LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE102 : Sang Pengendara Sepeda Motor Vyrus Alyen 988


__ADS_3

Sekelompok wanita memperhatikan seseorang pria yang sedang menghentikan motornya sambil membuka helemnya.


"Farhan.... !!!!" Irma terkejut hebat melihat temanya yang begitu berbeda dari sebelum-sebelumnya.


"Mr Seven.... !!!" kata Fany yang juga terkejut hebat sambil tersenyum


"Oh my god.... !! He is my prince,!!!!" kata Marcela yang menatap kagum sambil tersenyum.


"Tololong aku, Seven,!!" teriak Violet.


"Kamu dari mana ajah sih,!!! kamu meninggalkan kami di apartemenmu tanpa sepatah katapun,!!" ucap Raisa yang begitu kesal.


"Aku tak menyangkah akan bertemu denganmu secepat ini, Farhan Crow Seven,!!!? kepung dia, cepat,,,!!? kata joker.



"Jadi dia yang bernama Farhan Crow Seven, Ini semakin menarik,!!" ucap Indra dalam hati sambil tersenyum dengan maksud tertentu.


"Sebaiknya kamu lepaskan mereka,!!" kata Seven yang mengarahkan jari tengahnya ke arah Joker.



"Kamu jangan sok pemberani, kak Indra ajah babak belur,!!" ucap Raisa.


Seven hanya memamandang sejenak Raisa, dia lalu melangkahkan kakiknya ke arah ke 7 pemuda itu.



"Serang dia,!!" kata joker.


"Baik Boss,!!!"

__ADS_1


Mereka kemudian bertarung habis-habisan, saling tukar pukulan, saling tendang menendang. hingga tersisa joker yang terus melakukan perlawanan sengit.



Berulang kali pukulan hebat menghantam wajah joker hingga ia tergeletak tak berdaya di sudut luar rumah makan itu.


Seven kemudian duduk di samping joker yang sudah tak berdaya, pemuda tampan itu lalu mengambil sebatang rokok dan pemantik dari saku celanya kemudian membakar ujungnya selanjutnya menghisapnya.



"Sebaiknya kamu pergi bersama dengan anak buahmu,!" dia memandang Joker.


Joker tanpa berkata-kata apapun lalu berdiri, dia berjalan terpincang-pincang menuju ke mobilnya.


"Kita pulang,!!" teriak Joker.


Raisa dan Irma kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah Indra sedangkan Marcela, Violet dan Fany berjalan menuju ke tempat Seven yang sedang duduk di sudut luar rumah makan itu.


"Ini cuman luka kecil,!!"


"Kita bawa kak, Indra ke dalam rumah makan dulu Ra, mungkin mereka punya kotak P3K,!!" ucap Irma.


"Aku sependapat denganmu,!!"


Mereka berdua lalu membawa pria itu kedalam rumah makan dengan merangkulnya, Raisa berada di sisi kanan sedangkan Irma berada di sisi kiri.


Lain halnya dengan dengan ketiga wanita cantik yang berada di samping Seven mereka bermaksud ingin mengobati Pemuda itu akan tetapi ia menolaknya.


"Kamu itu keras kepala amat sih,!!" ucap Violet.


"Kita ke dalam ajah kak, lukamu perlu di obati,!" Kata Marcela

__ADS_1


"Sebaiknya kita bawah ajah kerumah sakit terdekat,!!" ucap Fany.


"Nggak usah repot-repot, aku sedang terburu-buru, aku mempunyai urusan penting,!!" kata Seven yang sedang berdiari lalu membuang rokoknya.


"Kamu mau ke mana,?" kata Marcela


"Apartemenku,!"


"Aku ikut,!!"


Seven kemudian memalingkan wajahnya ke belakang."Nggak usah ikut, kamu sebaiknya bersama mereka, aku nggak lama, aku mau kesuatu tempat. sebaiknya kalian ke rumah sakit, nggak lama lagi orang-orang akan berkumpul di sana untuk mempersiapkan pemakaman Ayah Raisa,!!"


"Lalu bagaimana denganmu,?" ucap Violet.


"Aku akan menyusul bersama dengan Albert setelah urusan kami tuntas,!"


"Yang di katakan Seven memang benar guys, kita sebaiknya mengurus sesuatu yang lebih penting saat ini,!" ucap Fany.


"Aku pergi dulu, jaga diri kalian,!!" kata Seven yang melangkah menuju ke motornya.


Ketiga gadis itu hanya bisa terdiam sambil menatap punggung pria yang telah menyelamatkan mereka.


"Sebaiknya kita ke dalam,!" ucap Marcela.


"Okey,!" jawab Violet dan Fany secara bersamaan.


Di dalam rumah makan, Raisa sedang sibuk membersihkan luka memar di wajah Indra, di saat yang sama, dia menatap ke arah Seven yang sedang menaiki sepeda motornya, begitupun dengan Irma dan Indra.


"Farhan teryata jago berantem, awalnya aku kira Albert cuman membesar-besarkan kemampuan Farhan tapi teryata sungguh mengejutkan, Farhan keren abis, makin cakep,!!" ucap Irma.


Seven kemudian memalingkan wajahnya sejenak ke arah rumah makan itu."Siapa pria itu,!! nggak penting juga, sebaiknya aku bergegas,!"

__ADS_1


"Brummm.... ! Brummmmmm.... !!" Bunyi motor bermesin Ducati Vyrus Alyen 988 melaju kencang.


__ADS_2