LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 58 : Sang Pengendara Lamborghini Huracan


__ADS_3

Pada saat yang sama dengan kejadian yang di alami Raisa, Tepatnya di airport. Marcela sedang duduk termenung memikirkan sesuatu.


"Di tempat ini, aku bertemu dengan dia," wanita itu lalu tersenyum, " mungkin Raisa sudah menemukan mereka, aku rasa mereka baik-baik saja, aku rasa firasatku salah." Gumamnya.


Marcela lalu mengambil Hpnya dari saku celana Jeans yang ia kenakan kemudian mencari kontak seseorang.Tiba-tiba saja, terdengar suara dari opertor boarding gate.


"Nanti ajah ! Jika aku sudah tiba." Ucap wanita itu dalam hati.


"Mohon perhatian. Ini adalah panggilan boarding terakhir untuk penumpang Marcela Aprilia Brodryck yang memesan penerbangan 943 tujuan kota Cardiff-Wales. Mohon menuju gerbang A-3 segera. Pemeriksaan terakhir akan segera selesai dan pintu pesawat akan ditutup dalam waktu lima menit. Diulangi. Ini adalah panggilan boarding terakhir untuk Marcela Aprilia Brodryk. Terima kasih." Suara operator bording gate melalui Mic.


Wanita itu lalu melangkahkan kakinya menuju ke pesawat sambil menarik kopernya dan memegang Hpnya.



...****************...


Pada saat yang sama dengan kejadian yang menimpa Raisa, sebelum kemunculan mobil Lamborgini Huracan berwarna hijau, lebih tepatnya di sebuah jalan. Sebuah mobil Lamborgini Aventador berwarna putih yang di dalamnya terdapat sepasang anak muda yang sedang berdialog.


"Hujan deras akhirnya redah juga, walapun hujan masih rintik-rintik tetapi kita harus melakukan sesuatu, Albert.? Raisa pasti mencari kita.!" Tanya Irma.


"Aku tahu itu ! Semoga saja, seseorang muncul di tempat ini, yang sabar, Irma.!" Jawab Albert.


Dari kaca spion, Albert melihat sebuah mobil Lamborgini berwarna hijau mendekat kepada mereka dengan kecepatan di atas rata-rata.


"Baru saja kita membahas ini, yang kita harapkan telah muncul." Gumam Albert.


"Apa sih yang kamu katakan.!? Kalau ngomong itu yang jelas dong.! Jawab Irma.


"Coba kamu lihat di belakang kita.!" Pria itu keluar dari mobilnya.


Irma kemudian menoleh, setelah itu, dia membuka pintu mobil lalu keluar tanpa berkata-kata lagi.


Mereka berdua lalu melambaikan tanganya ke arah jalan dengan maksud meminta bantuan kepada pengemudi mobil Lambirgini berwarna hijau yang sedang melaju itu. Dan, Akhirnya mereka berhasil.


Pada saat mobil Lamborgini Huracan hijau itu berhenti. mereka lalu menghampiri pemudinya dengan mengetuk jendela kaca mobil itu.


"Tok... ! Tok... ! Tok... !"


Pengemudi tersebut menurunkan kaca jendela mobilnya sambil menatap mereka.


"Ada yang bisa aku bantu Tuan dan Nona.?" Tanya pria tampan itu sambil tersenyum dengan maksud tertentu.


"Waow kejutan ! Ternyata pengemudinya cakep." Ucap Irma dalam hati.


"Bensin mobilku habis, tadi aku lupa mengisinya. Apa anda mempunyai stock bensin cadangan?" Tanya Albert


"Aku nggak punya Tuan !" Jawab Pria itu.


"Tolong bantu kami kak, please.!' Kata Irma yang lagi memohon dengan ekspresi wajah yang suram.

__ADS_1


"Okey.! Tunggu aku disini, sebaiknya kalian berteduh dulu, pakaian kalian basah." Jawab pria itu.


"Makasih kak.!" Kata Irma sambil tersenyum.


"Terima kasih banyak Tuan.! Kami akan menunggu anda." Ucap Albert.


Irma dan Albert kemudian berlari-lari kecil menuju ke mobil Lamborgini Aventador berwarna putih dengan niat berteduh dari rintik-rintik hujan.


Mobil Lamborgini Huracan berwarna hijau itu kemudian melaju cepat meninggalkan tempat itu untuk mencari bensin buat mereka.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya mobil itu tiba di pertamina. Setelah sang pengemudi mobil mewah itu mendapatkan apa yang ia inginkan, dia kembali ke tempat mereka berdua. Pada saat di jalan, seseorang menelpon pria itu.


"Krink... ! Krink... ! Krink... !" Bunyi Hpnya.


Pria itu lalu mengangkatnya.


"Katakan... !"


"Anak buahku sudah menghadang target, boss.! Aku akan mengirim lokasinya boss.!" Kata pria dari balik telepon.


"Okey... !" Jawab sang pengemudi mobil mewah itu sambil tersenyum dengan maksud tertentu.


Beberapa waktu kemudian, sang pengemudi Lamborgini Huracan berwarna hijau itu telah tiba di tempat di mana mobil Lamborgini Aventador berwarna putih terparkir.



"Dia telah tiba." Kata Irma.


"Nggak... ! Aku juga turun." Ucap Irma sambil membuka pintu mobil Lamborgini Aventador berwarna putih itu.


"Terserah kamu deh... !" Jawab Albert sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil berwarna hijau itu.


Mereka berdua berjalan beriringan di sertai rintik-rintik hujan yang membasahi pakaian mereka.


Sang pengemudi mobil hijau itu mengambil jergen 5 liter berisikan bensin, ia lalu keluar dari mobilnya sambil membawa apa yang di inginkan oleh mereka berdua kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah mereka yang juga sedang berjalan ke arahnya.


Sang pengendara lalu menyerahkan jergen yang berisikan bensin itu kepada pria yang berdiri di hadapanya.


"Makasih kak.! Ucap Irma sambil tersenyum manis sambil menatap sang pengemudi Lamborgini Huracan Berwarna hijau itu.


"Terima kasih banyak Tuan atas bantuanya." Ucap Albert sambil mengambil jergen itu lalu meletakkanya di bawah.


"Okey.! Aku berangkat dulu." Jawab pria itu.



Sang pengemudi lalu membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya kembali ke arah mobilnya.


"Sekali lagi, makasih kak ! Ngomong-ngomong, nama kakak siapa.? Tanya Irma

__ADS_1


Pria itu lalu berhenti dari langkahnya kenudian memalingkan wajahnya ke arah sumber suara.


"Indra.!" Jawabnya lalu mengembalikan posisi wajahnya seperti semula dan kembali berjalan.


Tidak butuh waktu lama, Indra bergegas meninggalkan mereka berdua dengan melajukan mobilnya begitu cepat sambil membaca pesan Wa yang berisikan geogle maps.


Irma dan Albert hanya bisa melihat mobil itu menjauh dari pandagan mereka.


Alber lalu mengambil jergen itu dan menjinjingnya, mereka berdua membalikkan tubuhnya lalu berjalan kembali ke arah mobil milik Albert.


"Mengapa kamu senyum-senyum sendiri.? Tanya Albert


"Ada deh ! Mau tau ajah."


Mereka berdua telah tiba dimobil Albert.


"Kamu nggak kedinginan ? Kamu masuk ajah kedalam mobil.!


"Tentu saja aku kedinginan.Okey.!"


Pria tampan itu lalu mengisi bensin ke dalam tangki bensin mobilnya. Setelah ia menyelesaikan urusanya, Albert kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu mobilnya lalu membuka pintu itu selanjutnya ia masuk dan duduk di kursi sofa sambil memutar kunci kontak stater mobilnya.



"Tek... ! Tek.... !"


"Tek... ! Tek.... !"


"Tek... ! Tek.... !"


"Mobil kamu kenapa sih ? kok belum bunyi." Tanya Irma.


"Sabar dulu, ini hal biasa terjadi pada semua kendaraan jika kehabisan bensin !" Jawab Albert sambil memutar-mutar kunci kontak stater mobilnya.


"Brummm... ! Brummmm.... !"


"Buruan, Albert.! Aku rasa Marcela sudah berangkat, kita sudah cukup lama berada di tempat ini !"


"Iya... ! Iya... ! Bawel amat sih....!"


Mobil Lamborgini Aventador melaju kencang meninggalkan tempat itu menuju ke airport.



Di dalam sebuah mobil Lamborgini Huracan berwarna hijauh yang sedang menurunkan kecepatanya, Indra melihat dari ke jauhan delapan pria sedang menyudutkan seorang gadis cantik, dia kemudian mendekat, pada saat ia semakin dekat dengan kedelapan pria yang memaksa gadis itu, dia mendengar suara minta tolong walaupun sedikit samar-samar.


"Brummmmm.... !" Suara mobil milik indra yang berhenti.


__ADS_1


Kedelapan anak muda yang sedang membawa paksa gadis itu lalu melihat ke arah sumber suara. gadis yang tak lain adalah Raisa lalu melihat seorang pria tampan yang baru saja keluar dari mobil Lamborgini Huracan berwarna hijau sedang berjalan ke arahnya.


"Tolong aku kak.!" Ucap Raisa dengan nada lemas.


__ADS_2