LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 115 : Menuju Ke Menara Eiffel


__ADS_3

Sepasang anak muda sedang berjalan-jalan di sekitar area menara Eiffel, mereka begitu terpesona melihat menara raksasa yang didirikan pada saat revolusi Perancis.



"Ini membuatku sangat terkejut,!"ucap Irina.


"Aku juga,!! ini di luar perkiraaku, sungguh menara yang sangat besar,!" ucap King.


Irina lalu memandang King kemudian mengambil pergelangan tangannya lalu berlari kecil menuju ke arah menara Eiffel.


"Jangan berlari, Irina,!! nanti kamu jatuh,! ucap King sambil menatap wajah gadis cantik berusia 20 tahun itu.


"Nggak usah cerewet,!" kata Irina yang berlari seperti anak kecil yang kegirangan.


Pemuda tampan itu tidak mempunyai pilihan lain selain mengikuti putri kesayangan Mr Arshavin itu.


Di saat yang sama, Prince Blade dan Nakamura telah menyelesaikan transaksi pembelian apartemen.


"Sekarang cari tau di mana posisi King dan Irina Arshavin, beri tau aku jika sudah menemukan mereka, aku akan menyusulmu, ingat,!!! kamu mengawasi King dan aku mengikuti Irina.


"Di mengerti,!" jawab Nakamura.

__ADS_1


Di waktu yang sama, Farhan, Resky dan Marcela sedang berada di dalam bus yang sedang melaju di suatu jalan di kota paris, Marcelah sangat kesal melihat Resky yang sedang tertidur di pundak Seven.



"Bocil sialaaaaan..... !!!!! Bocil terkutuk.... !!!" Umpatnya dalam hati.


Farhan kemudian memalingkan wajahnya memandang gadis cantik yang tertidur di pundaknya.


"Dia sangat kelelahan, dia terus bersamaku selama 2 hari dan 1 malam tanpa tertidur, kasihan gadis ini, sebaiknya aku tidur sejenak,!" ucapnya dalam hati.



Marcela semakin kesal pada saat Seven yang juga ikut tertidur sambil menyadarkan dirinya kepada gadis itu.


Baru saja dia ingin menuju ke arah Resky dan Seven, tiba-tiba bus berhenti secara mendadak.


"Ada apa ini,! kata marcela yang sedang terkejut.


Resky dan Seven kemudian terbangun dari tidurnya sambil menatap kedepan. pengemudi bus tersebut lalu menghampiri para penumpang.


"Maaf Tuan dan Nona sekalian, bang kendaraan ini bocor,!" ucap supir itu dengan menggunakan bahasa Perancis.

__ADS_1


Seven kemudian berdiri dari tempat duduknya di ikuti oleh Resky dan Marcela.


"Kita turun di sini saja,!" ucapnya sambil menatap satu persatu gadis itu.


Pemuda tampan itu kemudian berjalan ke arah supir bus tersebut, selanjutnya ia menyerahkan tiga tiket kepada supir itu. Mereka bertiga lalu turun dari bus yang mereka tumpangi.


Ketiga anak muda itu lalu melangkahkan kakinya di tepi jalan kota paris, kedua gadis itu memindai pesisir kota itu dengan kedua matanya, Resky kemudian memalingkan pandangannya ke arah menara Eiffel.


"Bagaimana jika kita ke taman menara Eiffel,? kita mencari penginapan saja di dekat menara itu.!" dia lalu menatap Seven sambil tersenyum.


"Aku sepakat,! kak, Seven,!! Sebaiknya kita ke sana,!" kata Marcela sambil tersenyum dan menggantungkan tangannya di tangan pemuda itu.


Resky sangat kesal melihat apa yang di lakukan Marcela, di saat yang sama Marcela memandang Resky sambil tersenyum penuh kemenangan.



"Ada apa dengan wajahmu itu, sepertinya kamu nggak suka jika aku dekat dengan kak Seven!"


"Nggak usah mengusik aku, kak.!! lakukan saja apa yang ingin kakak lakukan, aku nggak punya hubungan apapun dengan kak Seven, kami hanya teman,!" ucap Resky.


"Syukurlah kalau gitu,!!" jawab Marcela sambil tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


Seven kemudian bereaksi."Ada apa sih dengan kalian,!" dia kemudian menatap Marcela."Lepaskan aku, Marcelah,!! kita ke menara Eifel sesuai permintaan kalian berdua.


__ADS_2