
Di sebuah Mansion keluarga Ramadhan seorang gadis cantik telah bersiap berangkat ke sekolah.
"Selamat pagi semuanya,!" dia melambaikan tanganya lalu melanjutkan perkataanya."kecuali kak Arya," kata Resky sambil tersenyum kepada kedua orang tuanya.
"Pagi Nak " Jawab Kedua orang tuanya secara bersamaan
"Sini Nak ! kita Sarapan bersama " Ucap Ibu Erika
"Setelah Kamu lulus nanti, kamu mau kuliah di mana.?" Tanya Pak Ramadhan
"Aku mau kuliah di University Of Oxford, jurusan kedokteran... !" Ucap Resky
"Kamu memilih universitas terbaik di dunia saat ini, Nak " Ucap Pak Ramadhan dengan bangga.
"Kirain Harvard universitas terbaik di dunia.!" Tanya Reski
"Segalah sesuatu itu terkadang berubah Nak terkadang di atas dan terkadang di bawah, seperti aku dan Ibumu kadang di atas dan di bawah.!" Ucap Pak Ramadhan.
"Oh jadi gitu Pa... ! Maksudnya Ayah dan Ibu kadang di atas dan di bawah.?" Tanya Reski penasaran.
"Jangan dengarkan kata Ayahmu, Nak.!" Ucap Ibu Erika
"Nanti kamu juga akan ngerti, jika sudah waktunya." Ucap Pak Ramadhan.
Setelah mereka menyelesaikan sarapan paginya Resky beranjak ke sekolah untuk menghadapi ujian akhir
"Pa... ! Ma.. !! Aku berangkat dulu ya." Ucap Resky .
Pak Ramadhan dan Erika memperhatikan punggung putrinya yang melangkah menjauh dari pandangan mereka.
"Apa-Apaan sih, Pa... ! Membahas yang gitu-gituan di depan anak kita." Ucap Ibu Erika kesal.
"Dia juga nggak ngerti sayang... !" Ucap pak Ramadhan merayu istrinya.
"Pa... ! Aku mau ke belanda, untuk meninjau butik aku selama 2 hari.?"
"Kapan berangkatnya... ?"
"Besok ! Kamu Ngak ikut, Pa... ?"
"Nggak Ma... ! Aku sudah malas ngurusin bisnis, maka dari itu, aku serahkan perusahaan ke pada Arya." Ucap Ramadhan.
"Yakin Pa.. ! Nggak mau ikut.?"
"Iya Ma... ! Aku yakin."
"Apa rencanamu, Ma,? tentang Persiapan pernikan Arya.!" Tanya Pak Ramadhan.
"Justru itu salah satu tujuanku mau ke belanda untuk membuatkan baju pengantin. Bukankah Kita juga akan mengadakan pesta juga" Jawab Ibu Erika
"Begitu Rupanya ma " Ucap pak Ramadhan.
__ADS_1
"Aku ketaman dulu,Pa.! Ucap Ibu Erika.
"Iya Darling.!" Ucap Pak Ramadhan.
Merekapun masing-masing sibuk dengan urusannya.
Beberapa waktu kemudian, Arya turun ke menuju ke ruang tamu, ia melihat Ayahnya membaca koran dan ibunya sedang sibuk mengurus tamanya .
"Pa ... ! Ma... ! Aku ke kantor dulu." Ucap Arya
"Iya, Nak... !"Jawab pasangan suami istri itu secara bersamaan.
kemudian Arya melangkahkan kakinya menuju ke bagasi untuk mengambil mobil kesayanganya selanjutnya ia meninggalkan mansion tersebut.
...****************...
Beberapa waktu kemudian, Resky telah menyelesaikan ujianya kemudian ia melangkahkan kakinya menuju ke kantin di mana Ibu Dwi berjualan.
"Kok kantinya tutup... !" Gumamnya.
Reski melangkahkan kakinya di kantin sebelah untuk bertanya kepada Ibu Sri.
"Ibu Sri...! Ibu Dwi sudah pulang.?"
"Ibu Dwi, nggak berjualan hari ini, Non."
"Makasih Bu.!"
Kemudian Resky melangkahkan kakinya menuju ke mobil yang sedang menunggunya. Setelah Resky berada dalam mobil tersebut. Supir tersebut melajukan mobil meninggalkan sekolah.
"Pak, kalau melihat mini market , singgah dulu, aku mau membeli sesuatu" Ucap Resky.
"Baik Non.!"
Beberapa menit kemudian. Sebuah mobil sedang memasuki mini market. lalu Resky turun dari mobil melangkahkan kaki indahnya memasuki mini market.
Setelah membeli beberapa minuman dan makanan ringan, Resky menuju ke kasir selanjutnya ia kembali berjalan menuju ke mobil yang sedang menungguhnya. Tiba -tiba ia berhenti kerena melihat sosok laki-laki yang ia kenal sedang berjalan lesuh.
"Bukankah itu Kak Rian... !" Gumam gadis cantik itu yang sedang berhenti dari langkahnya sambil menatap ke jalan raya.
Gadis itu Kemudian kembali melangkahkan kakinya untuk menghampiri Rian.
"Kak Rian... ! ngapain di sini...?" Gadis itu meninggikan volume suaranya sambil berjalan cepat menuju ke arah Rian. Dia menghentikan langkahnya tepat di hadapan pemuda tampan itu.
Rian lalu mengangkat kepalahnya melihat sosok yang menyebut namanya.Tiba-tiba saja, pemuda tampan bersandar pada bahu Resky sambil membisikkan sesuatu ketelinga gadis cantik itu, Rian lalu mendadak pingsang.
Gadis cantik berusia 17 t ahun itu yang dalam kondisi panik lalu memanggil supirnya.
"Pak Rustam... ! Tolongin nih Pak... ! Dan bawa kedalam mobil " Kata Reski yang dalam keadaan panik.
"Baik Non."
__ADS_1
Pak Rustam yang bertubuh tinggi besar bukan hanya seorang supir melainkan bodyguard pribadi khusus Resky. tampah kewalahan sedikitpun, Pak Rustam menggendong Rian Ala bridal Style menuju ke mobil.
"kita berangkat menuju ke villaku.Cepat, Pak.!"
Pak Rustam tanpa bertanya sedikitpun lalu melajukan mobil menuju ke villa pribadi milik Resky.
"Kak Rian deman." Gumamnya sambil membaringkan Rian di atas pangkuanya.
Tiga puluh menit kemudian, merekapun telah tiba di villa milik Resky.
"Pak.. ! Tolong bawah temanku ke dalam kamar.!"
"Baik Non.!"
"Rahasiakan ini dari Ayah dan Ibuku, Pak. Mereka akan marah besar jika aku membawa seoarang pria ke dalam villa dan pastinya, Pak Rustam akan di pecat... ! Lagian juga, kita tidak melakukan hal-hal yang buruk, Kita hanya menolong temanku."
"Baik, Nona Mudah.!"
Pak Rustam lalu membawa Rian ke dalam villa menuju kamar dan membaringkannya di tempat tidur.
"Maaf, Non.. !! Teman Anda demam, Non.!! Kenapa nggak membawanya ke rumah sakit ajah, Non.!"
"Aku yang akan merawatnya... ! Bukanya aku ini calon Dokter.! Aku bisa mengatasi ini, Pak." Kata Resky penuh percaya diri.
Kemudian gadis cantik itu berjalan keluar Kamar menuju ke arah kulkas untuk mengambil es, selanjutnya ia melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambil baskom kecil kemudian mengisinya dengan air. Lalu, ia memasukkan es ke dalam baskom kecil itu.
"Pak... ! Tolong bawakan ini ke dalam kamar Pak... ! Aku mau menggambil kain bersih." Dia menyerahkan baskom tersebut.
"Baik Non."
Beberapa waktu kemudian Resky tiba di dalam kamar lalu mengompres Ria. Selanjutnya ia mengambil pulpen dan kertas di dalam tas sekolah miliknya untuk menulis barang yang di butuhkanya.
"Pak Rustam... ! Tolong ke apotik terdekat untuk membeli obat yang aku tulis di kertas ini." Gadis itu menyerahkan selembar kertas kepada supirnya. Dia lalu memgambil dua lembar uang seratus ribuh. " Ini uangnya, Pak."
Kemudian pak Rustam bergegas keluar dari villa itu untuk membeli apa yang di perintahkan Nona Mudahnya.
Resky kemudian duduk di samping Rian memperhatikan kondisi sesekali ia menyentuh kepala Rian.
"Demanya cukup tinggi, kompres hanya langkah antisipasi darurat saja." Gumanya.
15 menit kemudian Pak Rustam membawa apa yang di pesan oleh Nona mudahnya.
"Ini Non pesananya.!"
"Makasih ya pak ! Bapak istirahat dulu. Atau, pulang saja ke rumah, Bapak.! Nanti jika aku membutuhkan Bapak, aku akan menelpon, Bapak."
"Apa nggak masalah, Non.! Jika aku tinggal sendiri.?"
"Nggak masalah, Pak.!" Ucap Resky tersenyum kecil menandakan bahwa dia baik-baik saja.
Pak Rustam pun meninggalkan mereka berdua di villa itu.
__ADS_1