
Arya Ramdhan secara langsung melakukan survei ke lokasi di mana rencananya akan di bangun 30 unit mansion yang bernilai kuadrilliun Bayangkan 1000 trilliun \=1 Kuadriliun.
1 unit \= 15 Buah berarti 450 buah mansion yang aka di bangun. 1 Mansion Seharga 14 Trilliun jadi total anggaran yang aka di gunakan 6,3 Kuadriliun sungguh anggaran dana yang fantastis
Setelah ia mengengelilingi lokasi mansion yang akan didirikan seluas 60 hektar dengan mobilnya. Arya kemudian meninggalkan lokasi tersebut.
"Lokasinya sangat bagus, jika proyek ini berhasil kemunggkinan besar akan cepat terjual." Ucap Arya dalam hati.
"Hampir saja aku lupa bahwa tanah tersebut belum di hitung anggaran pembelianya dari pemerintah pusat." Ucap Arya dalam hati.
"Rupanya sudah sore." Ucap Arya dalam hati sambil melihat jam tangan yang di berikan oleh raisa.
...****************...
Seorang wanita cantik sedang berjalan ke dalam rumah sakit, sepertinya ia sedang mencari seseorang, ia kemudian mengarahkan pandanganya ke pada seorang wanita cantik berpakaian putih yang berjalan menuju ke arahnya.
"Di mana ruangan Dokter Yunus "? Tanya Renata
"Di lantai 5 sebelah kanan.!"Jawab perawat itu
Renata kemudian melangkahkan kakinya ke arah lif yang tidak jauh dari tempat ia berpijak untuk menuju ke ruangan Dokter Yunus.
Beberapa menit kemudian renatapun tiba di lantai 5 sedang melangkahkan kaki indahnya ke sebuah ruangan.
"Tok...! Tok... !Tok... !"
"Silahkan masuk.! Ucap seseorang di balik pintu.
Renata masuk ke dalam ruangan Dokter Yunus
"Di mana Dokter Yunus.?"
"Dokter yunus sedang mengikuti pelatihan di Jerman, Nona." Jawab seorang wanita yang tidak lain adalah asisten Dokter Yunus.
"Kapan Dokter Yunus akan kembali.?"
"Kemungkinan jumat depan Nona.? Jawab asisten Dokter Yunus.
"Katakan pada Dokter Yunus jika putri Bagas Erlangga mencarinya jika dia sudah berada di negara ini.!"
Mendengar nama itu di sebut bulu kuduk asisten Dokter Yunus berdiri di sebabkan ketakutan.
"Baik Nona muda.! Nanti aku sampaikan kepada beliau pesan anda.!" Ucap Asisten Dokter Yunus.
"Ini kartu namaku.! kalau begitu aku pamit dulu Ucap Renata sambil meletakkan kartu namanya di atas meja.
"Hati-hati di jalan Nona muda " Ucap asisten dokter yunus sambil membungkuk sebagai tanda penghormatan.
__ADS_1
Renata lalu meninggalkan ruangan itu menuju lantai dasar.
"Clint " Bunyi Hp milik Renata menandakan pesan.iapun membaca pesan WA tersebut
"Aku sudah melakukan survei di lokasi bangunan yang akan di dirikan, lokasinya sangat strategis kemungkinan besar jika bangunanya telah selesai maka dengan cepat akan terjual " Ucap Arya dalam pesan Wa.
"Masalah itu sebaiknya besok kita bahas, aku juga akan berbicara kepada para pemegam saham di kantorku.!" Ucap Renata.
"Baiklah Nona Renata sampai jumpa besok." Ucap Arya
Kemudian Renata berjalan menuju ke mobilnya dan tidak lama kemudian iapun meninggalkan rumah sakit itu.
"Besok aku mengumpulkan para pemegam saham, apalagi sudah sore sebaiknya aku pulang dulu lalu mengumpulkan beberapa orang-orang terpercaya untuk mencari keberadaan Rian." Ucap Renata dalam hati sambil mengemudikan mobil kesayanganya dengan kecepatan diatas rata-rata.
Baru beberapa menit Renata meninggalkan rumah sakit Thunder, 2 buah mobil mewah sedang berhenti di depan gerbang besar rumah sakit itu yang tidak lain adalah mobil Raisa yang duduk bersebelahan dengan Irma dan mobil Farhan di temani oleh Albert. Kemudian 2 orang pria bertubuh atletis menggunakan pakaian serba hitam berjalan menuju ke mobil paling depan yang tidak lain adalah mobil Raisa
"Selamat sore Nona, ada yang bisa kami bantu.?" Ucap Salah satu pria tersebut.
"Kami ingin masuk ke dalam rumah sakit " Ucap Raisa
"Bisa Nona memberikan kartu identitas soalnya kami ingin melakukan pemeriksaan " Ucap salah satu pria tersebut.
Raisa lalu mengambil kartu identitas di dalam dompetnya.
"Ini yang Bapak butuhkan.!" Ucap Raisa
"Baiklah Pak, kami akan menunggu." Ucap Raisa.
Dari belakan Farhan dan Albert hanya menyimak apa yang terjadi.
Kedua pria itu berjalan meninggalkan Raisa menuju ke ruangan mereka. Di dalam ruangan itu mereka mencari informasi tentang Raisa Wulandari lalu di dalam layar komputer itu tertulis tamu VIP keluarga sinaga.
"Gadis itu putri dari pak Sudirman Sinaga orang terkaya di ASIA Tenggara." Ucap salah satu pria berpakaian hitam itu.
Kemudian Pria itu menekan tombol untuk membuka gerbang sedangkan pria yang satunya lagi melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil ferrari berwarna merah
"Ini Nona Muda Kartu identitasnya, silahkan masuk ke dalam " Ucap pria berbaju hitam itu.
"Terimah kasih banyak, Pak.!" Ucap Raisa
"Sama-sama Nona Muda.!" Ucap Pria itu.
Kedua mobil mewah itu memasuki kawasan rumah sakit thunder untuk memarkir kendaraan mereka
Setelah memarkir mobil, mereka 4 lalu menuju kedalam rumah sakit untuk mencari keberadaan dokter yunus, mereka berhenti sejenak di dalam rumah sakit itu kemudian mereka kembali melanjutkan langkahnya setelah melihat meja resepsionis
"Di mana ruangan Dokter Yunus.?"Tanya Raisa
__ADS_1
"Di lantai 5 sebelah kanan Nona Muda.!"Jawab Resepsionis rumah sakit itu.
Mereka ber 4 lalu berjalan menuju ke arah Lif.
"Ini baru pertama kali aku melihat rumah sakit semegah ini." Ucap Farhan
"Aku juga.!" Ucap Albert
"Aku juga... !" Ucap Irma
"Aku juga, soalnya dulu aku masih bayi berada di tempat ini." Ucap Raisa
Merekapun akhirnya tiba di lantai 5.
Seorang pria paru baya terburu-buru masuk ke dalam ruangan yang bertuliskan Dokter Yunus di atas pintu masuk.
"Aku kira dokter sudah tiba di Jerman.?" Kata asisten Dokter Yunus.
"Penerbanganku di tunda sampai jam 11 malam di sebabkan ada beberapa insiden kecil. Apa kamu tidak melihat map cokelat.!" Jawab Dokter yunus kemudian bertanya balik
"Aku menaruhnya ke dalam laci meja anda dokter.!"
Asisten Dokter Yunus lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah meja untuk mengambil map di dalam laci meja itu. Pada saat dia berjalan sambil memasukkan tanganya di dalam baju dinas berwarna putih yang ia kenakan, dia lalu tidak sengaja menyentuh kartu nama yang baru saja ia terima dari Renata.
"Putri Tuan Bagas Erlangga mencari anda, Pak.! Ini kartu namanya..!" Dia sambil berpaling dan menyerahkanya kepada Dokter Yunus.
Sontak Dokter Yunus terkejut, sekujur tubuhnya merinding.
"Mengapa putri Tuan Erlangga mencariku " Ucapnya dalam hati sambil berpikir keras
"Tok... ! Tok... ! Tok.... !!"
"Silahkan masuk.!" Ucap Dokter Yunus.
Mereka ber 4 kemudian masuk kedalam ruangan dokter yunus
"Silahkan duduk.!" Ucap dokter yunus yang sedang berjalan ke ruang tamu untuk menyambut tamunya
Kemudian mereka ber 4 lalu duduk di sofa ruang tamu di dalam ruangan kantor Dokter Yunus
"Ada yang bisa saya bantu Nona dan Tuan... ?" Tanya Dokter Yunus.
"Saya ingin menanyakan seseorang yang berasal dari rumah sakit ini 22 tahun yang lalu.?" Tanya Farhan.
"22 tahun yang lalu,siapa yah Tuan ?? Soalnya itu sudah sangat lama ?" Jawab Dokter Yunus
"Dia putra angkat Pak Harto, sahabat anda.!" Ucap Albert.
__ADS_1