LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 39 : Tamparan


__ADS_3

Di sebuah club malam lebih tepanya di dalam club, terdengar suara lantunan musik electro dance yang begitu menggema membuat para anak muda bergoyang seperti kehilangan kesadaran.


Tak jauh dari tempat para anak muda itu bergoyang, seorang pria sedang menuangkan whesky ke dalam gelas kecil, dua di antara tiga wanita sedang menikmati gin dan tonic dan satu wanita lagi sedang menikmati vodka.


"jangan banyak minum, Raisa ! kamu nyusahin jika mabuk," ucap Irma sambil memandang wajah sahabatnya itu.


"Nyusahin bagaimana dia,?" tanya Marcela.


"Jika di mabuk pasti ngomong sembarangan lalu membuat kekacauan ! Dulu dia berurusan dengan pria hidung belang dan hampir di perkosa dalam keadaan mabuk ! Mau tidak mau aku ikut terlibat dan mirisnya aku juga hampir di perkosa, untung saja kak Arya dan teman-temanya tepat waktu," jawab Irma.


"Tenang ajah, kan ada aku di sini ! Nggak akan terjadi apa-apa, percaya sama aku deh,!" ucap Albert.


Pada saat itu, Raisa mengangkat suaranya.


"Brengsek... !! Kamu Arya ! Aku akan membuatmu menyesal seumur hidupmu, F**u you !" Ucap Raisa yang sedang mabuk berat sambil mengarahkan jari tengahnya


"Tuh... ! Lihat gejalanya udah nampak ! Bentar lagi dia ngamuk," ucap Irma.


"Arya siapa sih,?" tanya Marcela.


"Mantan pacarnya.!" Jawab Irma.


"Biarin dia mengeluarkan unek-uneknya ! Mungkin itu jalan terbaik untuk meringankan bebannya,hentikan saja jika dia ngamuk !" Jawab Albert.


"Ngomong itu gampang ! jika terjadi sesuatu dengan dia, kamu mau tanggung jawab ?" Tanya Irma.


"kitakan teman Irma ! Pasti aku bertanggung jawab jika dia berulah, Dont worry my friend !" Jawab Albert.


"Kita akan menghadapi bersama-sama, aku juga tidak akan tinggal diam !" Ucap Marcela.


"In that case, okay." Jawab Irma.


Mereka bertiga lalu memperhatikan Raisa yang sedang berbicara semau-maunya. wanita itu seakan melihata Arya berada di sampingnya kemudian menamparnya.


"Aduhhh... Sakit,! Aku Albert, Raisa,!! bukan Arya," ucap Albert sambil mengusap pipinya.


Raisa yang dalam kondisi mabuk berat kemudian mengengam kerah baju Albert.


"Pria brengsek,!! pria mesum sialan,!! aku membencimu tapi aku mencintaimu, brengsek,!" ucap Raisa sambil menarik kerah baju Albert.


"Maafkan aku ! Kini aku nggak mencintaimu lagi karena aku mencintai wanita lain," ucap Albert yang berpura-pura sebagai Arya.


"Aku kurang apa lagi kak Arya.?"


"Kamu kurang cantik dan kurang menggoda, makanya aku selingkuh !" Jawab Albert yang berpura-pura sebagai Arya.

__ADS_1


"Kamu bohong kak Arya ! Aku masih sangat cantik, kamu menikmati setiap inci dari tubuhku lalu kamu katakan aku kurang menggoda, Dasar pembohong ! Aku akan mengutukmu jadi cicak." Ucap Raisa kemudian terjatuh ke pangkuan Albert dan tertidur.



Irma dan Marcela yang menyimak dialog mereka hanya bisa menahan tawa.


"Kamu lihatkan,! Raisa nggak apa-apa,? Ada apa dengan wajah kalian berdua.? Jangan bilang yah ! jika kalian juga ikutan mabuk,?" tanya Albert.


"Sumpah perut aku sakit gara-gara menahan tawa ! Kamu lucu Albert, Aku ngak mabuk kok !" Jawab Irma.


"Aku juga sama dengan apa yang di katakan Irma,!" jawab Marcela.


Mereka berdua lalu melepaskan tawa dengan terbahak-bahak.



Albert hanya bisa melihat mereka tertawa terbahak-bahak sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.



"Kalian berisik amat sih ! Sebaiknya kita pulang ? besok aku mau ke kantor, masalah Raisa aku yang urus !" Ucap Albert.


Mereka berdua lalu menghentikan tawanya.


"Aku rasa yang kamu katakan benar,!" jawab Irma


Alber lalu menggendong Raisa ala bridal syle lalu melangkahkan kakinya di ikuti oleh kedua wanita cantik itu, mereka meninggalkan tempat itu menuju tempat parkir dimana mobil Raisa berada. Setelah mereka bertiga sampai ke tempat tujuan, Irma lalu membuka pintu depan untuk penumpang kemudian Albert mendudukkan Raisa di kursi itu.


"Apa kamu yakin bisa nyetir, Irma,?" kata Albert sambil memakingkan wajahnya.


"Aku baik-baik saja,nggak mabuk,!" jawab Irma.


Kedua wanita cantik itu kemdian masuk ke dalam mobil.


"Kami jalan duluan, Albert,?" kata Irma.


"Okey... ! Nggak usah ngebut,!" Jawab Albert.


Irma kemudian melajukan mobil itu dan meninggalkan Albert seorang diri.


Setelah para wanita cantik itu menghilang dari pandangan Albert, pemuda tampan itu lalu bergegas menuju ke mobilnya.


"Aku akan ke Apartemen, Dia mungkin sudah gelisah menunggu aku." Ucap Albert dalam hati sambil tersenyum licik.


Tidak lama kemudian, Albert lalu mengemudikan mobil lamborgini berwarna putih meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Di saat yang sama di dalam club malam itu, seorang pria tampan sedang berciuman panas dengan dua orang wanita di samping kiri dan kananya secara bergantian. pria tampan itu laku menghentikan aksinya kemudian mengambil segelas vodka.


"Aku tidak menyangkah akan melihat mantan kekasih Arya di tempat ini dengan ke adaan yang begitu menyedihkan,wanita itu akan menjadi mainanku ! semua yang di miliki Arya harus menjadi milik aku !" Ucap Indra dalam hati sambil tersenyum devil.


Setelah meminum segelas vodka kemudian ia melanjutkan aksinya dengan kedua wanita itu.


...****************...


Di sebuah mansion megah lebih tepatnya di kamar seorang pria tampan. Arya berjalan mondar mandir seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Sampai saat ini tidak ada petunjuk yang aku dapatkan, sebaiknya aku menghubungi Renata,mungkin saja dia telah mendapatkan petunjuk ! Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi karena aku takut Raisa akan jatuh ke pelukan pria lain." Ucap Arya dalam hati.


Arya kemudian mengambil Hp dari saku celananya, lalu mencari kontak Renata kemudian menghubungi wanita itu.


"Krink... ! Krink... ! Krink... !!" Bunyi Hp milik Renata.


"Halo, Tuan Arya !"


"Apa kamu sudah mendapatkan petunjuk Nona Renata ?"


"Aku sudah menyuruh orang-orangku untuk memeriksa hotel EAGEL tapi mereka tidak menemukan apapun, aku rasa pelakunya orang profesional dan kemungkina besar orang ini telah lama mengintai kamu atau bisa jadi dia juga menargetkan aku.!"


"Mengapa kamu berani mengambil kesimpulan seperti itu Nona Renata ?"


"Karena pekerjaanya sangat bersih Tuan Arya ! Dan ini merupakan konsipirasi tingkat tinggi, aku sangat yakin, Tuan Arya.!"


"Apa maksudmu dengan menargetkan kamu ?" Jujur aku tidak mengerti !"


"Karena banyak orang-orang di dunia ini menargetkan aku dan aku tidak bisa menjelaskan itu untuk saat ini !"


"Apa Kamu punya rencana Nona Renata ?"


"Awasi proyek yang sedang berlangsung, jika terjadi sesuatu pada proyek itu maka kita akan menemukan petunjuk !"


"Lalu bagaimana denganmu ! Beri tahu aku apa yang akan kamu lakukan Nona Renata ?" Tanya Arya.


"Aku akan ke jepang dahulu, Jika aku tidak mendapatkan apapun di sana, maka aku akan ke belanda !"


"Aku tidak mengerti apa alasan kamu hingga berniat mengunjugi dua negara ! Akan tetapi jika itu menyangkut permasalahan ini, maka aku tidak akan bertanya lagi !" Ucap Arya.


"Apa yang aku lakukan itu terkait dengan problem yang kita hadapi saat ini "!


"Kalau begitu ! Aku tunggu informasi selanjutnya, kapan kamu akan berangkat Nona Renata ?"


"Malam ini Tuan Arya ! Jangan lupa untuk mengawasi proyek itu dengan baik dan jangam sampai seseorang menyadari itu.!"

__ADS_1


"Tentu saja ! Jangan kawatirkan masalah itu Nona Renata dan selamat malam !" Jawab Arya mengakhiri percakapan telepon.


Renata kemudian mengambil beberapa barang yang penting untuk ia bawa menuju ke jepang dengan pesawat jet pribadinya yang berada di mansion miliknya.


__ADS_2