
Sebuah mobil mewah sedang berhenti tepat di hadapan pintu masuk mansion megah tersebut, kemudian supir mobil mewah itu keluar untuk membuka pintu belakang yang terletak di samping berhadapan dengan pintu mansion itu.setelah pintu tersebut di buka, seorang wanita cantik keluar dari mobil lalu melangkahkan kakinya menuju ke dalam mansion, sesaat kemudian ia berhenti.
"Kamu tunggu aku dan jangan kemana-mana... ?" Tanya Irina
"Siap Nona Irina.!" jawab Rian.
Kemudian gadis itu kembali melangkahkan kakinya ke dalam mansion tersebut. Rian yang sudah mendapat perintah dari Irina untuk saat ini hanya menunggu sambil mengamati kondisi di sekitarnya
"Aku harus melakukan beberapa observasi di mansion ini agar aku bisa leluasa mencari informasi yang aku butuhkan" Ucap Rian dalam hati.
Irina yang sedang berjalan menuju ke arah kamarnya lalu bertemu dengan ibunya.
"Bagaiman dengan supir barumu... ?" Tanya Nyonya Park Ae-Ri.
"Untuk saat ini no problem Mom... !"
"Dia adalah supirmu yang ke 7 dalam waktu satu bulan ini dan aku berharap tidak ada lagi pergantian kali ini.!"
"Aku tidak janji, Mom.!" Jawab Irina yang melanjutkan langkahnya menuju ke dalam kamarnya.
"Anak ini betul-betul nggak aku mengerti apa yang ada di pikiranya.!" Gumam Nyonya Park Ae-Ri dalam hati sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
Beberapa waktu kemudian Irina berjalan keluar dari kamarnya lalu bertemu kembali dengan ibunya.
"Kamu mau ke mana lagi... ?"
"Aku ingin membeli hadiah ulang tahun untuk temanku... !" Jawab Irina sambil berjalan melewati ibunya menuju ke pintu rumah besar tersebut.
Setelah gadis cantik itu menuruni tangga luar mansionnya. Dia kemudian bertemu dengan supirnya.
"Kita berangkat, cepat... !" Ucap Irina
"Kemana Nona Irina.?" Tanya Rian sambil membuka pintu mobil bekakang.
"Ke toko perhiasan.!"
"Aku belum mengenal betul kota ini Nona.!"
"Nanti aku tunjukan jalanya.!"
Kemudian mereka meninggalkan Mansion tersebut. Di dalam perjalanan Rian mengajukan beberapa pertanyaan.
"Bisa aku bertanya Nona Irina... ?"
"Silahkan.!"
"Kemana Tuan Arashavin ?"
"Ayahku sedang melakukan perjalanan bisnis, emang kenapa "? Jawab Irina kemudian bertanya.
"Aku belum perna melihat Tuan Arashavin jadi aku bertanya.!"
"Kapan Tuan Arashavin kembali Nona... ?"
"Aku nggak tau !"
Beberapa waktu kemudian, Merekapun tiba di toko perhiasan terbaik di kota moskov, selanjutnya Rian memarkir mobil tersebut lalu membuka pintu belakang mobil itu.
"Kamu ikut kedalam... !"
"Baiklah Nona Irina.!"
Irina melangkahkan kakinya ke dalam toko tersebut di ikuti oleh Rian yang berada tepat di belakanya. Irina lalu melihat sepasang kekasih sedang berbelanja di toko itu lalu membuat modnya tiba-tiba menghilang.
__ADS_1
"Kenapa aku harus bertemu dengan mereka di temat ini.!" Ucap Irina dalam hati yang terlihat kesal.
Sepasang kekasih tersebut lalu berbalik dan melangkahkan kakinya karena sudah menemukan apa yang mereka inginkan.
"Hay Irina ! Aku nggak menyangka kita akan bertemu di sini." Ucap wanita tersebut.
"Aku juga nggak menyangka akan bertemu dengan wanita murahan di tempat ini.!" Jawab Irina
"Apa maksud dari perkataanmu, Irina... ?"
"Kamu pikir sendiri apa maksudnya.!"
"Rupanya kamu masih nggak terima jika aku merebut Oscar darimu ? Astaga Irina... ! Itu salahmu sendiri karena tidak membuatnya betah denganmu. Jadi, sadar dirilah.!"
Oscar yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka lalu mengangkat suarahnya.
"Sudahlah sayang ! Mari kita pergi dari sini.!"
"Bye- Bye Irina ! Lain kali, buat kekasihmu betah ! tentu saja dengan memberi servis yang luar biasa di tempat tidur, itu sedikit tips dariku sebagai sahabat baikmu di masa lalu.!"
"Aku nggak butuh tips darimu ! Menyingkirlah dariku sebab wajahmu membuatku muak.!"
Irina sangat kesal, raut wajahnya mengkerut dan urat lehernya terlihat jelas seperti singa yang sedang mengincar mangsanya.
"Hahahahahaaa.... ! Kamu sungguh lucu Irina." Dia melangkahkan kakinya meninggalkan toko tersebut.
"Brengsek... ! Anjing... ! Aku akan membuatmu menyesal." Ucap irina dalam hati yang terlihat sangat kesal karena merasa di pecundangi.
Rian sedang melihat Irina dalam suasana hati yang buruk lalu menghampirinya.
"Apa ada sesuatu yang bisa aku bantu Nona Irina... ?" Tanya Rian
"Baik, Nona Irina.!"
Irina lalu melihat-lihat gelang yang ingin di belihnya untuk hadiah ulang tahun temanya. Setelah ia mendapatkan apa yang ia inginkan, kemudian dia melangkahkan kakinya meninggalkan toko perhiasan tersebut di ikuti oleh Rian.
"Kita ke acara ulan tahung temanku. Tapi sebelum itu, kita ke toko pakaian pria.! Apa kamu mengerti... ?"
"Baik Nona Irina, aku mengerti.!"
Setelah meraka berada di dalam mobil, Rian lalu mengemudikan mobil tersebut ke tempat tujuan selanjutnya.
"Brummm... ! Brummmmmmm.... ! Suara mobil yang meninggalkan parkiran toko perhiasan tersebut.
15 Menit kemudian, akhirnya mereka tiba di toko pakaian pria. Setelah memarkir mobil tersebut, Mereka lalu masuk ke dalam toko pakaian pria.
"Aku ingin merubah penampilan laki-laki ini. Apa kamu faham maksudku... ?" Tanya Irina kepada pelayan toko tersebut.
"Maaf Nona ! Pakaian dalam rangka apa ya Nona inginkan ? Supaya kami bisa menyesuaikan pakaianya... !"
"Acara pesta ulang tahun yang di adakan di hotel moskow serta di hadiri oleh Anak orang kaya.!"
"Kami mengerti Nona.!"
"Mari Tuan ikuti kami.!"
Beberapa waktu kemudian Rian lalu berjalan keluar dari ruang ganti.
"Bagaimana menurut Nona... ?"
Irina lalu membalikkan tubuhnya lalu mengarahkan pandanganya ke arah Rian, tiba-tiba saja ia mematung dan tidak berkedip sedikitpun melihat perubahan drastis supirnya itu.
__ADS_1
"Ya Ampun... !! Pria ini sangat tampang, astaga... ! Aku tidak percaya pria seperti Aktor dan penyanyi ini adalah supirku... !" Ucap Irina dalam hati sambil terkagum-kagum melihat sosok pria yang sangat tampan berdiri di hadapanya.
"Bagaimana Nona ? Apa masih kurang.... ?"
"Lumayan ! Aku rasa ini sudah cukup.!"
Irina lalu membayar setelan jas tersebut dengan menggunakan kartu black card nya.
"Kita berangkat menuju ke hotel moskow. Apa kamu mengerti... ?" Ucap Irina sambil melangkahkan kakinya keluar dari toko tersebut di ikuti oleh Rian.
Rian kemudian mendahului Irina untuk membuka pintu belakan mobil tersebut.
"Hmmm... ! Aku duduk di depan, dan jangan protes, apa kamu dengar ucapanku.... ?"
"Iya.. ! Aku mengerti Nona Irina."
Kemudian Rian menutup kembali pintu belakang mobil itu. Lalu, berjalan ke arah pintu samping yang berada di depan.
"Silahkan Nona Irina.!"
Irina kemudian masuk ke dalam mobil tersebut lalu duduk cantik. Selanjutnya Rian menutup pintu mobil itu lalu berjalan menuju ke pintu samping untuk mengemudikan mobil tersebut.Tidak butuh waktu lama, mereka meninggalkan toko itu menuju ke tempat di mana acara ulan tahun teman irina di adakan.
Di dalam perjalanan sesekali Irina menatap diam-diam ke arah Rian.
"Kamu akan berpura-pura menjadi kekasihku di pesta ulang tahun yang akan kita kunjungi " Ucap Irina.
"Tapi, Nona.!" Jawab Rian yang ucapanya terputus sebab irina mendahuluinya.
"Nggak ada tapi-tapian... ! Dan nggak ada penolakan, Apa kamu mengerti... ?"
"Baiklah Nona ! Jika memang itu yang anda inginkan.!"
12 Menit kemudian akhrinya mereka tiba di hotel tempat di adakanya acara ulan tahun.
Setelah mobil telah selesai di parkir kemudian mereka berjalan menuju ke dalam hotel.
"Kamu jangan berjalan di belakang aku, kita berjalan sejajar.!"
Rian lalu menyusul Irina dan berjalan di sampingnya.
Di dalam hotel tepatnya di lantai 8 para pemuda dan pemudi sedang berkumpul sambil menunggu acara pemotongan kue. Irina dan Rian baru saja tiba di acara yang begitu ramai tersebut, sontak mereka menjadi bahan perhatian oleh orang-orang yang berada di ruangan itu , Itu di sebabkan karena mereka berdua sedikit terlambat.
"Hay Irina ! Kenapa kamu baru tiba ?" Tanya marcela yang menghampiri Irina.
"Aku singgah di toko pakaian.!"
"Hay Rian ! Kamu sangat tampan.!"
Irina yang melihat marcela sedang berbicara dengan maksud menggoda lalu mengambil kedua tangan marcela dan membawanya ke tempat yang sedikit sunyi.
"Kamu jangan bilang ke orang-orang kalau dia adalah supirku ! Sebab dia sekarang adalah pacar pura-pura aku.Okey... !"
"Ya ampun Irina ! Senenarnya apa yang kamu rencanakan kali ini... ?" Tanya Marcela.
"Aku ingin membuat Oscar menyesal telah menghianati aku... !"
" Ya Ampun Irina ! Jangan bilang kamu masih mencintai Oscar "? Tanya Marcela.
"Tentu saja tidak ! Aku hanya ingin memberinya pelajaran kecil dengan wanita jalan itu.!" Ucap Irina yang menatap ke arah wanita yang bersama Oscar.
"Terserah kamu saja deh ! Tapi, aku harap kamu tiak membuat keributan di acara ini.!"
"Nggak... ! Ngapain aku bikin keributan di tempat ini, mari kita kembali.!"
"Okey.!" Jawab Marcela sambil mengikuti langkah Irina yang berjalan menuju ke arah Rian.
__ADS_1