
Disuatu jalan yang sepi terdapat 3 mobil mewah yang berada di tepi jalan di sebelah kiri halte.
Dua orang gadis sedang mengarahkan pandanganya ke pada seorang pria yang berjalanan menuju ke arahnya.
"Bagaimana keadaan, Irma ? Apa di baik - baik saja.?" Ucap Arya sambil melihat ke dua wanita yang sedang duduk
"Dia baik-baik saja kak ,hanya saja masih syok !" Jawab Raisa.
"Lalu kamu sama siapa ke sini ? Main kabur-kabur aja.!"
"Aku kesini sama teman kampus kak yang di sana ! Soalnya kamu di cari, ngak ketemu, di telphone, Hp gak aktif.!"
"Tadi sudah aku jelaskan.!"
Arya memamalingkan wajahnya ke arah kiri, dia melihat tiga orang pria dan seorang wanita yang memandang ke arahnya. Sontak Arya terkejut hebat melihat wajah wanita yang berada di antara ketiga pria tersebut.
"Itukan Renata... !!!" Ucap Arya dalam hati
Arya merasa sedikit gugup dan takut melihat Renata, ia lalu mencoba dan menetralkan parasaanya.
"Itukan Arya.... !!!" Ucap Renata dalam hati
"Itukan pria yang yang berada di lantai 15.!" Ucap Rian dalam hati.
"Nona Renata kenapa anda bisa berada di sini.?"
"Kakak kenal dengan wanita itu.?" Tanya Raisa yang melihat Arya dengan tingkah sopan dan mearasa sedikit aneh dengan tingkah kekasihnya itu.
"Dia Renata, CEO Perusahaan yang aku temui tadi siang. Dan, tadi kami secara kebetulan bertemu di Bar hotel waktu aku membeli sebungkus rokok di Bar itu !"
"Oohh... ! Pantes ajah kakak berbicara formal.!" Ucap Raisa sedikit tenang setelah mendengar penjelasan Arya tanpa rasa curiga sedikitpun.
"Kebetulan aku melihat seorang teman berada di sini Tuan Arya.!" Jawab Renata dengan tenang sambil tersenyum manis seolah-olah tidak ada yang telah terjadi sebelumnya.
Ketiga pria yang berada di samping Renata hanya menyimak.
Renata lalu menatap Rian selanjutnya ia mengambil pergelangan tangan pria itu, sontak pria itu kaget tanpa berkata - kata sedikitpun. Renata kemudian menarik tangan pemuda tampan itu sambil memegang pergelangan tangannya.
Rian mengikuti Renata yang berjalan menuju ke mobil Marcedes Benz. tiba-tiba gadis itu berbalik ke arah Arya
Farhan berbalik dan melihat Rian dan wanita cantik itu sedang berjalan sedangkan Albert hanya terdiam membisu sambil memperhatikan apa yang sedang terjadi.
"Maaf Tuan Arya Ramadhan, Aku jalan dulu dan selamat malam.!" Ucap Renata sambil tersenyum kecil.
"Selamat Malam Nona Renata.!" Jawab Arya
"Jadi itu kekasihnya.!" Ucap Arya dalam hati
Arya hanya menatap Renata dan pria itu masuk ke dalam mobil kemudian melewatinya.
"Pip... ! Pip... !!" Bunyi klakson mobil Renata.
Arya lalu beranjak dari tempat di mana ia berdiri, melangkahkan kakinya menuju ke Raisa dan irma.
"Kita nggak jadi bersenang-senang malam ini, padahal ini ulang tahun, Rian." Ucap Farhan yang menoleh ke arah Albert
"Mau bagai mana lagi, bentar aja kita ketemu dengan Rian, sebaiknya kita pulang saja ! Aku nginap di mansion kamu.!"
Farhan dan Albert berjalan menuju ke arah Raisa, Irma Dan Arya.
"Raisa kami balik dulu.!"
"Makasih banyak atas bantuanya guys... ! Ngomon-ngomong, nomor kalian berapa ? Aku mau teraktir kalian sebagai tanda terima kasih, bentar di kampus.!"
"Nggak usah teraktir kami, Raisa.!" Ucap Albert.
"Jangan menolak rejeki.!" Ucap Raisa
Merekapun bertukar nomor telephone , Arya hanya memperhatikan mereka walaupun sedikit cemburu akan terapi Arya sangat yakin ke pada Raisa.
"Kalau begitu sampai jumpa lagi Raisa ! Kami pulang dulu, Pak.!" Ucap Albert.
"Jangan panggil, Pak ! kawan.. ! Panggil Arya saja, usia kita tidaklah jauh berbeda."Jawab Arya sambil tersenyum kecut ke arah kedua pria tersebut.
"Okey ! makasih dan hati-hati di jalan.!" Jawab Raisa
"Tentu saja kamj hati-hati !" Jawab Farhan.
Merekapun berjalan meninggalkan ke tiga orang tersebut menuju ke mobil ,selanjutnya merekapun meninggalkan tempat itu.
"Pip... !" Bunyi klakson mobil Farhan.
Raisa melambaikan tanganya .Arya hanya menatap mobil itu dan tersenyum kecil sampai mobil tersebut menghilang dari pandangan mereka .
"Kita balik.!" Ucap Arya
Raisa lalu berdiri dan merangkul Irma yang masih dalam keadaan syok menuju ke mobil Arya. Dan akhirnya, merekapun meninggalkan tempat itu menuju ke mansion Raisa.
Beberapa waktu kemudian, mereka pun tiba di mansion lalu turun dari mobil tersebut.
"Aku pulang dulu sayang.!" Ucap Arya
"Okey ! hati - hati.!" Jawab Raisa.
Aryapun meninggalkan mansion tersebut sedangkan Raisa berjalan masuk ke dalam sambil merangkul Irma kemudian membawa irma ke dalam kamarnya dan membaringkan irma di tempat tidur setelah itu Raisa ikut berbaring di samping irma . Merekapun akhirnya tertidur lelap.
Di dalam mobil Marcedes benz yang sedang melaju cepat menuju ke suatu tempat.
"Kita mau kemana Nona ? Lalu, mengapa Nona menculikku ?" Tanya Rian.
"Bentar juga kamu akan tahu ..! Karena aku menyukaimu dalam arti yang lain.!" Jawab Renata.
__ADS_1
"Aku juga menyukai Nona dalam arti yang lain.!" Ucap Rian Spontan .
Mereka saling menatap sejenak dan bertukar senyum. Beberapa waktu kemudian mereka telah tiba di pantai.
Renata kemudian keluar dari mobilnya lalu berjalan seorang diri menuju ke arah laut sambil membentangkan kedua tanganya .Rian yang baru saja keluar dari mobil tersebut memandangi Renata sambil tersenyum kecil.
Rian mengikuti Renata dari belakang, dia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya pada saat melihat gadis itu.
"Gadis ini, seakan menggerakan perasaanku.!" Ucap Rian dalam hati sambil tersenyum kecil.
Renata berbalik ke arah belakang lalu berjalan menuju ke arah Rian sambil tersenyum. Entah mengapa Gadis cuek dan digin itu tiba-tiba sikapnya berubah 360 derajat dari sifat sebelumnya.
"Kenapa bisa aku sangat senang dengan pria ini, dia seakan memggerakkan perasaan dan mengalihkan pikiranku " Ucap Ranata dalam hati sambilmenatap pria yang ada di hadapanya.
Renata lalu melepas kuncir rambutnya sehingga terlihat berbeda dari penampilan sebelumnya Lalu angin sepoi - sepoi melitas kearah mereka dengan lembut membuat rambut Renata sedikit bertaburan.
Rian yang melihat hal itu terpesona akan kecantikan Natural Renata sehingga membuat jantungnya bederdetak .
"Dag... ! Dig... ! Dug... !"
"Astaga .....! Ada apa dengan diriku.!" Ucap Rian dalam hati sambil menatap Renata yang berjalan ke arahnya.
"Kenapa kamu melamun, ada apa,!?"Tanya Renata
"Nona sangat cantik membuat jantungku berdebar-debar,!" jawab Rian spontan tanpa sadar.
"Dia sangat polos.!" Ucap Renata dalam hati
Seketika Rian sadar dari lamunanya sebab wanita itu menepuk bahunya , Renata lalu berjalan bersampingan dengan Rian, ia melepas sepatu hak tinggi, kemudian memegang sepatu itu di tangan kananya.
Renata menatap Rian dari samping tanpa pria tampan itu sadari.
"Ini baru pertama kali aku menatap laki - laki dengan cara yang berbeda, entah kenapa hal ini terjadi padaku !" Ucap Renata dalam hati.
Cahaya bulan menyinari area sekitar mereka sehingga mereka dapat melihat pemandangan indah di malam itu, pada saat mereka berjalan Rian menemukan botol putih yang kosong , pemuda itu lalu mengambil botol tersebut.
Renata hanya menyimak apa yang di lakukan Rian.
"Mau kamu apakan botol itu ?"
"Kebetulan aku memikirkan sesuatu tentang botol ini.!"
"Ap itu ?"
"Nona punya pulpen dan kertas.?"
"Jangan panggil Nona, cukup. Renata saja ! Ada di mobil, tunggu aku ambilkan... !" Ucap Renata sambil tersenyum manis ke pada pemuda tampan itu.
Renata lalu berbalik melangkahkan kakinya menuju ke mobilnya untuk mengambil pulpen dan kertas.
Rian menatap punggung Renata yang menjauh dari pandangan matanya.
Beberapa waktu kemudian Renata kembali membawa pulpen dan kertas. Matahari pun sudah menampakan Cahayanya menandakan bahwa sebentar lagi akan pagi.
"Ini pulpen dan kertasnya, terus apa yang akan kamu lakukan selanjutnya.?"
"Aku akan menulis keinginanku di kertas ini, lalu menguburnya. Nanti, beberapa tahun kedepan baru aku kembali melihat botol ini."
"Bisa aku ikut nggak.?"
"Bagai mana kalau kita buat perjanjian ?"
"Perjanjian apa itu.?" Pemuda itu bertanya balik tanpa menjawab.
"kita akan mengubur botol ini bersama dan membukanya setahun kedepan. Bagaimana menurutmu.?"
"Okey ! Aku rasa itu bukan ide yang buruk ! Sini, tangan kamu ! kita buat perjanjian."
"Ini baru pertama kali dalam hidupku melakukan hal yang sederhana tapi dampaknya begitu besar dalam hatiku.!" Ucap Renata dalam hati sambil tersenyum lepas tanpa beban, Tanpa di sengajah kemudian mengulurkan tanganya seperti yang pemuda itu minta.
Pemuda tampan lalu menulis keinginanya sambil menatap Renata dengan tatapan yang sangat sulit di artikan sambil menggulung kertas itu kemudian memasukkanya kedalam botol itu. Tiba giliran Renata untuk menulis keinginya ia menatap pria tampan yang berada tepat di hadapanya sambil tersenyum lepas tanpa beban. mata mereka saling beradu tanpa ada yang berkedip dan mengalah seleperti baru saja terkena anak panah asmara yang di lepaskan oleh dewi cinta.
"Dag... ! Dig... ! Dug... !"
Jantung Renata dan Rian berdetak kencang, mata mereka saling bertemu tanpa berkedip.
"Aku menyukaimu, Renata... !!" Ucap Rian dalam hati.
"Kali ini aku benar-benar menyukai seorang pria ini perasaan yang begitu murni.!"Ucap Renata dalam hati.
Mereka lalu tersadar dan mengingat tujuan mereka.
"Sepertinya aku belum menulis keinginanku." Ucap Renata kemudian menulis keinginanya di kertas putih itu.
Setelah wanita cantik itu menulis keinginanya dan mengulung kertas itu, kemudian ia memberikanya ke pada pemuda tampan itu.
Selanjutnya kertas yang Sudah di masukkan kedalam botol di letakan di pasir oleh Rian.
Rian lalu mencari benda apa saja untuk menggali pasir kemudian ia menemukan sebatang kayu yang berukuran sederhana.
Renata yang memperhatikan Rian tersenyum sangat bahagia, Kemudian mereka mencari lokasi yang mudah di ingat serta aman sampai 1 tahun kedepan.
Merekapun menggali bersama-sama sambil tertawa bahagia, seolah olah sepasang anak kecil bermain pasir.
Setelah mereka selesai menggali pasir itu, akhrinya mereka mengubur botol tersebut.
"Ingatnya 1 tahun masa perjanjianya ?" Tanya Renata
"Okey... Okey... !" Jawab Rian sambil tersenyum kecil.
Renata yang mendengarkan jawaban pemuda itu kemudian tertawa kecil sambil menatap pemuda tampan itu sehingga mereka kembali saling menatap seperti benih-benih cinta sedang melanda kedua anak manusia itu.
Renata lalu mengambil segengam pasir kemudian melemparkanya ke arah Rian sambil tertawa lepas selanjutnya gadis itu berlari ke tepi pantai.
"Awas yah... ! Aku akan membalasmu... !" Ucap Rian sambil tertawa dan berlari mengejar Renata.
Pemuda itu kemudian menangkap wanita cantik itu yang masih tertawa terbahak-bahak lalu berteriak " Aku sangat bahagia " kemudian Renata berbalik ke arah pemuda tampan itu.
"kamu menangkapku !" Ucap Renata tersenyum.
__ADS_1
"Aku menangkapmu.!" Jawab Rian tersenyum
"Lalu apa yang akan kamu lakukan kepadaku.?" Dia menatap pria tampan itu tanpa berkedip.
"Aku... ! Aku... ! Aku... ! Aku ingin... !" perkataan pemuda tampan itu terhenti di sebabkan Renata mencium bibirnya.
Gadis itu lalu melepaskan ciumanya kemudian mereka saling menatap tetapi itu bukanlah tatapan nafsu melainkan tatapan penuh cinta yang begitu dalam seperti bungga yang baru mekar.
Pemuda tampan itu lalu mencium bibir wanita itu dengan mesrah begitupun dengan Renata yang membalas ciuman mesrah itu.
Rian kemudian menghentikan ciumanya.
"Kamu sangat Cantik.!" Ucap Rian spontan.
Renata hanya membalasnya dengan senyum manis.
"Sebaiknya kita duduk, Aku sangat lelah ?"
"Aku juga lelah.!"
Merekapun duduk di tepi pantai menikmati pemandagan laut di susul dengan penampakan matahari yang melebarkan cahaya indahnya ke penjuru bumi di pagi itu.
"Apakah kamu perna jatuh cinta, Rian.?" Tanya Renata
"Aku juga tidak tau apa itu jatuh cinta karena aku belum perna memiliki kekasih.. !"
"Apa harus punya pacar baru bisa di defenisikan bahwa itu adalah cinta.?"
"Aku juga nggak yakin tentang itu ! Temanku berkencang dengan beberapa wanita akan tetapi tidak ada rasa cinta sedikitpun yang ia rasakan, itu kata temanku !"
"Lalu, cinta itu apa menurutmu, Rian.?" Dia menatap pemuda itu
"Mungkin perasaan yang halus, dalam, sesuatu yang mampu menggerakan hati sehingga membuat segalanyanya menjadi indah ! Mungkin seperti itu sebab itulah yang terlintas dalam benakku saat ini.! Lalu bagai mana menurutmu ?" Dia lalu memandang wanita cantik itu.
"Apa yang baru kamu katakan itu adalah jawabanku atas pertanyaanmu !" Dia kemudian memalingkan pandanganya ke arah pantai.
Kemudian mereka saling menatap dan bertukar senyum manis lalu kembali memandang laut yang luas.
Keheningan terjadi di antara mereka saat ini, hanya suara ombak air laut mendadak riuh, ombak yang terseret angin seoerti sedang bernyanyi.
Tiba-tiba kepala wanita cantik itu terjatu di pundak pemuda itu,sontak pemuda itu kaget.
"Sebaiknya kita pulang Renata ini sudah pagi.!"
Wanita itu tidak merespon perkataan Rian, kemudian Rian memalingkan wajahnya untuk melihat gadis cantik itu .
"Ternyata dia tertidur pulas, pantas saja dia nggak menjawabku ! kasihan gadis ini seakan- akan dia hidup sebatangkara, raut wajahnya menandakan bahwa ia sangat kesepian, sebelumnya dari luar terlihat sangat tangguh sehingga menutupi kesedihan di wajahnya, tapi saat ini sangat terlihat jelas !" Ucap Rian dalam hati sambil mandang wajah Renata.
Rian lalu menggendong wanita cantik itu ala bridal style kemudian berjalan membawanya ke mobil dan memasukanya kedalam mobil tersebut.
Pemuda itu lalu mengambil kunci mobil dari tas kecil Renata selanjutnya ia menyalahkan mobil milik Renata dan mereka meninggalkan tempat itu, tiba-tiba saja pemuda itu menghentikan laju mobil untuk mencari alamat tempat tinggal Renata.
Setelah mengetahui alamat tempat tinggal Renata melalui kartu identitas ,Rianpun mengemudikan mobil tersebut dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Brummmmmmm... !" Suara mobil melaju.
15 menit kemudian, Rian akhirnya tiba di mansion Renata, kini ia tau jika Renata adalah CEO perusahaan di mana ayahnya bekerja sebagai seoarang satpam dari kartu identitas milik wanita cantik itu.
Pemuda tampan itu kemudian turun dari mobil dan mengeluarkan Renata dari dalam mobil, dia mengendong wanita itu ala bridal style lalu membawanya masuk ke dalam mansion.
Seorang wanita paruh baya berjalan mendekati Rian yang tak lain adalah bibi Ima kepalah asisten mansion.
"Ada apa dengan Nona Muda.... !?" Tanya bibi Ima yang sedang panik.
"Dia hanya tertidur, jangan di bangunkan. Soalya, dia baru tertidur.!" Jawab Rian.
Kepala asisten rumah tangga di mansion megah itu faham dengan apa yang di katakan pemuda itu.
"Dimana kamarnya, Bibi'.. !?"
"Ikuti aku ke atas,Tuan !"
Rian lalu membawa wanita cantik yang tertidur pulas itu ke kamarnya dan mereka akhirnya tiba di kamar Renata selanjutnya dia membaringkannya.
"Bibi.... ! Aku pulang dulu..!"
"Terima kasih banyak, Tuan. Dan, hati -hati di jalan.!"
Rian lalu melangkahkan kakinya meninggalkan mansion tersebut, ia berjalan ke luar melewati gerbang kemudian memesan ojek online.
Beberapa waktu kemudian, Ojek online akhirnya tiba selanjutnya mereka menuju ke hotel eagel.
Setelah tiba di hotel eagel Rian lalu mengambil motornya dan bergegas pulang ke rumahnya.
Beberapa waktu kemudian, Rian baru saja tiba di kediaman sederhanahnya.
"Ibu... ! Ayah... ! Aku pulang."
"Kamu nginap di mana ?"
"Aku di pantai, Bu.! Ayah kemana, Bu ?"
"Ayahmu sudah pergi bekerja.!"
"kamu masuk dulu, Nak.! Kamu sarapan dulu. Setelah itu, aku akan menyampaikan sesuatu hal yang penting yang harus kamu ketahui. Kami, sudah memutuskan untuk memberitahumu. Nak.!"
"Baik Bu.. ! Kebetulan, aku juga lapar.!"
Setelah sarapan pagi Rian menuju ke ruang tamu di mana ibunya menunggunya.
"Ada apa, Bu.? Ceritakan apa yang harus aku ketahui, Bu.!" Ucap Rian penasaran.
"kamu itu sudah dewasa nak, jadi kamu harus kuat mendengarkan apa yang ibu katakan " Ucap Ibu Dwi.
"Baik Bu.!"
"Kamu Bukan anak kandung kami.!"
__ADS_1
Rian sontak terkejut hebat tanpa berkata-kata sedikitpun.