LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 81 : Keluarga Ramadhan Menuju Ke London


__ADS_3

Indonesia jam 17 : 00. Tiga puluh menit sebulum Ernest menelpon Mr Ramadhan.


Di dalam mansion keluarga Ramdhan lebih tepatnya di dalam kamar, Ibu Erika baru saja selesai berdialog dengan suami dan putranya tentang David yan menjadi dosen pembimbing Resky.



"Dari diskusi kita, aku bisa menyimpulkan bahwa David sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar, mungkin saja dialah yang mengutus putranya ke negara ini,!" kata Pak Ramadhan sambil menatap istrinya dan putranya secara bergantian.


"Aku sepakat dengan Ayah, aku masih ingat perkataan Indra beberapa minggu yang lalu dengan sangat jelas sewaktu kita rapat besar untuk mengambil proyek bernilai 6,3 kuadrilliun.!" Dia menatap Ayahnya.


"Apa katanya,? soalnya waktu itu, aku terlambat hadir,?" kata Pak Ramadhan yang menatap putranya dengan raut wajah yaang sangat serius.


Ibu Erika yang berbaring di tempat tidur hanya menyimak percakapan suaminya dan juga putranya.


"Dia berkata bahwa." Akulah pemilik saham dari Mr Orlando.!" Dia meniru perkataan Indra.


"Berarti, sudah sangat jelas bahwa dalangnya adalah David. Sebab, Orlanda adalah pemegam saham terbesar kedua di perusahaan yang aku rintis, dan bisa jadi Orlando adalah orang suruhan David. Atau, bisa jadi dia mengakusisi saham Orlando dengan cara paksa sehingga dia tidak punya pilihan selain menjual sahamnya kepada David. Berarti, sudah sangat lama dia mengintai keluarga kita.!" Dia menatap putranya.


Ibu Erika hanya menyimak percakapan mereka berdua dengan sangat serius.

__ADS_1


"Sepertinya David sangat menyimpan dendam kepada Ayah. Sebenarnya, apa yang terjadi antara Ayah dan David sehingga dia mengambil tindakan besar seperti yang aku hadapi sekarang.?" Dia menatap ayahnya dengan raut wajah yang begitu penasaran.


Ibu Erika yang sedari tadi menyimak percakapan mereka kemudian mengeluarkan suaranya.


"Dahulu, Ayahmu yang meruntuhkan perusahaan keluarga Brodryck sampai mereka menjadi pengemis, kedua orang tua David meninggal di sebabkan serangan jantung secara mendadak.!" Dia menatap Putranya.


Pak Ramadhan terdiam sesaat mendengarkan perkataan instirinya.


"Aku pikir itu hanya salah satu faktor, kemungkinan besar dia menpunyai tujuan lain,! jawab Pak Ramadhan.


"Sekarang aku mengerti,!" Arya menatap ibunya."Ayah belum menjawab pertayaanku yang sedari awal aku sampaikan pada saat kita berada di ruang tamu, sebelum Ibu terluka oleh serpihan kaca.!"Dia memalingkan wajahnya ke arah Ayahnya.


Ibu Erika terkejut mendengarkan perkataan suaminya itu, sedangkan Arya sudah menduga hal itu.


"Teryata dugaan Nona Renata tepat,!!" gumamnya.


"Sepertinya sudah waktunya aku memberi tahu mereka bahwa Indra adalah putraku,!" ucap Ibu Erika dalam hati.


"Aku rasa sudah waktunya kita berbicara serius sebagai sesama pria, Nak.... ! Dan, sudah waktunya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, dengarkan baik-baik.!"

__ADS_1


Krink... ! Krink... Krink.... !!" Bunyi Hp milik Pak Ramadhan.


Dia lalu mengambil ponselnya dari dalam saku celananya kemudian memperhatikan layar Hp miliknya dengan seksama."Mengapa Ernest menelponku di saat seperti ini,!" ucapnya dalam hati.


"Ada apa Ernest.... !? Sepertinya ini sangat penting.!!"


Ernest menjawab :"Mr Sudirman tewas tertembak oleh seorang sniper yang tidak di ketahui identitasnya,Tuan Besar.!"


"Apaaaaaaa.... !!!!!" Di mana kamu membawa Jasad Sudirman saat ini... !!??"


Arya dan Ibunya sangat terkejut mendengarkan perkataan Ayahnya.


"Di ST.Thomas Hospital, Tuan Besar.!"


"Aku akan berangkat sekarang.!"


Mr Ramadhan mengakhiri panggilan telephone sambil menatap istrinya dan putranya secara bersamaan.


"Jangan bertanya apapun untuk saat ini, sebaiknya kita secepatnya ke london.!" Dia lalu memalingkan wajahnya ke arah Arya.!"

__ADS_1


Mereka bertiga lalu berangkat dengan menggunakan pesawat pribadi yang berada di ruang bawah tanah mansion mereka.


__ADS_2