LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 69 : Pelukan


__ADS_3

Seorang pemuda baru saja berniat turun dari sepedanya, dia mengarahkan pandanganya ke arah sebuah mobil Lambirghini Aventador SVJ berwarna hijau muda.



Dia lalu memarkir sepedanya tepat di samping kontrakanya lalu berjalan ke arah mobil itu dengan membawa bungkusan yang baru saja ia beli dari mini market.


Di dalam mobil Laborghini Aventador itu, seorang gadis yang tak lain adalah Irina Arashavin lalu menoleh ke belakang melihat pemuda tampan itu yang sebelumnya ia lihat dari kaca spion.



Irina kemudian turun dari mobil sportnya lalumenghampiri Rian yang juga sedang berjalan ke arahnya.


"Kamu dari mana... ?" Tanya Irina


"Dari mini market.!" jawabnya sambil memperlihatkan bungkusan yang ia jinjing.


"Apa keperluan anda Nona Irina... ? Sehingga Nona ke sini.!"


"Itu... ! Anu... ! Begini... Hmmm... ! Kamu banyak tanya lagi. Apa kamu tidak memintaku untuk masuk dulu.. ?"


"Silahkan masuk Nona Irina... ?"


"Ikh... ! Seharusnya begitu donh.!"


Dia lalu berjalan mendahulu Rian masuk ke dalam rumah kontrakan pemuda itu. Pada saat ia tiba di depan pintu kotrakan Rian, dia lalu menoleh ke arah pemuda itu.


"Cepat... ? Lama amat sih jalanya.!"


"Iya...! Iya... ! Yang sabar dong Nona Irina." Jawab Rian sambil berjalan ke arah pintu kotrakanya.


"Ceklek.!" Bunyi pintu terbuka.!"

__ADS_1


Mereka berdua lalu masuk ke dalam.


"Oh my god... ! Ini Rumah atau gudang sih ! Ya ampun ! Ganteng tapi jorok.!"



"Soalnya aku jarang pulang, banyak urusan.!"


"Kok bisa-bisanya aku peduli dengan pria jorok kayak gini sih... !" Gumamnya.


"Nona ngomong apaan... ?"


" Nggak ngomong apa-apa, telinga kamu yang bermasalah.!"


Irina kemudian membereskan ruangan itu dengan terpaksa.


"Nggak usah diberisin Nona Irina.!"



"Jangan lakukan hal seperti ini Nona, biar aku yang membereskanya.!"


"Aku nggak suka ruangan berantakan seperti ini.!"


"Duduklah Nona Irina, anda adalah tamu di tempatku,Okey... !"


"Bereskan itu, cepat..!"


"Iya... ! Iya... ! Aku bereskan.!"


Setelah Rian membereskan ruangan itu, irina yang sedari tadi hanya memperhatikan apa yang di kerjakan oleh Rian lalu berdiri dari tempatnya kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah pemuda itu.

__ADS_1


"Coba kamu tunduk dulu.!"


Rian kemudian menoleh ke arah sumber suara


"Untuk apa Nona Irina.?"


Dia membalikkan tubuhnya ke arah irina.


"Tunduk saja, cepat.... ! Nggak usah cerewet... !"


Rian kemudian menuruti keinginan gadis cantik itu. Pada saat itu, irina mengambil sapu tangan dari tas kecilnya. lalu membersihkan pipih pria tampan itu.


"Wajah kamu berdebuh.!"


Rian hanya terdiam sambil menatap wajah gadis cantik itu, mata mereka saling bertemu.


"Perlakuan gadis ini, menginggatkanku pada ibu angkatku..!" Gumamnya.


"Mengapa kamu menatapku,aku memang cantik, kamu nggak boleh jatuh cinta padaku. Okey.!"



Irina lalu menghentinkan membersihkan tepi wajah Rian, dia kemudian memalingkan wajahnya dan membalikkan tubuhnya sambil tersenyum manis tanpa di ketahui oleh Rian. Dia lalu melangkahkan kakinya menuju ke tempatnya semula.


Tiba-tiba saja, pergelangan tangan kananya di gemgam oleh pria itu lalu menariknya dengan paksa. mau tidak mau, gadis itu membalikkan tubuhnya ke belakang, tubuhnya terbawa oleh tarikan Rian, dia lalu bersandar di dada pria itu.



"Maaf Nona Irina.Tapi, biarkan aku memelukmu sejenak, aku merindukan ibuku.!"


Irina yang awalnya memberontak untuk melepaskan diri dari pelukan pemuda itu, kini ia luluh setelah mendengarkan perkataan Rian. Dia kemudian membalas pelukan itu.

__ADS_1


__ADS_2