LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 83 : Berusaha Untuk Tetap Tegar


__ADS_3

Raisa sangat terpukul dengan apa yang baru saja ia dengar dari perkataan Ibunya, perasaanya begitu hancur, jiwanya merintih perih, tubuhnya seperti tertusuk seribuh tombak, dia terdiam membisu tanpa meneteskan air mata.


Ibu Erlita syok berat, ia sepertinya tidak mampu menerima kenyataan atas apa yang menimpa keluarganya.Tapi, dia tetap terlihat kuat walaupun sebenarnya ia sangat rapuh, dia menahan air matanya sambil menatap wajah putrinya yang tak memiliki cahaya keindahan seperti sebelum-sebelumnya lalu ia melanjutkan percakapanya dengan Ernest.


"Aku akan berangkat ke London saat ini juga.!"


Panggilan telephone terputus.


Ibu Erika lalu menatap mereka satu persatu.


"Wanita diciptakan istimewa.Tetap tegar meski nyaris menyerah, tetap sabar meski ingin mengeluh, tetap kuat meski hampir terjatuh.Wanita tidak pernah menjadi kuat ketika mereka terus-menerus mengurung diri dengan rasa cemas akan kelemahannya. Begitulah kata-kata yang terlintas dalam benakku saat ini. Apa kalian tinggal di mansion ini atau ikut denganku.?"


"Aku akan ikut ke london, Mom,!! Kata Raisa yang sedang duduk di tempat tidurnya."Wanita yang kuat akan selalu bangkit, walau sekeras apa pun badai pernah menerjang mereka. Hati seorang wanita akan terus bersama keluarga dan orang dicintainya di mana pun ia berada.!" Dia lalu memandang ibunya.


"Begitu banyak perempuan tangguh yang berawal dari seorang gadis rapuh. Kadang-kadang, seseorang wanita itu dapat tambah lebih kuat, lebih hebat, lebih pengertian, sabar serta tidak mudah menyerah dibanding dengan seorang pria.Wanita bijak seperti angsa di atas air. Anggun walau tetaplah bekerja serta tetaplah tegar walau terluka.!" Kata ibu Erika menatap Putrinya.


"Wanita yang kuat mencintai, memaafkan, pergi, melepaskan, mencoba lagi, dan bertahan tidak peduli apa kehidupan yang ada padanya.! Aku juga ikut,Tante,!!" kata Irma.

__ADS_1


"Bagaimana denganmu, Nak.?" Dia menatap Albert.


"Orang yang kuat bukanlah dia yang tidak pernah menangis, tetapi orang yang bersabar dalam menghadapi ujian hidup,!! kata Albert sambil menatap irma lalu Raisa kemudian Ibu Erika."Jika Tante mengijinkan maka aku ikut.!!"


"Kalau begitu, kita berangkat sekarang,!! bawah barang-barang seadanya saja,!" kata Mrs Erlita sambil menatap Putrinya.


"Aku mengerti, Mom."


Irma lalu membantu Raisa untuk mengganti pakaianya, di saat itu Raisa tanpa sadar meneteskan air mata dipipinya yang sedari tadi ia membendungnya dengan sekuat tenaga.


Raisa lalu menatap Irma kemudian tersenyum lalu memeluknya.


"Kamu harus kuat, kami akan selalu bersamamu, aku yakin Om Sudirman sangat bangga memiliki seorang putri cantik yang tangguh dan gesit, aku sangat yakin itu,!" kata Irma Xaviera Purnama.


Mereka berdua lalu berkemas sedangkan Albert hanya bisa terdiam membisu sambil mememirkan sesuatu.


"Bukankah Farhan sedang berada di London saat ini, sebaiknya aku hubungi dia,!" gumamnya.

__ADS_1


Baru saja pria tampan itu ingin mengambil Hpnya tiba-tiba saja Irma menyuruhnya untuk keluar dari kamar itu.


"Kami mau ganti pakaian, Albert.!"


"Okey... ! Okey.... !!" Albert lalu melangkahkan kakinya dengan maksud keluar kamar itu.


"Ceklek.!" Bunyi gagang pintu terbuka.


"Ceklek.!" Bunyi gagang pintu tertutup.


Dia lalu mengambil Hp miliknya dari saku celana jeans yang ia kenakan kemudian menelpon Seven.


"Krink... ! Krink... ! Krink... !" Dering telephone Seven.


Dia kemudian mengambil Hp miliknya lalu memperhatikan layar Hp itu.


"Rupanya Albert,!" ucapnya dalam hati. Dia kemudian bersuara."Ada apa brother.?"

__ADS_1


__ADS_2