
Di dalam sebuah kamar, seorang pemuda sedang berbaring di tempat tidur sambil memikirkan sesuatu.
"Mengapa orang tua kandungku membuangku... !! Apakah mungkin aku anak hasil hubungan gelap !! Apakah orang tua kandungku tidak mencintaiku sama sekali !! Mengapa dan mengapa... !!" Gumam Rian,
Pria tampan itu menetesakan air mata melewati pipinya, dadahnya sesak, pikiranya kacau, raut wajahnya sangat murung, dia merasa sangat tidak berharga.
Rian kemudian tertidur sangat pulas sebab terlalu lelah bercampur emosi yang berkecamuk di dalam dirinya di tambah lagi semalaman ia belum tidur.
...****************...
Di tempat lain pada jam yang sama Raisa dan irma terbagun dari tidurnya
"Selamat pagi Irma.?"
"Selamat pagi juga.!"
"Apa kamu baik-baik saja.?"
"Aku baik-baik saja Ra.!"
"Aku mandi dulu, Irma.!"
"Cepat ya Ra' ..!! Aku juga mau mandi soalnya badanku bau asem.!"
"Sahabatku akhirnya sudah kembali seperti semula rupanya.!"
"Buruan mandi bawel ! Ngak usah ceramah dulu deh.!"
"Iya... ! Iya... ! Iya..!"
Kemudian Raisa mengambil Jubah mandinya yang berbentuk kimono berwarna biruh langit dan bergegas ke kamar mandi .
"Sebaiknya aku kabari Mamaku dulu.!" Gumang Irma.
Irma lalu mengambil ponsenlya di dalam saku celana jeans yang ia kenakan.
"Halo Mom.!"
"Kamu di mana Nak ngak pulang semalaman." Ucap Ibunya
"Aku di rumah Raisa mom.!"
"Kalau kamu mau nginap di luar, setidaknya kamu beritahu kami... ! Biasanya kamu tidak perperilaku seperti ini.!" Ucap ibunya yang kesal.
"Bukan begitu, Mom.!! Semalam aku di rampok, mobil dan dompetku di bawah kabur,Mom.! Jadi, aku nggak sempat mengabari, Ibu.!"
"Kamu ngak papa kan Nak ? Apa kamu terluka ? Udah hubungi polisi,!?"Tanya Ibunya yang panik.
"Aku baik-baik saja mom !! Rencananya entar aku ama Raisa ke kantor polisi , Mom.! Udah dulu ya soalnya aku mau mandi," ucap Irma.
"Baiklah, Nak,!" ucap ibunya
Beberapa waktu kemudian, Raisa keluar dari kamar mandi. Di saat itu, Irma sedang menatapnya.
"Kamu tidur dalam kamar mandi ya Ra lama amat sih.!" Ucap Irma kesal.
"Hahaha.... !! Kamu ada- ada ajah, aku sedang mandi Irma bawel.!"
Irma lalu berjalan menuju ke arah Raisa kemudian berkata.
"Sini baju mandimu..!"
"Iihhk... !! Apaan sih.. ! Ambil di lemari.!"
"Okey.!"
Irma pun lalu berjalan ke arah lemari untuk mengambil baju mandi, setelah itu ia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Di waktu yang sama, Raisa berjalan menuju ke lèmari untuk mengambil pakaian yang ia akan kenakan. selanjunya ia berjalan menuju lemari lain untuk mengambil Bra dan CD yang akan ia gunakan.
Raisa lalu melepas baju mandinya kemudian memakai CD dan Bra selanjutnya iapun memakai baju kaos dan celana jeans lalu melangkahkan kakinya menuju ke meja rias untuk mempercantik dirinya sambil menunggu Irma.
__ADS_1
"Kamu udah cantik walau tampa make up Ra." Ucap irma yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Baru nyadar kamu kalau aku emang cantik dari lahir.!"
"Pinjam baju kaos kamu.?"
"Ambil di lemari sana.!"
"Okey... ! Temanani aku ke kantor polisi untuk melapor yah,?" ucap Irma sambil berjalan menuju ke lemari.
"Okey.!"
Beberapa waktu kemudian, mereka melangkahkan kakinya menuju ke lantai dasar untuk sarapan pagi yang telah di siapkan oleh pembantu rumah tangga.
"Om dan Tante ke mana ? Kok nggak ada.?"
"Mereka lagi di Prancis ! Mungkin urusan bisnis di perusahaan peninggalan kakek.!"
Merekapun sarapan pagi bersama. Setelah itu mereka berjalan ke luar menuju garasi untuk mengambil mobil Ferrari milik Raisa. tidak lama kemudian Raisa dan irma berangkat meninggalkan mansion menuju ke kantor polisi.
...****************...
Di tempat lain dan di waktu yang sama, sebuah mobil lamborgini melesat memasuki Area perusahaan yang tak lain adalah Arya Ramadhan setelah ia memarkir mobilnya, ia pun turun dari mobilnya kemudian berjalan memasukin perusahaan tersebut untuk menuju ke ruanganya.
Setelah sampai ke ruanganya ia kemudian melangkahkan kakinya menuju kursi kebesaranya lalu mengambil Hp miliknya.
"Krink... ! Krink... ! Krink... !" Bunyi Hp milik Rais, ia lalu mengangkatnya.
"Haloo Tuan pemalas, ada yang bisa saya bantu.?" Ucap Raisa yang tau persis jika kekasihnya akan terlambat bangun.
"Kamu di mana sayang,!?"
"Aku lagi di kantor polisi dengan Irma untuk melapor tentang kejadian semalam.!"
"Oh gitu... ! Irma udah kembali normal yah.?"
"Iya kak.!"
"Kalau gitu udah dulu yah sayang.!! Soalnya, aku lagi membaca beberapa proposal yang di ajukan ke padaku.!"
"Tut.. ! Tut... ! Tut... !"
Arya lalu membuka dan membaca selembar demi selembar proposal permintaan dana untuk proyek pembangunan 30 unit rumah megah.
...****************...
Di sebuah Resort kepolisian, Raisa dan Irma telah melapor dan menjelaskan kepada pihak berwenang kronologisny, mereka lalu melangkahkan kakinya meninggalkan kantor polisi menuju ke mobil Ferrari. Setelah tiba di mobil tersebut, Raisa lalu memberikan kunci mobilnya ke pada Irma.
"Kamu yang nyetir... ! Aku mau nelpon dulu. Okey.!"
"Okey, Nyonya besar.!"
"Brum... ! Brummmm... !" Suara mobil Ferarri yang sedang melaju cepat.
Di dalam mobil Raisa lalu menelpon seseorang.
Di tempat yang lain, Farhan dan Albert yang sudah berada di kampus sedang sibuk berdiskusi dengan beberapa wanita. Di saat itu, Hp miliknya berbunyi, dia kemudian menatap Albert dan berkata.
"Albert... !! Raisa menelponku."
"Angkat brother, bagaimana sih,! gitu ajah pakai laporan segala.!" Ucap Albert
"Nggak usah nge gas juga kali,!" ucap Farhan kesal.
Pemuda tampan bergaya preman kampung itu lalu mengangkat Hp miliknya
"Haloo Raisa, ada apa,?"
Sontak wanita-Wanita yang ada di samping mereka kaget mendegar nama Raisa di ucapkan Sebab mereka mengenal bahwa Raisa adalah gadis tercantik yang ada di kampus mereka.
"Menakjubkan," kata salah satu wanita itu.
__ADS_1
"Kamu lagi di mana,?" ucap Raisa yang berada di atas mobil bersama dengan irma.
"Lagi di kampus.!"
"Aku akan kesana dan jangan kemana-mana.!"
"Tut... ! Tut... ! Tut... !"
"Apa katanya,?" tanya Albert.
"Dia mau ke kampus.!"
"Mungkin dia mau traktir kita sebab itu yang di katakan semalam."
"Kayaknya sih gitu.!"
Mereka pun melanjutkan diskusi Sambil menunggu kedatangan Raisa.
...****************...
Di tempat lain, Renata baru saja terbangun dari tidurnya, dia lalu memperhatikan area di sekitar kamarnya.
"Kenapa aku bisa berada di kamarku sendiri.!" Gumamnya.
Dia mengingat-ingat kembali yang telah terjadi sambil berpikir
"Terakhir kali aku berada di samping Rian di pantai.! Apa mungkin aku pingsan atau aku tertidur.! Apa Rian yang membawaku ke sini,!! atau orang lain yang membawaku kesini," gumanya.
Dia kemudian turun dari tempat tidurnya lalu melangkahkan kakinya berjalan ke luar dari kamarnya.
"Bi'.. !! Bi' Ima.... !!" Teriak Renata.
"Iya, Non Renata.!! Ada yang bisa saya bantu, Non.?"
"Apa Bibi tau siapa yang membawaku ke sini.?"
"Oohh itu Non..!! Seorang pemuda tampan yang membawa Nona. Tapi aku nggak tau siapa namanya, Non.! Tapi, sepertinya pemuda tampan itu menyukai Nona jika di lihat dari cara memperlakukan Nona dengan lembut dan juga memperhatikan Nona dengan penuh cinta.!"
Renata yang mendengarkan penjelasan Bi" Ima terdiam dan tersipu malu sambil tersenyum kecil.
"Itu adalah Rian tidak salah lagi sebab dia adalah orang terakhir yang bersama denganku.!" Ucapnya dalam hati
"Makasih yah Bi'... !! Buatkan sarapan, Bi... ! Nanti aku kemeja makan.!"
Renata kemudian kembali ke dalam kamarya dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil tersenyum.
...****************...
Di tempat yang lain, Ibu Dwi telah selesai memasak untuk makan siang dan tidak lupa membuatkan bekal untuk suaminya yang lagi bekerja.
"Mudah-mudahan anak itu kuat dan tabah setelah megetahui kebenaran tentang dirinya. Lagian, di sudah dewasa. kalau begitu, sebaiknya aku membangunkanya untuk makan siang lalu menyuruhnya untuk mengantar makan siang untuk Ayahya." Gumamnya.
"Tok... ! Tok... ! Tok.... !!"Ketukan pintu pertama.
"Tok... ! Tok... ! Tok.... !!" Ketukan pintu yang ke dua.
" Tok... ! Tok... ! Tok.... !!" Ketukan pintu yang ke tiga.
"Aku langsung masuk aja mungkin dia terlalu lelah sehingga tertidur pulas " Ucapnya dalam hati.
"Kok Rian nggak ada ! Anak itu kemana yah, Mungkin ada di luar." Ucap Ibu Dwi dalam hati.
Baru saja melangkahkan kakinya bermaksud untuk keluar dari kamar Rian, Tiba-tiba ia melihat kertas di atas meja belajar. Selanjutnya ibu Dwi mengambil dan membaca kertas tersebut .
Ibu Dwi kaget membaca isi surat itu, Iapun meneteskan air mata lalu segera keluar dari kamar Rian untuk mengambil Hp menghubungi suaminya.
"Halo ada apa ma kok kamu nangis.?" Ucap Pak Harto
"Hik... ! Hik... ! Hik... ! Rian Pa,!! Rian,!" kata Ibu Dwi sambil menangis dan menempelkan Hpnya di telinganya.
"Kenapa dengan Rian Ma.!?"
__ADS_1
"Rian meninggalkan kita, Pa.!! Dia meninggalkan selembar surat.!"
"Apaaaa,!!!!!" ucap pak Harto yang begitu terkejut atas perkataan istrinya.