LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 14 : Lelaki Misterius Dan Selembar Kertas


__ADS_3

Sebuah Pesawat jet pribadi Gulfstream G650 mendarat di Airport.


setelah mendarat, Seorang pria gagah Berjalan keluar dari pesawat itu lalu mengeluarkan ponsel untuk menghungi seseorang.



"Apa kamu sudah tau kelemahan Arya Ramadhan,?" Ucap Pria.


"........................." Jawab seseorang dari balik telephone


"Baiklah pekerjaanmu sudah baik, Untuk menghancurkan Arya Ramdhan sampai tidak mampu bangkit lagi bukti itu belum cukup kuat," ucap Pria itu.


"Lalu bagai mana dengan adiknya, apa dia sudah dewasa dan cantik,?" Tanya pria itu


"Dia tumbuh dan cantik Boss,!" ucap pria di balik Telephone.


"Lalu Bagaimana dengan kekasihnya, Apa dia seperti yang ada di foto " ? Tanya Pria itu


"Iya bos.!" Ucap seseorang dari dalam tephone.


"Baiklah klw begitu " Ucap Pria itu.


"Tut... ! Tut... ! Tut.... !!"


"Aku akan mengambil alih perusahaan Ramadhan dengan cara apapun welcome to hell... !" Ucap pria itu sambil tersenyum devil.


...****************...


Arya telah membaca dan mempelajari dengan sangat teliti proposal yang membutuhkan dana kuardrilliun itu.


"Jika aku tidak hati-hati dalam menggunakan dana, bisa-bisa keluargaku menjadi pengemis " Gumanya.


Arya sambil berpikir lalu ia teringat ke pada Renata.


"Bukankah aku dan Renata sudah menjalin kerja sama dalam bidang pembangunan, Kenapa aku bisa lupa yah.!" Gumanya.


"Arg... ! Kenapa aku memikirkan adegan sialan itu...!" Gumanya sangat kesal.


Arya lalu berdiri dari kursi kebesaranya lalu berjalan mondar-mandir di dalam ruanganya.


"Telephone...! Tidak... ! Telephone... !Tidak... ! Telephone... !!"


Akhirnya Arya mengambil kesimpulan. Dia mengambil Hpnya untuk menghubungi Renata.


"Krink... ! Krink... ! krink... !!"


"Halo... ! Ada apa Tuan Arya Ramdhan.? Ada yang bisa saya bantu.? Tanya Renata yang mengemudikan mobilnya.


"Kita ada proyek sangat besar. Yaitu, membangun mansion sebanyak 30 unit bernilai kuadrilliun.Nona Renata... !"


"Itu proyek sangat besar Tuan Arya... ! Jika salah langkah, kita akan bangkrut.!"


"Maka dari itu, aku menelphone anda.Nona Renata...!!"


"Kalau begitu, kirimkan aku file proposal itu, Aku ingin membacanya dulu sebelum mengambil keputusan.!"


"Baiklah Nona Renata.! Selamat siang.!"


"Selamat siang juga... !"


"Tut... ! Tut.. ! Tut.... !!"

__ADS_1


Pak Harto yang berada dalam mobil hanya bisa terdiam membisu.


"Kita ke arah mana Pak,?" Tanya Renata.


"Belok kiri Non, lalu ke kanan... !" Jawab Pak Harto.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka tiba di Rumah Pak harto. Setelah Renata memarkir mobilnya di tepi jalan, kedua orang itu turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah


"Clint,!" bunyi Hp milik Renata menandakan pesan masuk.


Pesan tersebut berasal dari Arya yang mengirim File proposal yang berbentuk PDF.


"Clint.!" Bunyi pesan masuk di Hp milik Renata.


"File yang asli ada di ruanganku, Aku sendiri yang akan melakukan survei langsung ke lokasi, Karena aku juga takut dengan jumlah dana yang akan di gunakan.Aku juga belum berbicara kepada para pemegang saham di perusahaanku.!" Ucap Arya dalam pesan WA.


Renata lalu mengetik di Hpnya dengan niat membalas pesan WA.


"Bailkah Tuan Arya.! Masalah itu aku serahkan ke pada anda, selanjutnya nanti kita akan membahasnya secara langsung."


"Silahkan masuk Nona Renata."


"Okey Pak.!"


"Ibu... ! Tolong buatkan teh untuk tamu kita.!" Ucap Pak Harto.


"Nggak usah repot-repot Pak.!" Ucap Renata yang duduk di sofa ruang tamu.


"Bapak sudah pulang rupanya.!" Ucap Ibu Dwi yang matanya membengkak akibat menangis.


"Tunggu ya Pa... ! Aku ke dapur dulu.!" Ucap Ibu Dwi.


...****************...


"Akhirnya sudah lengkap,!" ucap Farhan


"Kalau gitu, kita berangkat.!" ucap Irma yang tidak sabar ingin melihat Rian.


"Rumah manusia kulkas itu masih jauh Nggak.!" Tanya Raisa.


"Sepuluh menit lagi kita tiba.! Jawab Albert.


Merekapun berangkat menuju ke rumah Rian.


Beberapa menit kemudian mereka akhirnya tiba di rumah Rian lalu turun dari mobil


"Mobil itu kayaknya gue perna liat tapi di mana yah.!" Ucap Farhan berpikir sambil mengaruk-garuk kepalahnya.


"Aku juga kayak kenal mobil ini... !" Ucap Albert.


"Kayaknya, itu mobil CEO wanita yang bekerja sama dengan kak Arya deh.!" Kata Raisa


"Jadi Dia CEO.!" Jawab Farhan.


"Jujur... ! Aku nggak ngerti apa yang kalian katakan.!" Ucap irma yang berwajah bingung.


"Jadi wanita cantik itu CEO , Kirain Mahasiswi " Ucap Albert.


"Kalian itu pada berisik, Kita masuk ajah.!" Ucap Raisa


"Selamat siang.!" Ucap ke 4 orang itu bersamaan.

__ADS_1


Di dalam Ruangan tamu, Pak Harto dan Renata duduk di sofa kemudian ibu dwi membawa secangkir teh panas lalu menaruhnya di meja.


"Ibu... ! Ada tamu tuh.!" Ucap Pak Harto


Lalu ibu Dwi berjalan menuju ke arah sumber suara


"Masuk Nak kedalam, kebetulan kami juga kedatangan tamu !" Ucap Ibu Dwi


Mereka ber 4 lalu menuju keruang tamu.


"Silahkam duduk Non." Ucap Pak harto.


"Lalu kami berdua bagaimana Om.?" Tanya Farhan


"Ya ampun ! Duduklah." Jawab Pak harto.


"Cuman bercanda Om.!" Kata Farhan


"Nggak Lucu Farhan.! Kami ber 4 datang pak untuk merayakan ulang tahun Rian, Om... !" Ucap Albert


"Jangan bilang-bilang sama Rian, Pak.!" Ucap Farhan.


Pak Harto, Ibu Dwi dan Renata hanya terdiam membisu. Sedangkan Raisa dan Irma memandang Renata dengan terkagum-kagum.


"Busyet.....! Ini cewek cantiknya alami.!" Ucap Irma dalam hati.


"Wanita ini sangat cantik dan masih sangat mudah menjadi CEO.!" Ucap Raisa dalam hati.


Farhan lalu membuka kue tar dan di susul albert memberikan lilin di atas kue tersebut sedangkan yang lain hanya memperhatikan apa yang mereka kerjakan.


"Di mana Rian Om.?" Tanya Farhan.


"Rian Kabur dari rumah.!" Jawab Pak Harto.


"Apaaaaa... !!!! Kabuurr... !!!!" Ucap Farhan dan Albert bersamaan.


Raisa dan Irma hanya saling menatap dengan wajah bingung.


"Rian sudah tau kalau dirinya anak adopsi.!" Ucap Pak Harto.


"Aku baru tau kalau Rian anak adopsi." Ucap Farhan


"Aku Juga... !" Ucap Albert


"Pak... ! Coba aku lihat surat Rian.?" Tanya Renata.


"Ma... ! Tolong ambilkan suratnya." Ucap Pak harto


"Baik Pa... !" Jawab Ibu Dwi.


Ibu dwi lalu beranjak dari tempat itu untuk mengambil surat yang di tinggalkan Rian lalu kembali di tempat mereka berkumpul.


"Ini, Pak. Suratnya.!" Ucap Ibu Dwi.


Selanjutnya Pak Harto menyerahkan surat itu kepada Renata.


Terjadi kesuyian di rumah itu beberapa saat. Renata baru saja selesai membaca surat itu kemudian ia melihat orang-orang di sekitarnya tanpa tersenyum.


"Bagaimana, Non.!"


"Rian Pergi mencari tau kedua orang tuanya, kemungkinan besar dia tidak akan kembali dalam waktu dekat. Dan, yang lebih fatalnya, mungkin tidak akan perna kembali sampai menemukan kebenaran tentang dirinya." Kata Renata dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


Di dalam rumah itu langsung terjadi keheningan di sebabkan dari informasi yang mereka dengar.


__ADS_2