LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 28 : Rusia-Moskow


__ADS_3

Seorang pria sedang berada di rumah yang ia telah sewa sambil bersiap-siap untuk berangkat mencari pekerjaan


"Aku akan melamar pekerjaan di rumah besar keluarga Arashavin sebagai supir dengan cara itu mungkin aku bisa mendapatkan informasi." Gumam Rian sambil melangkahkan kakiknya meninggalkan rumah sewa itu.


Rian kemudian berangkat dengan memesan taxi menuju ke rumah besar kediaman Mr Arashavin yang memang lagi membutuhkan supir untuk putri mereka.


Setelah tiba di kediaman Mr Arashavin, Rian lalu masuk ke dalam rumah besar itu dan di sambut oleh nyonya Park Ae-Ri.


"Hari ini kamu bisa bekerja sebagai supir untuk putriku " Ucap Nyonya Park yang menggunakan bahasa indonesia karena ia tau jika Rian berasal dari negara itu berdasarkan lamaran kerja yang ia ajukan.


"Terimah kasih banyak Nyonya besar telah mempekerjakan aku.!"


"Putriku sedang berada di kampus hari ini dan tugasmu sebagai supir pribadinya. Apa kamu sudah mengerti "?


"Aku mengerti Nyonya besar... !"


"Pergilah di kampus lomonosov moskow untuk menjemputnya, ini foto putriku dan ia menguasai 7 bahasa asing, dia akan mengerti apa yang kamu katakan."



Beberapa waktu kemudian Rian akhirnya tiba di kampus dan memarkir mobil Aurus senat di parkiran kampus tersebut.


"Sebaiknya aku mencari Nona Muda terlebih dahulu." Ucap Rian dalam hati sambil keluar dari mobil mewah tersebut.


Dia lalu berjalan menelusuri kampus tersebut dan tidak lupa untuk bertanya kepada mahasiswa dan mahasiswi yang ia temui dengan menunjukan foto.


Seorang wanita cantik sedang berkumpul bersama teman-teman kampusnya di halaman kampus sambil berbncang-bincang.


"Tidak ada pria di kampus ini yang mampu menolak pesonahku.! Ucap Irina Arashavin sambil tersenyum


"Sebaiknya kita mencari target baru, Irina... ! Untuk kita kerjai." Ucap Marcela


"Okey ! pilihlah seorang pria untuk di jadikan korban selanjurnya.!"


"Aku sementara sedang melihat-lihat dan memilih ni."


"Lalu bagaimana jika kamu tidak berhasil kali ini Irina... ?" Tanya Leon


"Hahahahaaa ! Aku tidak akan gagal dan jika aku gagal maka pria tersebut akan kujadikan kekasihku.!"


"Kurasa ini menarik Irina.!" Ucap Leon yang merupakan sahabat irina


"Apa kamu sudah menemukan pria yang cocok untuk di jadikaƱ mainan... ?" Tanya Irina


"Untuk saat ini belum ! Aku tidak melihat pria yang sedikit menantang untuk di bawah kedalam permainan.!" Ucap Marcela.


Rian yang sudah merasa putus asa mencari Putri Nyonya Park di kampus yang begitu luas dengan hanya bermodalkan foto.


"Di mana lagi aku mencari gadis ini." Gumamnya yang sedikit kesal sambil mengarahkan pandanganya ke kanan dan ke kiri.


Dia lalu menuju ke halaman kampus tersebut sebab ia melihat begitu banyak mahasiswa dan mahasiswi sedang bersantai di tempat itu.


"Ini tempat terakhir, jika aku tidak menemukanya di sini maka aku akan bertanya ke dosen kampus ini." Gumamnya.


Marcela sedang mengarahkan pandanganya ke seorang pria tampan yang sepertinya sedang mencari seseorang.


"Aku menemuknya.!" Ucap Marcela yang melihat seorang pria.

__ADS_1


"Yang mana orangnya... ?" Tanya Leon yang tiba-tiba jadi penasara.


"Yang itu tuh ! Dia berjalan seperti sedang mencari seseorang." Ucap Marcela tersenyum licik sambil mengarahkan telunjuknya ke arah seoarang Pria.


"Coba kamu lihat pria itu Irina " Ucap Leon kemudian berpaling ke arah Irina.


Irina lalu membalikan wajahnya ke arah seseorang yang di tunjukan oleh Leon.


"Pria itu tampan juga rupanya.!" Ucap Irina sambil tersenyum devil.


"Bagaimana irina dengan pilihanku... ?" Ucap Marcela.


"Pilihanmu boleh juga ! kurasa, kali ini permainan tidak akan membosankan, Kalau begitu, aku berpura-pura jadi wanita pemalu ah.. !" Ucap Irina tersenyum licik.


Marcela lalu menghampiri pria tersebut yang tidak lain adalah Rian.


"Who are you looking for... ?"


"I'm looking for the woman in this photo.!"


Marcela kaget saat melihat foto tersebut yang tidak lain adalah Irina Arsahavin.


"Which country do you come from... ?"


"I come from Indonesia... !" Jawab Rian


"Ehh ! Ternyata kita berasal dari negara yang sama. Cuman, aku sudah sangat lama nggak ke sana... !"


"Ternyata Nona juga warga negara indonesia."


"Aku Rian." Jawab Rian sambil menerima uluran tangan Marcela


"Ngomong-ngomong ! Mengapa kamu mencari gadis yang ada di foto itu.!"


"Dia adalah Majikanku dan Aku bertugas sebagai supirnya."


"Cowok tampan ini ternyata supir Irina... !" Ucap Marcela dalah hati.


"Apa kamu tau di mana gadis ini berada... ?" Tanya Rian.


"Dia adalah sahabatku, kebetulan kami saat ini sedang bersama, Ikuti aku... !"


"Baiklah kalau begitu Nona Marcela."


Mereka berdua kemudian melangkahkan kakinya menuju tempat di mana Irina dan Leon berada.


"Pria ini mencarimu Irina." Ucap Marcela.


Irina kemudian memalingkan wajahnya ke arah Rian dan Marcela.


"Mengapa dia mencariku.... ?"


"Aku supir baru Nona.!"


Irina menatap ke arah Rian memperhatikan dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.


"Pria tampan ini ternyata supirku, Rencananya gagal deh " Ucap Irina dalam hati.

__ADS_1


"kalau begitu aku akan menunggu Nona di mobil sebab aku sudah menemukan dan memberi tahu Nona.!"


Dia kemudian permisi dan meninggalkan Irina dan kawan-kawanya menuju ke tempat parkir.


"Kita terpaksa menghentikan permainan sebab target kita bukanlah seorang mahasiswa di kampus kita , Ngomong-ngomong supir ini sangat tampan guys... !" Ucap Marcela.


"Jadi apa rencana kita hari ini.?" Tanya Leon.


"Rencananya pulang ke rumah masing-masing... !" Ucap Irina


Irina lalu meninggalkan kedua sahabatnya tersebut menuju ke parkiran kampus.


"Aku juga mau pulang sebab hari ini kuliah sudah kelar, kamu sendiri leon, bagaimana... ?"


"Aku mau ke perpustakaan dulu sebab aku punya sedikit urusan.!"


"Aku jalan duluan ya kalau begitu.!" Ucap Marcela


"Okey.!"


Di tempat parkir Rian sedang berdiri dan bersandar pada diding samping luar mobil tersebut sambil menunggu Irina .


"Jika aku adalah anak dari Tuan Arashavin berarti Irina adalah adiku, untuk saat ini aku bersabar dulu sambil mencari informasi yang lebih akurat." Ucap Rian dalam hati.


Beberapa waktu kemudian Irina lalu menghampiri Rian


"Kita pulang ! Cepat ... ! Ngomong-ngomong, nama kamu siapa... ?"


"Namaku, Rian Nona Muda.!"


Rian kemudian membuka pintu mobil bagian belakan untuk Irina.


Tidak butuh waktu lama, Merekapun meninggalkan kampus tersebut menuju ke kediaman keluarga Arashavin. Di dalam perjalan, terjadi dialog kecil antara Irina dan Rian.


"Apa kamu tidak kuliah.?"


"Aku sudah selesai Nona muda.!"


"Panggil Irina saja.!" Ucap Irina


"Aku rasa, kurang pantas menyebut nama Nona muda.!"


"Kalau kita berdua, panggil aku Irina jangan protes lagi. Okey... !"


"Baik Nona Muda maksudku Irina.!"


"Nah begitu dong ! Mengapa kamu tidak melamar pekerjaan di perusahaan jika kualifikasi pendidikanmu adalah S1... ?"


"Aku baru di negara ini dan aku belum mengambil ijasahku.!"


"Jadi, kamu hanya bekerja sementara sebagai supir... ?"


"Rencananya seperti itu.!"


"Cowok ini Dingin amat sih." Ucap irina dalam hati sedikit kesal


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka tiba di Mansion keluarga Arashavin

__ADS_1


__ADS_2