LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 95 : Awal Kehancuran Besar


__ADS_3

Arya baru saja tiba di apartemen adiknya, mereka berdua lalu melangkahkan kakinya ke dalam, wajah Arya terlihat mengkerut, urat lehernya begitu terlihat, Resky yang melihat kakaknya begitu frustasi kemudian mencoba menenangkan kakaknya itu.


"Sebaiknya redam amarahmu, kak,!! kemudian temukan cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan pikiran tenang dan rileks sehingga kakak bisa mengambil tindakan yang tepat." Dia menatap kakanya sambil berjalan masuk ke dalam apartemen.



"Kadang lebih baik diam, daripada menjelaskan apa yang kita rasakan, karena menyakitkan ketika mereka bisa mendengar tapi tak bisa mengerti."


"Aku mengerti kak Arya.! Menghadapi masalah dengan emosi akan sia-sia. Ketika sedang emosi, kakak nggak bisa mengontrol diri kamu sendiri. Lantas, bagaimana mungkin kakak bisa menyelesaikan permasalahan dengan rasa amarah di dada. Lawan emosi itu dengan kesabaran dan hati yang tenang, Kak,!!" kata Resky.


"Ketika sudah kecewa, apapun yang baik akan tetap terlihat buruk, jauh lebih mudah untuk marah kepada seseorang daripada memberitahu mereka jika kamu tersakiti.!"


"Kak Arya keras kepal amat sih.!!! Marah adalah sebuah perasaan yang membuat mulut kita bereaksi lebih cepat daripada pikiran, jangan pernah membuat suatu keputusan ketika sedang marah, karena air yang mendidih nggak bisa digunakan untuk bercermin, banyak kerugian yang terjadi akibat ulah orang yang tak bisa mengontrol diri. Sebenarnya, orang yang selalu marah-marah akan merugi dan ingatlah jika kakak ingin terbang tinggi, kakak harus meninggalkan hal yang memberatkan di dalam diri kakak sendiri.!"


Arya terdiam dengan perkataan adiknya itu, dia menatapnya sejenak."Nggak usah cerewet lagi.... !!"



Mereka berdua lalu masuk ke dalam apartemen itu.


"Ceklek.!" Bunyi pintu terbuka.

__ADS_1


Resky kemudian menuju ke kulkas untuk mengambil botol kaca yang berisikan air putih sedangkan Arya sedang duduk di kursi sofa ruang tamu.


"Minum dulu, kak.!!!" Gadis cantik itu memberikan botol kaca kepada kakaknya



Arya menoleh ke sumber suara lalu mengambil botol kaca air putih itu, dia membuka tutupnya lalu meminum airnya tersebut.


"Krink... ! Krink... ! Krink... !!" Bunyi Hp milik Arya.


Pemuda tampan yang sudah meredahkan emosinya itu lalu mengangkat telephone.


"Proyek pembangunan habis terbakar boss.!!"


Arya kemudian berdiri."Apaaaaa.... !!!!!! Apa penyebanya.... !!!!???"


"Sepertinya seseorang dengan sengaja membakar 450 buah mansion itu, Boss.!!"


"Arg.... !! Brengsek,!!!! cari tau siapa pelakunya dan tangkap dia,!!! apa kamu mengerti.!!!" dia berjalan bolak balik


"Di mengerti, Boss.!!"

__ADS_1


Arya kemudian melempar botol kaca air putih itu ke arah dinding



"Prangggggg.... !!" Bunyi letusan botol kaca itu yang berhamburan di lantai.


Arya kemudian berteriak kencang :"Apa salahku di masa lalu, mengapa hidupku jadi berantakan begini....!!! Arg.... !!!"


Resky terdiam membisu, dia meneteskan air mata, perasaanya begitu perih melihat ketidak adilan yang menimpa kakaknya.



"Sungguh malang nasib keluarga kita, mengapa semua ini bisa terjadi dalam waktu singkat.!" Dia menatap kakaknya dengan wajah lusuh yang berlinangkan air mata." Sungguh kasihan kamu kak, kamu telah kehilangan kak Raisa di sebabkan video scandal itu dan kini kamu kehilangan proyekmu.!!" dia menatap senduh ke arah kakaknya.


Pemuda tampan itu kemudian tergeletak di lantai, dia pingsang.


Resky kemudian berteriak."Kak Arya.... !!!" Dia lalu berlari kencang menghampiri kakaknya."Kak Arya.... !! Banguuuun.... !!!!" Isap tangis gadis itu kiang mencekang, dia menjerit keras, batinya begitu remuk, nafasnya tersendak sendak.



"Apa salah kami.... !!" jerit gadis itu yang di sertai isap tangis yang mengelegar hebat.

__ADS_1


__ADS_2