
Seorang gadis cantik yang sedang berjalan sambil menatap lurus kedepan tanpa berkedip
"Aku tidak menyangka aka bertemu dengan kak Farhan di kota ini dan kali dia begitu sangat berbeda ! Ya ampun aku hampir saja tidak mengenalnya!" Ucap Resky dalam hati.
Farhan kemudian melangkah ke depan, begitupun dengan Resky, mereka saling mendekat kemudian secara bersamaan mereka berhenti.
"Apa yang kakak lakukan di tempat ini, apa kakak ngak kuliah hari ini ?" Tanya Resky
"Aku kuliah siang ! Lalu apa yang kamu lakukan di sini ?" Jawab Seven lalu bertanya balik.
"Aku sedang mencari pekerjaan paruh waktu kak ! Aku nggak ingin bergantung kepada keluargaku." Jawab Resky
Mereka saling menatap tanpa berkedip sedikitpun.
"Aku harap kamu menjaga dirimu dengan baik di kota ini ! Aku pergi dulu.!" Ucap Seven
Pada saat pria tampan itu sedang melangkahkankakinya menuju ke motor megahnya dan duduk di atasnya sambil memakai helm, dia lalu mendengar suara gadis cantik itu.
"Tunggu dulu kak Farhan ! Bisa kakak membantu aku mencari pekerjaan paruh waktu di kota ini ?" Tanya Resky.
Pemuda tampan itu kemudian melepas helmnya dan turun dari motor itu lalu melangkahkan kakinya ke arah Resky selanjutnya dia mengambil pergelangan tangan gadis itu sambil berjalan, mau tidak mau Resky mengikuti langkah kaki pria tersebut.
"Kita mau kemana kak ?" Tanya Resky
Seven kemudian menghentikan langkahnya tanpa berbalik ke arah gadis itu.
"Katanya mau mencari pekerjaan paruh waktu !" Jawab Seven kemudian melanjutkan langkahnya.
Seven kemudian membawa Resky ke sebuah kafe tidak jauh dari tempat mereka bertemu sebelumnya.
"I want this girl to work in this place right now !"
...ARTINYA...
"Aku ingin gadis ini bekerja di tempat ini saat ini juga !" Ucap seven ke arah pemilik kafe.
"Okay Mr Seven !" Jawab pemilik cafe itu.
"Tank you very much !" Ucap Seven.
Kemudian pria tampan itu melepas pergelangan tangan gadis itu lalu berbalik ke arah gadis itu.
"Mengapa pemilik cafe ini memanggil kak Farhan dengan sebutan Seven !" Ucap Resky dalam hati.
"Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan dan kamu akan aman bekerja di tempat ini !" Ucap Seven sambil tersenyum kecil
Kemudian pria tampan itu melangkahkan kakinya berniat kembali ke motornya.
"Terimah kasih banyak kak Farhan, aku bersyukur bertemu dengan kakak !" Jawab Resky yang memandan punggung Seven berjalan menjauh darinya.
Seven kemudian mengangkat tangan kananya keatas, ibu jari dan telunjuknya membentuk huruf O menandakan. "Okey" tanpa menoleh sedikitpun ke arah gadis itu sambil berjalan keluar.
Kini gadis itu hanya bisa tersenyum sambil menatap punggung pria tampan itu hingga menghilang dalam jangkauan kedua bola matanya.
__ADS_1
Resky lalu menghadap kepada pemilik cafe, kemudian pemilik cafe itu menjelaskan langkah-langkah apa saja yang harus di lakukan gadis itu.
...****************...
Di suatu pantai yang bernama konaha, seoaranh pemuda sedang berdiri di bawah pohon kelapa sambil melihat jam tanganya.
"Aku yakin mereka telah menuju kesini !" Ucap Arya.
Dua mobil mewah sedang melaju ke arah pantai konoha secara bersamaan, seorang wanita cantik sedang mengetik pesan Wa kepada seseorang.
"Sebentar lagi kita tiba kak arya.!" Ucap Irma kemudian mengirim pesan itu.
Arya kemudian membuka Hp miliknya dan membaca pesan itu lalu tersenyum dengan maksud tertentu.
Kedua mobil itu lalu berhenti di tepi jalan, ketiga wanita cantik yang begitu bersemangat kemudian berlari ke arah pantai dan seorang pria tampan juga ikut berlari.
"Wahai para gadis-gadis liar ! Tunggu aku.!" Ucap Albert dengan nada tinggi.
Ketiga wanita itu tidak menghiraukan teriakan Albert, mereka terus berlari hinggi tiba di tepi pantai.
"Luar biasa ! Aku merindukan suasana pantai seperti ini.!" Ucap Irma sambil tersenyum manis.
Aku juga merasakan hal serupa !" Jawab Marcela.
"Pantai ini begitu indah ! Semua beban hidupku terasa menghilang " Ucap Raisa sambil tersenyum manis.
"Wahai para gadis-gadis cantik ! Sebaiknya kita beri pelajaran pria ini, bagaimana, setuju ?" Tanya Irma
"Setuju !" Jawab Raisa dan Marcela secara bersamaan.
Ketiga wanita itu kemudian mengambil segenggam pasir lalu melemparkanya ke arah Albert sambil tertawa terbahak-bahak selanjutnya mereka berlari menyisir tepi pantai.
"Awas kalian, aku akan membalasnya, jangan lari wahai gadis-gadis yang benyebalkan !" Ucap Albert sambil mengambil pasir dengan kedua tanganya lalu berdiri selanjutnya pemuda tampan itu berlahi sambil tertawa kecil.
Seorang pemuda tampan sedang duduk di atas tembok pembatas jalan dan pantai sambil memperhatikan ke empat anak muda-mudi itu yang tak lain adalah Arya Ramadhan.
Ke tiga wanita itu terus berlari dan tertawa dan akhirnya Albertpun menyusul merekala lalu melemparkan pasir yang ia genggam ke arah ketiga wanita itu sambil tertawa, Raisa, Irma dan Marcela tentu saja tidak tinggal diam begitu saja, merekapun membalas apa yang di lakukan Albert sambil tertawa terbahak-bahak. Kegembiaraan mereka tidak luput dari perhatian Arya Ramdha.
"Sudah waktunya !" Ucap Arya dalam hati.
"Cukup ! Aku sudah sangat lelah guys, kita sebaiknya jalan-jalan saja menyisir pantai ini !" Ucap Albert.
Ketiga wanita cantik itu kemudian berhenti menjahili Albert sambil tertawa kecil.
"Aku rasa itu bukan ide yang buruk !" Jawab Irma.
"Baiklah !" Jawab Marcela.
__ADS_1
"Okey !" Jawab Raisa.
Merekapun berjalan santai menyisir tepi pantai itu.
"Raisa ....Aku sangat mencintaimu....Sangat merindukanmu.....Maafkan aku...!" Suara teriakan Arya yang begitu mengemah dan terdengar romantis.
Mereka kemudian menghentikan langkanya. Raisa lalu memalingkan wajahnya ke arah sumber suara yang ia sangat kenal.
"Watashi wa anata o totemo aishite ite, watashitachi no kankei o shūfuku suru kikai o ataete kuremasu !"
...ARTINYA...
"Aku sangat mencintaimu dan beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita !"
Begitulah kata-kata yang Arya tulis dalam pasir di tepi pantai itu sambil membentangkan tanganya ke arah tulisan itu sebagai isyarat untuk membacanya.
"Mengapa kakak bisa berada di sini ? Aku yakin seseorang telah memberitahu kakak !" Tanya Raisa
Raisa kemudian memalingkan wajahnya ke arah Irma.
"Mengapa kamu melakukan ini ?" Tanya Raisa.
"Ini menarik ! Apa yang akan Irma katakan !" Ucap Albert dalam hati.
"Rupanya pria tampan ini adalah Arya ! aku rasa permainan akan menarik.!" Ucap Marcela dalam hati sambil tersenyum licik.
"Aku nggak sanggup melihat kamu begitu menderita. Aku hanya berpikir, mungkin ini jalan terbaik yang bisa aku lakukan untuk sahabatku !" Jawab Irma.
"Pengampunan tidak selalu mudah.Terkadang, terasa lebih menyakitkan dari pada luka yang kita derita untuk memaafkan orang yang menyebabkanya. Namun, nggak ada kedamaian tanpa pengampunan ! Maafkan aku atas kesalahanku yang begitu besar kepadamu ?" Tanya Arya.
Raisa yang mendengarkan perkataan Arya kemudian memalingkan wajahnya ke arah pemuda tampan itu.
"Aku pikir kakak masih mencintaiku. Tapi, kita nggak bisa melepas kenyataan bahwa aku nggak cukup untukmu. Aku hanya tersenyum, itu caraku menghiasi luka. Aku hanya tertawa, itu caraku untuk bersembunyi. Ketika hatiku di penuhi olehmu, kamu melukai aku. Orang-orang berkata untuk mengikuti hati. Aku melakukannya. Tapi, hatiku malah terluka. Kakak menjadi penenang bagi hatiku sekaligus jadi bagian yang membingungkan di dalam hidupku. Aku pikir, aku kuat berpegangan pada kamu. Tapi, aku lebih kuat ketika melepaskanmu sekarang. Aku juga terkadang berpikir, kita akan bisa saling menyempurnakan satu sama lain sehingga kita menjadi pasangan paling fenomenal. Namun, di dunia ini tak ada yang sempurna dan aku pikir, kita di takdirkan bersama.Tapi, itu salah,! kerana menurutku saat ini hubungan kita hanya sekedar batu loncatan. Aku sudah memaafkanmu kak Arya, dengan begitu aku bisa menenangkan perasaanku dan perasaan kakak. Selamat tinggal masa lalu dan selamat datang lembar baru. Aku pergi dulu kak Arya, Da... ! Da....!!"
"Tunggu dulu ! Aku masih ingin berbicara denganmu ?" Tanya Arya.
Raisa yang telah membalikkan langkahnya sambil berjalan kemudian terhenti tanpa menoleh ke belakang.
"Nggak ada lagi yang harus kita bahas kak Arya.!" Jawab Raisa.
Wanita cantik itu kembali melangkahkan kakinya, menjauh dari Arya sambil menghirup udara segar seolah-olah dia baru saja terbebas dari belenggu rantai di sekujur tubuhnya.
"Baru kali ini aku merasakan tubuhku begitu ringan, mungkin karena beban cintaku yang begitu berat selama ini." Gumamnya sambil tersenyum manis.
__ADS_1