, dan sedikit brengsek. Aku baru pertama kali di bentak-bentak seperti ini oleh seorang pria. Jika di pikir-pikir lagi aku dan Irina justru suka menpermainkankan para pria.Tapi, orang ini justru memaksa aku mengikuti setiap ucapanya dan gerak-geriknya. Arg.. !! Ada apa dengaku, Arg... Ngapain juga aku memirkan pria ini," ucapnya dalam hati.
"Ternyata Hp milikmu nggak rusak, melainkan lowbet tanpa kamu sadari," ucap Farhan sambil berbalik ke arah gadis cantik itu.
Tatapan mata mereka saling bertemu membuat Marcela menurunkan kelopak matanya sambil mengangkat alis, pupil matanya melebar seketika. Sudah dipastikan jika ia sedang menunjukkan ekspresi jatuh cinta.
"Ya ampun ! Aku tidak sanggup melihat mata pria ini lebih lama perasaanku tiba-tiba saja nggak beraturan.!" Ucapnya dalam hati sambil tertunduk menghindari tatapan mata dengan Farhan.
"Apa kamu mendengar apa yang aku katakan.?" Tanya Farhan.
"Aku mendengarnya.!"
"Kita tunggu satu menit lagi baru menyalahkan Hp milikmu.!"
Farhan kemudian mengambil rokok dari saku celananya kemudian menarik sebatang rokok itu lalu memasukan kedalam mulutnya selanjutnya ia mengambil pemantik untuk membakar rokonya, tiba-tiba saja seseorang menyalahkan api dari pemantik yang ternyata adalah petugas keamanan bandara.
"Terima kasih.!" Ucap Farhan sambil mengarahkan pandaganya ke petugas itu.
"Sama-sama.!" Jawab petugas itu kemudian kembali ketempat asalnya sambil menyimak apa keputusan kedua anak muda itu.
Marcela yang memperhatikan apa yang Farhan lakukan membuat dirinya tersihir oleh tingkah farhan.
"Ya ampun.... !! Pria ini benar-benar keren abis," Ucap Marcela dalam hati.
Setelah satu menit berlalu, Farhan kemudian menyalahkan Hp tersebut.
"Ini Hp milikmu,! kita nggak punya urusan lagi.!"
Gadis itu lalu mengambil Hpnya dan charger miliknya dengan bertingkah aneh.
"Akhirnya masalah kalian sudah selesai," ucap petugas itu.
Farhan Crow Seven kemudian berjalan keluar dari ruangan itu di susul oleh Marcela yang juga berniat meninggalkan tempat itu.
"Tunggu dulu aku mau ngomong sesuatu,?" kata Marcela sambil berjalan cepat dengan maksud menyusul Farhan Crow Seven.
"Apa lagi sih.!!! Urusan kita sudah selesai," jawab Farhan sambil berjalan lurus ke depan.
"Aku minta maaf.!"
"Aku maafkan, puas.!"
"Tunggu aku dulu... !"
"Apa lagi sih,!! aku buru-buru dan nggak punya banyak waktu untuk meladenimu..!"
"Pinjam Hp milikmu dulu, cuman satu menit."
__ADS_1
"Gadis ini merepotkan ajah,!" gumamnya.
Farhan kemudian menyerahkan Hp miliknya ke pada Marcela yang kini berada di sampingnya tanpa mempedulikan gadis itu lagi.