
Di dalam kamar seorang wanita yang berwajah suram sedang mengalami patah hati mungkin dapat disamakan dengan sebuah badai yang datang ke dalam kehidupan gadis itu.
Ketika seseorang mengalami patah hati ia tidak tahu kapan perasaannya akan pulih kembali.
Gadis itu lalu bangun dari tempat tidurnya dengan mata sembab dan pikiran yang kacau. Sebenarnya ia sama sekali tidak berniat untuk bangun dari tempat tidurnya dan lebih memilih sendiri dalam ruang yang kedap dan menutup diri. Dia merasa tidak lagi punya tenaga bahkan hanya untuk mengambil air minum di mejahnya. Ada perasaan yang berat dan dada sering terasa sesak.Kemudian ia memaksa tubuhnya untuk bergerak mengambil air putih di mejah tepat di samping tempat ia berbaring.
Gadis yang terlihat seperti hantu wanita gentayangan itu kemudian memaksa dirinya berjalan keluar dari kamarnya menuju ke lantai dasar untuk mengisi perutnya yang sudah sangat kelaparan akibat mengurung diri.
"Hanya ada satu hal yang akan benar-benar menyembuhkan hatiku yaitu waktu.!” Ucap Raisa sambil mengisi perutnya dengan roti tawar.
"Walaupun aku sangat mencintai kak Arya bukan berarti aku tidak bisa hidup tampanya, aku harus melupakanya apapun yang terjadi," gumamnya.
Gadis yang terlihat lusuh itu kemudian mengambil sebotol air putih di dalam kulkas kemudian meminumnya, dia mengatur nafas sejenak setelah meminum air putih itu.
"Mengapa aku menyiksa diriku sendiri demi pria brengsek itu, aku sungguh bodoh," kata Raisa lalu melanjutkan minumnnya.
Setelah itu, Dia kemudian kembali ke kamarnya selanjutnya membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya. Beberapa saat kemudian, dia tertidur begitu pulas.
Tak terasa matahari pun telah menampakkan sinarnya melalui kaca jendela kamar Raisa menandakan bahwa pagi hari telah tiba, gadis itu masih tetap tertidur sangat lelap seolah-olah separuh beban hidupnya telah hilang.
...****************...
Di tempat yang lain, Irma yang telah berpakaian rapi kemudian meninggalkan kamarnya menuju ke meja kelurga dengan maksud sarapan pagi. Setelah ia tiba, dia melihat Ibunya sedang duduk di meja makan.
"Beberapa hari ini aku tidak perna melihat Ayah, ke mana Ayah pergi Mom.?" kata Irma sambil menghampiri Ibunya.
"Ayahmu sedang melakukan perjalanan bisnis mendampingi sahabatnya.!" Jawab ibu Lidya yang menoleh ke arah Irma sejenak.
"Memang siapa sih sahabat Ayah ? Aku baru tahu jika Ayah mempunyai sahabat.!"
"Dia pengusaha top di dunia dan termasuk orang terkaya di dunia.!"
"Namanya siapa,Mom.?"
"Kamu cari tahu sendiri namanya.!"
"Nyebut nama ajah kok repot amat sih, Mom.!" Ucap Irma kesal sambil mengambil Hp miliknya.
Irma sedang melakukan pencarian di website tentang pengusaha top dunia.
"Waooow .... ! Sahabat Ayah bernama Bagas Erlangga ini ganteng amat di usia setua ini.Emang ini orangnya Mom.?" Tanya Irma sambil memperlihatkan foto
__ADS_1
"Nah... ! Itu kamu sudah mengetahuinya ! Seandainya saja Bagas Erlangga mempunyai putra maka sudah pasti kalian akan di jodohkan, akan tetapi dia hanya memilik seoran putri yang tidak di ketahui keberadaanya.!"
"Jika Ayahnya seganteng itu pasti putranya sangat tampan maka di jodohin pun aku nggak akan nolak.!"
"Kamu mau kemana pagi-pagi gini,?" Tanya Ibu Lidya
"Aku mau kerumah Raisa Mom ! Dia sekarang membutuhkan seseorang di masa-masa sulitnya saat ini.!" Jawan Irma.
"Memang kenapa dengan Raisa, Nak ?" Tanya ibu Lidya
"Raisa putus cinta.!"
"Apa masalahnya, Nak.?"
"Kak Arya ketahuan berbuat mesum dengan rekan bisnisnya sesama CEO.!" Jawab Irma.
"Aku tidak menyangka Arya berperilaku seperti itu, padahal anak itu nggak memilik ciri-ciri sebagai seorang play boy.!"
"Aku juga nggak menyangkah itu, Mom.!"
"Kalau begitu pergilah kerumah Raisa untuk membantunya kembali bangkit.!"
"Baikla Mom ! Aku berangkat dulu, Mom.!" Ucap Irma yang sudah melupakan sarapan paginya.
"Brummmm... ! Brummmmmm... !" Suara mobil Ferrari Roma sedang melaju meningalkan area pekarangan mansion tersebut.
Beberapa waktu kemudian akhirnya Irma telah tiba di kediaman keluarga Sinaga, ia kemudian keluar dari mobil itu dan melangkahkan kakinya ke dalam mansion.
Pada saat Irma berjalan di dalam mansion itu, dia bertemu dengan Ibu Erlita.
"Selamat pagi, Tante... ! Raisanya ada tante.?"
"Selamat pagi juga, Nak.! Dia di kamarnya, langsung aja ke atas nak.!"
"Thank you,Tante ! Kalau begitu, Aku ke atas dulu ya tante.!"
"Iya, Nak.! Dia lagi butuh seseorang, hanya kamu yang bisa memahaminya saat ini. Ngomon-ngomong bagaimana kabar Lidya ? Kok ibumu tidak hadir kemarin.?"
"Kemarin ibuku kurang enak badan tante jadi ngak sempat hadir."
"Jadi begitu ! Aku akan buatkan sarapan dulu, sekalian kamu sarapan bareng dengan Raisa.!" Ucap ibu Erika.
Ibu Erika lalu berjalan ke menuju ke dapur dimana para pelayan juga sibuk di dapur itu. Irma lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamar Raisa.
Setelah Irma tiba di kamar Raisa, kemudia ia menghampiri dahabatnya itu lalu duduk di tepi tempat tidur milik Raisa, Ia kemudian membelai ranbut sahabatnya itu.
__ADS_1
"Kasian banget kamu Raisa... ! Ini baru pertama kali aku melihatmu seperti ini.!" Ucap Irma sambilmembelai rambut sahabatnya itu.
Tidak lama kemudian ibu Erika yang di ikuti oleh para pelayan telah tiba di kamar itu sambil membawa sarapan.
"Raisa belum bangun juga ! Ini baru pertama kali aku melihat putriku terlambat bangun paginya.!" Ucap ibu Erika dalam hati.
Ibu Erika dan pelayan itu lalu meletakkan hidangan pagi di atas meje Raisa.
"Aku ke kembali ke bawah dulu nak Irma.!" Ucap ibu Erika.
"Okey, Tante.!"
Kemudian ibu Erika dan para pelayan itu meninggalkan mereka berdua di dalam kamar menuju kembali ke dapur untuk mempersiapkan sarapan pagi buat pak Sudirman Sinaga.
Tidak berselang lama setelah ibu Erika dan para pelayan meninggalkan kamar itu, Raisa lalu terbangun dari tidurnya sambil melihat irma yang duduk di sampingnya.
"Sejak kapan kamu di sini ? Dan ini sudah jam berapa.?" Tanya Raisa.
"Baru beberapa menit yang lalu aku tiba di sini, ini sudah jam 08 : 15.!" Jawab Irma.
Raisa kemudian turun dari tempat tidur untuk membasuh wajahnya, di saat ia sedang berjalan, ia tidak sengaja melihat ke arah cermin.
"Ya ampun ! wajahku seperti hantu gentayangan saja.!" Ucap Raisa.
"Hahahahaaaa ..!! Kamu baru nyadar jika kamu sudah mirip hantu, hahahahaa... !"
Raisa lalu melirik ke arah Irma dengan wajah yang menyeramkan.
"Kalau aku jadi hantu beneran, aku akan mengentayangimu.!" Ucap Raisa kemudian berbalik dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
Irma yang masih terus tertawa terbahak-bahak melihat sahabatnya yang terlihat konyol.
"Sumpah perutku sakit gara-gara tertawa.!" Ucap Irma yang berusaha menghentikan tawanya.
Raisa telah telah selesai membasuh wajahnya kemudian berbalik melangkahkan kakinya menuju ke arah Irma.
"Kita makan dulu yuk ! mumpung aku punya selerah makan pagi ini.!"
"Siap Boss Raisa Wulandari.!"
Merekapun lalu sarapan pagi dengan nasi goreng dan menikmati beberapa buah segar selanjutnya mereka meminum susu yang sebelumnya di bawah oleh ibu Erika dan para pelayan.
__ADS_1