
Irina melangkahkan kakinya di dalam mansion di susul oleh Rian. Mereka sedang menuju ke ruang tamu di mana Mr Arashavin dan Mrs Park Ae-Ri sedang duduk di kursi sofa.
"Tak... ! Tak... ! Tak... !" Suara sepatu yang bersentuhan dengan lantai keramik mansion itu.
Mr Arashavin dan Istrinya lalu memalingkan wajah ke arah sumber suara itu. Rian lalu menghentikan langkahnya pada saat berada di dekat Mr Arashavin sedangkan Irina duduk di kursi sofa yang berdekatan dengan Ayahnya.
"Ayah... ! Aku ingin mengatakan sesuatu.!"
"Apa itu... ?"
"Aku nggak mau nikah dengan pria yang tidak aku kenali dan aku cintai, Ayah... !"
"Irina... ! Kamu tidak bisa merubah keputusan kami berdua.!" Kata Mr Park Ae-Ri.
"Bentar kita membahas itu, Nak.!" Kata Mr Arashavin.
__ADS_1
Mr Arashavin lalu melirik Rian.
"Kamu duduk dulu anak muda, aku ingin mengatakan sesuatu yang penting.!"
Rian lalu mengikuti perintah Mr Arashavin, dia duduk di kursi sofa khusus tamu.
"Ijasah milikmu ada padaku, aku ingin kamu bekerja padaku di perusahanku. Tentunya, aku aku akan menguji kemanpuanmu. Apa kamu mengerti.?"
"Aku mengerti Tuan.!"
"Aku akan menjadikanmu CEO di perusahaanku yang berada di negara ini dan jika kamu berhasil... ! Maka, aku akan menaikkan jabatanmu dan menempatkanmu di perusahaanku yang lebih besar. aku sudah mendiskusiksn ini bersama dengan istriku dan sahabatku. Apa kamu faham apa yang aku maksud anak mudah... ?"
"Apa ini tidak terlalu mendadak Tuan... ?"
"Aku sudah memikirkan dan menimbang-nimbang apa yang telah aku putuskan.!"
"Jangan terlalu berharap besar kepadaku,Tuan ! Aku hanya pemula.!"
"Aku menyadari potensi yang ada di dalam dirimu begitu besar dan kemampuanmu sangat mirip dengan seseorang yang sangat aku kenal di masa lalu dan kita memiliki beberapa kesamaan, wajahmu sangat identik denganku di masa lalu.
__ADS_1
Rian semakin terkejut mendengarkan perkataan Mr Arashavin.
"Jangan-jangan, dia benar-benar Ayah kandungku.! Begitulah pemikiran dan perasaan Rian tanpa ia ucapkan.Rian merasa sangat bahagia, dia kemudian memandang Irina.
"Berarti dia adik aku.! Tapi, aku harus lebih memastikanya dahulu... !" Dia berdialog dengan dirinya sendiri tanpa mengeluarkan kata-kata dari mulutnya. Rian kemudian mengajukan pertanyaan.
"Dari mana anda tau kemampuanku,Tuan... ?"
"Aku tidak bisa menjelaskan panjang kali lebar dari apa yang aku ketahui. Intinya adalah aku tidak akan menjadi salah satu pengusaha terbesar di dunia ini jika aku bodoh. Apa kamu mengerti maksudku... ?"
"Aku mengerti Tuan Besar... !"
"Apa kamu menerima tawaranku... ?"
"Baiklah Tuan Besar ! aku menerima tawaran anda."
"Bagus ! Aku suka yang seperti ini. Dan, mulai hari ini, nama kamu bukan lagi Rian. Apa kamu tidak keberatan dengan itu... ?"
"Aku sungguh tidak mengerti, mengapa aku mesti berganti nama,Tuan... ! Apa boleh Tuan menjelaskanya... ? Sebelum aku mengambil keputusan tentang hal ini, Tuan... ! Ini terlalu dan sangat mendadak hingga membuat aku bingung,Tuan... !"
"Aka tau apa yang kamu rasakan. Dan, aku sangat memahami itu, salah satu alasanku mengapa kamu harus mengganti nama yaitu untuk membuat para pesaingku tidak menyadari salah satu senjata utamaku, dan kamu adalah salah satu senjataku, aku yakin beberapa musuhku telah mengetahui identitasmu sebagai supir pribadi putriku akan tetapi belum menyadari potensimu yang begitu besar. Maka, aku mengambil inisiatif untuk menyulapmu. Apa kamu sudah mengerti... ?"
__ADS_1
"Aku mengerti,Tuan Besar. Jadi, siapa nama baru yang anda berikan ke padaku... ?"
"King yang artinya raja.! Itu nama baru kamu.!"