LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 96 : Masalah Muncul Non-Stop


__ADS_3

Seven, Albert, Raisa, Irman dan Marcela telah tiba di apartemen, mereka kemudian melangkahkan kakinya menuju ke dalam apartemen itu.


"Tik... ! Tik... ! Tik.... !!" Seven sedang memasukkan tombol code sandi apartemennya.


"Ceklek.!" bunyi pintu terbuka


"Silahkan masuk,!" kata sang pemilik apartemen


Mereka lalu masuk ke dalam sambil melihat-lihat area ruangan itu.


"Ceklek.!" Bunyi pintu tertutup.


"Aku nggak menyangka jika cowok urakan ini begitu bersih,!" kata Irma yang sedang melihat isi apartemen itu.


"Aku juga terkejut,!" kata Marcel.


"Biasa aja tuh,!" kata Raisa.


"Betul kata Raisa, kalian cuman melebih-lebihkanya,!" kata Albert


"Kalian duduk dulu, aku buatkan minum,!" kata Seven yang memandang satu-persatu teman-temannya itu." Jika kalian ingin istirahat, masuk ajah di dalam kamar tamu di sebelah sana,!" dia menunjuk ke sebuah ruangan.


Raisa, Irma dan Marcela kemudian duduk di kursi sofa sedangkan Albert membantu sahabatnya membuat jus.



"Kok kursi sofa ini baunya seperti farfum cewek,!" dia mengendus-endus sofa itu."Bau farfumnya kayak ngak asing deh,!" kata Marcela.


"Mungkin itu farfum pacarnya Farhan,!" kata Irma yang ikut mengendus-endus sofa itu.


"Biarin ajah, itu urusan dia,ngapain kalian kepo,!" kata Raisa yang duduk di sofa sambil menyandarkan pundaknya.


"Aku ingat bau farfum ini sekarang,!!!. ucap Marcela yang berwajah masam.


"Siapa.... !!!?" ucap Irma dan Raisa sambil menatap Marcela.

__ADS_1


"Ini Farfum adiknya Arya,!" ucap Marcela yang semakin kesal.


"Jadi kamu pacaran sama Resky,?" kata Albert menatap Seven sambil mengisi gelas dengan air jeruk yang baru saja mereka peras dengan menggunakan mesin khusus.



Ketiga wanita itu kemudian menatap Seven dengan wajah penuh tanda tanya.


"Aku nggak pacaran dengan Resky,!" jawab Seven.


"Terus, kenapa anak itu bisa berada di sini, Farhan,!!?" kata Albert.


"Kami sedang melakukan sesuatu,!" jawab Seven.


Ketiga gadis itu makin penasaran dan semakin di penuhi tanda tanya di dalam benak mereka.


Di saat itu, Marcela makin gelisah sambil memikirkan sesuatu."Jangan-jangan mereka hmmmm.. !!" Dia menatap Seven


Raisa dan Irma menatap Marcela sedangkan Albert menatap Seven dengan pandangan serius.


"Nggak usah membahas itu, nggak penting,!!" kata Albert sambi melangkahkan kakinya menuju ke arah teman-temanya dengan membawa dua gelas jus jeruk.


Setelah mereka menghabiskan minuman itu, Seven kemudian kembali berkata.


"Kalian bertiga istrirahat di dalam kamar ruang tamu, kalian pasti sangat lelah melakukan perjalanan lintas negara, apa lagi kalian belum tidur semalaman.!"


"Betul,!! apa yang di katakan Farhan,!" kata Albert sambil mengirim pesan kepada Violet berupa lokasinya saat ini.


"Okey,!" kata Irma dan Marcela sambil berdiri dari tempat mereka duduk lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamar ruang tamu.


"Iya... ! Iya... !" Nggak usah cerewet samil berjalan menyusul Irma dan Marcela


"Ceklek,!" Bunyi pintu terbuka.


Mereka bertiga lalu masuk kedalam

__ADS_1


"Ceklek.!" Bunyi pintu tertutup


Irma kemduian mengambil remote Tv di dalan kamar itu sedangkan Raiasa dan Marcela merebahkan tubuh meraka di atas tenpat tidur empuk.


"Krink... ! Krink... Krink... !!" Bunyi Hp milik Seven.


Dia lalu mengambil Hpnya dari saku celanya lalu melihat layar Hpnya."Ini Resky, sepertinya penting,!" gumamnya.


"Ada apa,? mengapa kamu nangis,!?" dia mendengar suara isak tangis.


"Kak tolong aku,!! kak Arya pingsan di apartemenku,!"


"Apaa.... !! Kirim alamat kamu sekarang, aku akan segera kesitu, okey,!!"


Albert hanya menyimak percakapan yang ia dengar sepihak.


"Clint,!" Bunyi Hp milik Seven


Dia kemudian kekamarnya sambil melihat isi pesan itu, tidak butuh waktu lama pemuda tampan itu keluar dengan model rambutnya yang sebenarnya.


Albert terkejut menatap sahabatnya,"Ya ampun Farhan,!! ternyata rambut emas itu palsu, kamu sangat keren seperti ini,!"



"Kamu mau ikut atau tinggal di apartenen ini,?" ucapnya sambil berjala menuju pintu keluar apartemenya


"Aku ikut,!" dia mengikuti Seven."ada apa sih,!?"


"Bentar kamu juga akan tau.!"


"Ceklek,!" bunyi pintu terbuka.


Mereka berdua lalu keluar dari pintu itu.


"Ceklek bunyi pintu tertutup.

__ADS_1


__ADS_2