LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 151 : Kebenaran Seorang Ibu


__ADS_3

Di kediaman Mrs Erlita yang terletak di kota Paris, Resky sedang melangkahkan kakinya menuju ke arah Ibu dan Ayahnya.


Setelah gadis itu tiba, dia menyimak sejenak percakapan antara Ayahnya dan Ibu dari Raisa wulandari.


"Sebaiknya, anda beristirahat dulu, sudah larut malam," kata Mrs Erlita.


"Baiklah, Nyonya," kata Mr Ramadhan.


"Aku akan mengantar anda ke kamar khusus untuk anda berdua, ikuti aku Tuan dan Nyonya," kata Mrs Erlita lalu membalikkan tubuhnya selanjutnya melangkahkan kakinya menuju ke tempat yang di maksud.


Di saat Mr Ramadhan dan Mrs Erika mengikuti langkah kaki Ibu dari Raisa Wulandari, Resky kemudian bereaksi, dia berkata.


"Ibu, aku mau ngomong sesuatu.!?"


Mr Erika dan Mr Ramadhan kemudian menghentikan langkah kakinya sejenak, mereka berdua memalingkan pandangannya ke arah putri mereka secara bersamaan.


"Ada apa sayang,? aku hampir lupa dengan putriku sendiri. Maaf yah, Ibu tak memperhatikanmu sebab kamu sendiri tau kondisi saat ini sayang, kamu makin cantik," kata Mrs Erika sambil tersenyum manis kepada Resky.


"Putriku terlihat sangat dewasa," kata Mr Ramadhan.


Resky menatap Ayah dan Ibunya secara bergantian.

__ADS_1


"Aku ingin membicarkan sesuatu dengan Ibu, ini sangat penting bagiku," kata Resky, dia mencoba untuk tersenyum kecil ke pada Ibunya.


"Apa itu, katakan saja," kata Mrs Erika sambil tersenyum manis.


"Katakan, Nak,! kata Mr Ramadhan.


"Aku ingin berbicara empat mata dengan Ibu," kata Resky, dia lalu memalingkan wajahnya ke arah Mr Ramadhan."Apa boleh, Ayah."


"Tentu saja boleh, Nak," kata Mr Ramadhan Pratama.


Mrs Erika kemudian memalingkan wajahnya ke arah suaminya itu, dia berkata.


"Aku akan menyusulmu, Pa."


Di saat itu, Mrs Erika maju satu langkah ke depan di mana putrinya berada tepat di hadapanya.


"Apa yang ingin kamu bahas denganku, sepertinya sangat pribadi, Nak."


"Aku langsung ajah ke inti topik pembahasan, aku ingin membicarakan tentang Mr David dan Indra," kata Resky yang raut wajahnya berubah menjadi sangat serius.


Sontak Mrs Erika terkejut hebat atas apa yang di ucapkan oleh putrinya itu, dia terdiam, raut wajahnya menjadi pucat.

__ADS_1


"Mengapa Ibu terdiam,!?" kata Resky.


"Aku harus mengatakan apa, aku tidak mengerti arah pembicaraan ini," kata Mrs Erika yang terlihat kebingungan dan begitu terbata-bata dalam setiap tutur katanya.


"Aku ingin meminta penjelasan tentang Indra dan tentunya tentang Mr David."


"Aku sungguh tak faham dengan ucapanmu, Nak," Kata Mrs Erika sambil tersenyum paksa ke arah putrinya.


"Ibu tau arah pembicaraanku, aku sudah mengetahui kebenaran yang Ibu sembunyikan dari kami, aku ingin meminta penjelasan secara rinci, aku sudah tau jika Indra adalah putra Ibu dan Mr David," kata Resky dengan raut wajah yang semakin serius.


Suasana di tempat itu sangat tegang, Mrs Eriķa melotot ke arah putrinya sesaat, dia tertunduk, dia terdiam tanpa berkata-kata sedikit pun.


Di saat itu, Resky memperhatikan setiap gerak-gerik Ibunya.


"Aku menunggu penjelasan Ibu," kata gadis cantik berusia 18 tahun itu.


Mrs Erika tak merespon perkataan putrinya, dia tetap dalam posisi tertunduk, raut wajahnya sangat tegang itu terlihat dari batang lehernya yang nampak urat berwarna hijau dan juga terlihat jidatnya.


"Ibuku seperti sangat tertekan, apa aku terlalalu berlebihan dalam setiap tutur kataku. Tapi, aku rasa tak ada yang salah dengan ucapanku," kata Resky dalam hati.


"Aku tidak perna berpikir jika putriku sendiri yang akan mengetahui rahasia masa laluku, aku sudah berusaha sangat keras menutupnya rapat-rapat," kata Mr Erika, dia lalu mengarahkan pandangannya ke pada putrinya.

__ADS_1


"Indra adalah putraku," kata Mrs Erika.


Resky dan Ibunya saling menatap tanpa berkedip sedikit pun. Di saat itu juga, kedua wanita yang berbeda usia itu meneteskan air mata secara bersamaan tanpa suara tangis.


__ADS_2