LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 111 : Perang Hati yang Menguras Emosi


__ADS_3

Di dalam ruangan sebuah pesawat jet pribadi milik kelyarga besar perusahan DYNAMICK kelompok kedua, Resky yang sedari tadi memandang wajah tampan Farhan Crow Seven kemudian mengerjai pria itu dengan menyumbat saluran pernafasan Seven, mau tidak mau dia terbagun dari tidurnya kemudia menatap Resky yang tersenyum kecil



"Hay kak Seven, selamat datang di dunia nyata,!!" ucap gadis cantik itu.


"Aku ngantuk, aku belum perna istirahat selama satu hari satu malam, jangan mengangguku,!!"


"Aku duduk di sini yah,?"


"Iya,!! tapi jangan menggangguku, biarkan aku istirhat sejenak.!"


"Okey kak Farhan Crow Seven,!"


Marcela dan Fany yang awalnya ingin mendekati Seven kemudian berbalik arah, mereka berdua kembali ke tempatnya dengan wajah yang kesal.



"Sialan bocah itu, sempat-sempatnya dia mengambil kesempatan,!" ucapnya dalam hati sambil berjalan kembali ketempat di mana Irma berada.


"Siapa lagi gadis kecil ini, mengganggu ajah,!! mungkin itu adiknya Seven,!" kata Fany dalam hati, wanita cantik itu lalu kembali berjalan menuju ketempatnya semula.


Albert yang melihat kedua wanita cantik yang gagal menghampiri Farhan kemudian tertawa kecil.


"Apa yang lucu,!" kata Fany yang berjalan mendekat lalu duduk di kursi sofa yang berada di hadapan Albert.


"Kamu kalah bersaing dengan gadis 18 tahun,!" kata albert sambil tertawa kecil.


"Jadi gadis itu bukan adiknya,!?"


"Bukan,!! dia adik Arya,!! dia berasal dari keluarga Ramadhan.!"

__ADS_1


"Aku nggak kenal, nggak penting juga, yang jelasnya aku nggak akan kalah sama bocil,!"


"Terserah kamu ajah.... !"


Di kursi sebelah, Raisa terkejut mendengarkan pengakuan Irma.


"Jadi kamu sempat jatuh cinta dengan Farhan dan kak Arya, aku baru tau itu,!! aku memang nggak menyangkal jika Farhan membuat kita terpaksa memperhatikanya, bukan berarti jika aku menyukainya, aku hanya mengangapnya teman biasa, lagian aku menyukai seseorang.!"


"Kamu nggak marahkan jika aku sempat menyukai kak Arya,!?"


"Nggak, dia masa laluku,!!"


Violet baru saja keluar dari kamar mandi, dia kemudian berjalan menuju ketempatnya, tanpa ia sengaja dia melihat pemandangan yang makin merusak batinya.


"Ngapain mereka saling tatap menatap, Arg.... tubuhku terasa ingin terbakar,!" gumamnya.


Albert semakin tertawa melihat wajah violet yang terlihat sangat cemburu, violet kemudian menatap kakaknya dengan sangat kesal.


"Aku nggak menyangka jika adikku juga ikut bucing dengan sahabatku,!" ucap albert yang sambil menghentikan tawanya.


"Aku nggak bucing,!! emang cuman dia ajah cowok di dunia ini,!" ucapnya sambil berjalan menuju ke arah Fany.


"Alasan,!! kamu itu pendusta yang buruk,!" ucap Albert.


Fany menatap Violet dengan tatapan yang tidak menyenangkan.


"Mengapa dia ikut-ikutan sih menyukai cowok yang aku taksir,!" ucapnya dalam hati.


"Arg... ngapain juga dia kut-ikutan menyukai Seven, apa dia sudah kehabisan stok pria,!" ucapnya dalam hati.


Violet kemudian duduk di samping Fany seperti sedang tidak terjadi apapun, mereka terkadang saling menatap dan bertukar senyum terpaksa.

__ADS_1


Albert memandang satu persatu gadis yang berada di hadapanya.



"Dasar wanita-wanita aneh, aku nggak ngerti pikiran para wanita ini.!" gumamnya.


"Apa sih yang kamu katakan,!!?? ucap Violet dan Fany secara bersamaan.


"Ngak ada, mungkin kalian lagi menghayal.!"


"Dasar pendusta,!" ucap Violet dan Fany secara bersamaan kemudian mereka saling menatap lalu tertawa kecil bersama.


Di kursi sebelah, Raisa dan indra sedang berdialog. Marcela tidak tahan dengan dialog mereka berdua sedangkan Irma justru bahagia.



"Apa kegiatan kak Indra,?" tanya Raisa.


"Aku sedang menjalankan bisnis dan sebentar lagi bisnis besar itu akan terealisasikan salah satunya adalah kamu,?" jawab Indra sambil terdenyum manis dengan maksud tertentu.


"Itu luar biasa, kenapa aku, kak,?"


"Karena kamu akan berperang besar dalam hidupku,!"


Raisa tersipu malu mendengarkan ucapan Indra


"Hmmmmm.... Aku mau muntah mendengarkan omonganmu, Indra,!" ucap Marcela.


Irma yang sangat senang dengan kedekatan Indra dan Raisa kemudian memalingkan wajahnya.


"Kamu syrik ajah,!" ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2