LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 109 : Rombongan Besar Menuju Kota Paris


__ADS_3

Inggris-London Jam 08:07 Pagi.


Mrs Erlita, Raisa, Irma, Marcela dan Mr Erika telah menyelesaikan persiapan untuk membawa jenasah Mr Sudirmam yang berada dalam petih mati menuju ke Perancis.


Ernest dan beberapa orang kepercayaanya melangkahkan kakinya mengangkat peti mati itu menuju ke mobil yang telah di siapkan, beberapa pengurus perusahan di seluruh asia tenggara sedang berbaris untuk menjemput jenasah pemimpin mereka yang di bawah oleh Ernest.


Mr Ramadhan sedang berjalan ke arah Mrs Erlita, dia sedang membawa hasil otopsi dari Mr Sudirman.


"Bagaimana hasilnya otopsi suamiku,!?"


"Sebaiknya kita membahasnya setelah pemakaman usai,!" ucap Mr Ramdhan.


"Baiklah.!"


Merekapun menyusul rombangan besar menuju ke mobil yang telah di siapkan, tidak butuh waktu lama, 107 mobil megah meninggalkan rumah sakit itu menuju ke bandara di mana pesawat jet untuk petih jenasah Mr sudirman berada.


"Ke mana Arya dan Resky, Ma.... !?"


"Mereka baru saja tiba, Pa.!" dia kemudian memalingkan wajahya ke arah mobil Ferrari berwarna kuning."Itu mereka.!" Mr Erika menunjuk mobil itu.


"Mereka berdua dari mana saja.!?" Mr Ramadhan mengalihkan pandanganya ke arah mobil Ferrari kuning.


"Bukan mereka berdua.!! Tapi, meraka berempat,!! liat baik-baik.!!" dia melihat Seven dan Albert yang berada di atas motor sedang mendekati mobil Arya.

__ADS_1


"Mungkin mereka beristirahat di apartemen Resky.!"


Tidak butuh waktu yang lama kelompok yang sangat besar itu kemudian masuk ke dalam airport, mereka menuju ke 77 pesawat jet pribadi milik induk perusahaan DYNAMIC yang bermunculan dari setiap perwakilan cabang perusahaan raksasa itu dari belahan dunia.



Ibu Erlita, Mr Ramadhan dan Mrs Erika kemudian menuju ke pesawat jet khusus para petinggi.


"Arya,!! kamu ikut bersama kami,!" ucap Mr Ramadhan,


Arya yang berniat menuju ke pesawat berbeda degan Ayahnya kemudian memalingkan wajahnya ke arah sumber suara.


"Baik, Ayah.!!"


Arya mau tidak mau mengikuti perintah Ayahnya, dia kemudian bergabung bersama Mr Erlita, Ayah dan ibunya di dalam pesawat jet khusus pemimpin itu.


Raisa yang terlihat sangat gelisah, dia sepertinya sedang menunggu seseorang.


"Kemana kak Indra, katanya mau nyusul,!" ucapnya dalam hati.


"Mungkin kak Indra sedang berada di jalan, sebaiknya kita bergegas ke pesawat, sebentar lagi pesawat akan lepas landas,


"Kok kamu bisa tau jika aku memikirkan kak Indra,!?"

__ADS_1


"Dari wajahmu terlukis wajah kak Indra,!"


Raisa terdiam tersipu malu, kedua pipinya merah merona.


"Hmmm.... ! Kita ke pesawat, cepat,!! nggak usah cerewet lagi,!!" ucap Raisa.


Para wanita itu bergegas berjalan bersama sedangkan Albert dan Seven mengikuti mereka dari belakang.


Dalam rombongan gadis-gadis cantik itu, Resy kemudian memisahkan diri dan membalikkan tubuhnya ke belakang, dia berjalan menuju ke arah dua pemuda tampan yang juga sedang berjalan.


Pada saat Para gadis itu berjalan masuk ke dalam pesawat, Hp Raisa berdering.


"Krink... ! Krink... ! Krink... !!"


"Siapa sih.!" gumamnya


Raisa kemudian mengambil Hpnya lalu mengangkatnya dan menempelkan Hp itu di telinganya.


"Aku berada di belakangmu,!" ucap Indra kemudian menutup panggilan telephone.


Raisa lalu memalingkan wajahnya ke belakang.


"Kak Indra,!!" dia tersenyum manis."Aku sudah menunggu kakak,!" kata Raisa sambil menatap wajah tampan Indra yang berjalan mendekat ke arah Alber, Resky dan Seven.

__ADS_1


"Kebetulan yang tak terduga,!" ucap Seven dalam hati.


Setelah mereka berada di dalam pesawat, tidak lama kemudian., 77 pesawat jet lepas landas satu persatu ke udara.


__ADS_2