LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 148 : Peringatan Sebagai Tanda Bahaya Besar


__ADS_3

Setelah percakapan Mrs Erika dan Mr David telah berakhir, wanita paru baya yang masih terlihat sangat cantik itu kemudian kembali ke tempat di mana suaminya berada. Di saat itu, Mr Arhashavin bersama dengan rombongan telah melangkahkan kakinya meninggalkan Mansion itu, di ikuti oleh beberapa CEO yang lain termasuk CEO yang sebelumnya tak sadarkan diri dan begitu pun dengan Mrs Bagas Erlangga bersama rombongan besarnya.


Beberapa waktu kemudian, Indra berdiri dari tempat duduknya yang berada di salah satu anak tangga mansion itu, dia selanjutnya memperhatikan Ayahnya yang sedang duduk seorang diri dengan raut wajah yang begitu kesal.


"Ada apa dengan Ayahku, sebaiknya aku menghampirinya," gumamnya lalu melangkahkan kakinya menuju tempat di mana Ayahnya berada.


Tak butuh waktu yang lama, Indra telah duduk di kursi sofa yang berada tepat di samping Mr David.


"Apa sesuatu yang buruk sedang terjadi,? aku kira saat ini kita telah berhasil meruntuhkan Mr Bagas Erlangga.? Tetapi, jika di lihat dari raut wajah Ayah, sepertinya ada kesalahan yang sedang terjadi dalam rencana kita," kata Indra sambil memperhatikan raut wajah Mr David dengan seksama.


Mr David sedikit terkejut saat mendengarkan suara Indra di saat dia sedang memikirkan sesuatu, dia lalu memalingkan wajahnya ke arah putranya.


"Tak ada sesuatu yang terjadi, rencana kita berjalan dengan sempurna. By the way, Sebaiknya besok kamu kembali ke Indonesia dan memgakusisi perusahaan putri Mr Bagas Erlangga secepatnya. Dan besok, kamu resmi menjadi CEO terbaru perusahaan utama milik keluarga Ramadhan, aku tak menduga sebelumnya jika kamu akan mengambil satu langkah penting dalam rencana mengambil alih perusahaan DYNAMICK milik Mr Sudirman Sinaga yang sekarang ini telah menjadi hak milik putrinya yaitu Raisa, kamu sungguh membuatku bangga di saat itu, jika kamu berhasil menikahi Raisa, sudah di pastikan bahwa Mr Arshavin adalah pengusaha besar terakhir yang akan kita lumpuhkan," kata Mr David sambil tersenyum kepada Indra.

__ADS_1


"Aku mengerti.! Sebenarnya, aku berencana kembali ke indonesia bersama dengan Raisa, Ayah.! By the way, apakah Ayah mencurigai seseorang yang mungkin saja menculik Raisa,!? aku tak mempunyai petunjuk apa pun. Akan tetapi, aku menaruh curiga pada seseorang yang tak hadir di malam ini," kata Indra yang sedang memperhatikan dengan serius wajah Ayahnya.


"Mungkin saja itu adalah bagian dari rencana Mr Arashavin atau Mr Bagas Erlangga dengan maksud menghalangi kita untuk kembali menjadi number one. Katakan kepadaku,! siapa yang kamu duga sebagai penculik Raisa,!?" kata Mr David sambil memandang wajah putranya dengan serius.


"Farhan Crow Seven. Dia adalah teman Raisa dan dia tak hadir malam ini," kata Indra.


"Farhan Crow Seven,!! Sepertinya dia adalah putra Freiza Crow Sixt. Berarti, bisa di simpulkan jika Mr Arashavin yang bisa jadi merencanakan penculikan Raisa," kata Mr David sambil berpikir keras.


"Sepertinya masuk akal," kata Indra yang juga ikut berpikir keras.


"Baiklah, Ayah.!"


Mereka berdua menghentikan percakapan itu kemudian berdiri dari tempat duduknya masing-masing dengan niat menuju ke tempat Mrs Erlita berada.

__ADS_1


Di waktu yang sama, seorang pria paruh baya muncul dari pintu mansion yang terbuka lebar di ikuti oleh beberapa pria yang memakai jas tutup berwarna hitam lengkap. pria paruh baya itu selanjutnya menuju ke arah Mr David yang saat ini sedang berbicara dengan Mrs Erlita yang di dampingi Mr Ramadhan Pratama dan Istrinya.


Di saat Itu, Albert yang sedang berdiskusi dengan Irma, Marcela, Violet, Resky dan Arya secara tak segaja ia melihat dengan seksama pria paruh baya itu.


"Ayah,!!!" kata Albert yang begitu terkejut


Sontak percakap yang membahas tentang Farhan Crow Seven terhenti.


"Mengapa Ayahku berada di tempat Ini, dan apa hubunganya dengan Mr David.!! Jangan-jangan, apa yang di katakan Farhan sewaktu kami bertiga berada di kampus Resky memang akurat dan akan menjadi nyata," ucapnya dalam hati.


Albert kemudian memalingkan wajahnya ke arah Resky dan begitu pun dengan Resky yang menyadari setelah Albert menyebut pria paruh baya itu sebagai Ayah.


Mereka berdua saling menatap dengan serius sambil mengingat kembali perkataan Farhan Crow Seven.

__ADS_1


"Ini sangat berbahaya, bisa jadi aku dan Farhan akan menjadi musuh di kemudian hari dan bisa jadi aku dan Farhan akan terlibat pertikaian yang berujung maut," kata Albert dalam hati.


"Ya ampun.... Masalah ini semakin rumit saja," begitulah kata-kata yang terlintas dalam benak Resky.


__ADS_2