LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 116 : Benih Cinta Yang Semakin Kuat


__ADS_3

Raisa, Irma, Fany, Violet, Albert dan Indra sedang berada di mall, mereka terbagi tiga kelompok, Raisa berjalan berdua dengan Indra di depan, Irma bersama dengan Albert berada sekitar tiga meter di belakang mereka dan Fany bersama dengan Violet yang berjalan di belakang mereka.


Indra kemudian memalingkan wajahya ke samping sambil memandang Raisa, begitupun dengan Raisa, mereka saling menukar senyum.



"Kamu sangat cantik,!" kata Indra.


"Aku memang cantik, kak,!" Jawab Raisa sambil tersenyum manis.


Indra kemudian mengambil dan mengenggam jari jemari gadis itu, gadis itu memberi respon dengan ikut mengenggam jari tangan Indra.


mereka berdua kembali saling memandang dan bertukar senyum.


"Kamu membuatku serasa jadi penulis novel terkenal. Karena, ada keindahan yang jarang ditemui di dunia nyata, yaitu dengan mengenalmu." kata Indra sambil memandang Raisa


"Kakak bisa ajah, kakak pasto bohong,!" jawab Raisa yang tersipu malu.


"Aku nggak bohong, aku serius,! aku nggak rela jika harus menjadi penikmat senja, aku maunya menjadi penikmat senyum manismu."


"Kakak ini sangat pandai merayu, hentikan kak,!" ucap Raisa yang semakin terpikat oleh kata-kata manis Indra.


"Lihat kebunku, penuh dengan bunga. Lihat matamu, hatiku berbunga-bunga."


"Hentikan kak Indra, aku nggak kuat mendengarkan perkataanmu,!" wajah Raisa memerah seperti udang rebus.


"Bagiku, kamu seperti pelangi. Ada sehabis mendung di hatiku."

__ADS_1


Raisa hanya tersenyum manis."Cowok ini membuatku nggak berdaya.!" begitulah kata-kata yang terlintas dalam benak gadis cantik itu.


Mereka berdua saling menatap dan saling mempererat gengaman tangan mereka berdua.


Irma yang berada di belakang mereka berdua tersenyum manis meihat keduanya semakin mesrah.



"Sebentar lagi akan ada kabar besar nih,!" dia memandang pria yang ada di sampingnya.


"Kabar apaan,!?" kata Albert sambil memandang irma dengan sangat serius


"Nggak lama lagi, Raisa nggak jomblo lagi.!"


"Aku kira kabar apaan, ternyata hanya soal itu, kamu bikin aku terkejut, aku kira kamu mengetahui sesuatu yang besar,!" ucap Albert.


"Itu berita besar, Albert.!!" dia menatap pria itu.


"Berita apaan sih yang kamu maksud,!?" dia menatap Albert dengan sangat serius.


"Apa kamu sudah mengenal Indra dengan baik,!? apa kamu nggak menaruh curiga dengan dia,?" ucap Albert sambil menatap Irma.


"Itu nggak penting,!! siapapun dia, yang jelasnya sahabatku bahagia,!"


"Ya ampun.... ! Aku jadi malas ngomong dengan kamu,!" ucap Albert yang raut wajahnya berubah menjadi kesal.


Dia kemudian kembali menatap Irma seperti sedang ingin mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Apa liat-liat,!" ucap Irma.


"Apa kamu nggak curiga dengan Indra,? coba kamu pikir dua kali kejadian yang sama terulang, yang anehnya,!! Indra selalu muncul di waktu yang tepat.!"


"Maksudmu kejadian di indonesia sewaktu Raisa hampir di perkosa dan kejadian di london itu,!?" dia menatap Albert dengan serius.


"Sangat betul, sangat benar,!! rupanya kamu cerdas.!"


"Ingat yah, Albet,!! kejadian di London itu, kak Indra di buat babak belur, yang nolongin itu adalah Farhan bukan Indra, faham nggak,!!!" jawab Irma yang begitu kesal.


"Bagaiman jika itu adalah rencananya, Irma,!" ucap albert sambil memandang gadis yang berada di sampingnya.


"Itu mustahil, pokonya aku nggak mau dengar perkataanmu lagi, kamu cuman syrik ajah.!"


"Ngapain aku syirik dengan dia,!"


"Diam, kita sudah sampai, dan jangan membahas itu lagi.


"Krink... ! Krink.... ! Krink.... !!"


Albert kemudian melihat layar Hpnya." Farhan,!" ucapnya dalam hati, dia memandang Irma.


"Siapa yang nelpon kamu,? angkat saja,!! ucap Irma sambil memandang wajah Albert.


"Kamu sebaiknya bergabung dengan Raisa, aku kesana dulu untuk mengangkat telpon,!" dia menunjuk ke arah kursi panjang yang tidak jauh dari tempat di mana Raisa bersama dengan Indra sedang mencari pakaian.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku, Albert,!!"

__ADS_1


"Bentar aku beri tau, Okey,!" ucap Alber sambil berjalan menjauh dari Irma.


 


__ADS_2