
Sebuah mobil lamborgini aventador berwarna putih sedang melaju dengan kecepatan tinggi, di dalam kendaraan mewah itu, sepasang anak manusia sedang berdialog
"Sudah semester berapa adik kamu ?" Tanya Irma
"Dia sudah memasuki semester pertegahan !" Jawab Albert.
"Aku tidak menyangka jika kamu memiliki seorang adik, awalnya aku berpikir jika kamu itu tidak memiliki adik perempuan ! " Ucap Irma
"Mengapa kamu berpikir seperti itu ?" Tanya Albert.
"Karena kamu sangat akrab dengan wanita ! Yang aku tahu seperti itu " Jawab Irma.
"Itu hanya dugaanmu saja ! Tapi, masuk akal sih !" Jawab Albert.
"Coba kamu ceritakan tentang adikmu, jika kamu tidak keberatan ?" Tanya Irma.
"Violet tumbuh dewasa di rusia bersama dengan ibu tiriku, usia kami hanya terpaut satu bulan !" Jawab Albert.
"Jadi kamu adalah anak angkat ?" Tanya Irma.
"Aku bukan anak angkat Irma ! Ibu Violet adalah istri kedua dari ayahku !" Jawab Albert.
"Maaf ! Aku tidak bermaksud untuk menggali informasi tentang keluarga kamu !" Ucap Irma.
"Nggak apa-apa kok ! Santai saja, ngomong-ngomong kita sudah sampai di mansion Raisa !" Jawab Albert.
"Iya juga ! Aku nggak nyadar !" Ucap Irma.
Pada saat mereka berencana keluar dari mobil itu, mereka melihat Raisa dan Marcela berjalan keluar dari balik pintu mansion.
"Kita berangkat guys !" Ucap Raisa.
Kedua mobil mewah sedang melaju meninggalkan kawasan mansion megah menuju ke RS THUNDER.
...****************...
Indonesia 09 : 04 Dan Rusia 05 : 04
Sebuah mobil limousine baru saja tiba di kediaman kelurga besar Mr Arasavin.
"Tidak terasa dua minggu begitu cepat berlalu.!" Ucap Mr Arashavin yang sedang keluar dari limousine itu.
Ayah dari Irina tersebut melangkahkan kakinya menuju kedalam mansion miliknya.
"Aku rasa kedua wanita cantik itu masih tertidur." Ucap Mr Arashavin dalam hati sambil tersenyum kecil.
Suami dari Park Ae-Ri itu kemudian menuju ke kamar di mana istrinya sedang tertidur lelap.
Pria tersebut lalu menyelimuti istrinya, kemudian dia melepas jasnya dan sepatunya setelah itu, dia masuk ke dalam selimut sambil memeluk istrinya itu, sontak Park Ae-Ri terkejut kemudian berbalik melihat sosok yang memeluk tubuhnya itu.
"Aku begitu merindukanku Pa...!" Ucap Park Ae-Ri.
"Aku juga Ma....!" Jawab Mr Arashavin.
Pasangan suami dan istri itu kemudian berpelukan.
Seorang pria berbaju hitam yang menggunakan penutup wajah berwarna hitam seperti seorang ninja sedang mengintip dari balik pintu sebuah kamar.
"Hampir saja aku ketahuan ! sebaiknya aku bergegas keluar dari tempat ini sebelum semuanya makin rumit " Ucap Pria itu dalam hati sambil mengamati area di sekitarnya.
Pria bertopeng ala ninja itu kemudian bergegas keluar dari mansion itu dengan melewati jendela selanjutnya ia melepas topengnya sambil berjalan.
__ADS_1
"Podnimite ruku seychas zhe, inache ya prolomlyu vam golovu puley "
...ARTINYA...
"Angkat tangan kamu sekarang, jika tidak aku akan memecahkan kepalamu dengan sebutir peluru.!" Ucap seorang pria sedang menodongkan pistol ke arah punggung Rian.
Pria tampan yang tak lain adalah Rian lalu mengangkat kedua tanganya.
"Povernis' ko mne !"
...ARTINYA...
"Berbalik ke arahku !" Ucap Pria itu.
Rian kemudian mengikuti perintah pria itu.
"Kto ty ? A chto ty delayesh' na rassvete i do voskhoda solntsa ?"
...ARTINYA...
"Siapa kamu ? Dan apa yang kamu lakukan di waktu fajar da menjelang terbit matahari (Subuh).?" Tanya pria itu yang tak lain adalah bodyguard pribadi Mr Arashavin.
"YA voditel' miss Iriny! Menya zovut Rian, ya ishchu monetu, upavshuyu syuda za noch', eta moneta — nasledstvo moikh predkov "
...ARTINYA...
"Aku supir nona Irina ! Namaku adalah Rian, aku sedang mencari koin yang terjatuh semalaman di sini, koin itu adalah warisan leluhur aku." Jawab Rian yang sedang berbohong.
"Vy ne mozhete pokinut' eto mesto, poka mister i missis ne pozvolyat vam, vy ponimayete ?"
...ARTINYA...
"Kamu tidak bisa meninggalkan tempat ini sebelum Tuan dan Nyonya mengijinkanmu, apa kamu mengerti ?" Tanya bodyguard itu.
...ARTINYA...
"Okey !" Jawab Rian.
Mr Arashavin dan Mrs Park Ae-Ri kemudian tiba di tempat kejadian di susul dengan beberapa orang pengawal mansion itu.
"Siapa anak muda itu dan apa problemnya ?" Tanya Mrs Arashavin kepada pengawal pribadinya yang sedang menodongkan pistol ke arah Rian.
"Nama anak muda ini adalah Rian dan katanya dia supir putri anda, alasan pemuda ini, dia mencari koin peninggalan leluhurnya yang terjatu semalam Tuan !" Jawab bodyguard itu.
"Dia adalah supir pribadi putri kita Pa....! Dan betul, nama anak muda itu adalah Rian, asal negaranya yaitu indonesia !" Ucap Mrs Park Ae-Ri.
"Turunkan senjatamu ! Dan kamu anak muda, ikut denganku sekarang juga." Ucap Mr Arashavin.
"Baik Tuan Besar !" Jawan Rian
Seorang gadis cantik berpakaian olaraga dan menggunakan sepatu sport berwarna merah sedang berlari kecil menuruni dari anak tangga di dalam mansion megah itu, dia melihat ayahnya berjalan masuk di ikuti oleh Rian.
"Kapan Ayah tiba ?" Tanya Irina.
"Satu jam yang lalu !" Jawab Mr Arashavin
"Mengapa supir pribadi aku mengikuti ayah ?" Tanya Irina.
__ADS_1
"Aku ingin menginterview dia ! Jawab Mr Arashavin.
"Jangan terlalu lama Ayah ! Aku ingin dia mengikuti dan mengawasi aku pada saat berolah raga.!" Ucap Irina sambil mengigit bibir bawahnya.
"Hanya tiga pertanyaan yang akan aku ajukan ke pada supir kamu, kamu mau berolaraga atau mau ke kuburan !" Jawab Mr Arashavin.
"Maksud Ayah ?" Tanya Irina.
"Kamu terlihat seperti hantu ! Coba kamu perhatikan dirimu di cermin.!" Jawab Mr Arashavin.
Irina kemudian kembali berlari kecil menaiki anak tangga, menuju ke kamarnya.
Mr Arashavin kemudian memalingkan wajahnya ke arah sosok pria tampan yang mengikutinya.
"Ikuti aku ! Kita berbicara di ruang kerjaku " Ucap Mr Arashavin.
"Di mengerti Tuan besar !" Jawab Rian.
Beberapa waktu kemudian, mereka tiba di ruang kerja, Mr Arashavin lalu duduk di kursi kebesaranya.
"Silahkan duduk anak muda !" Ucap Mr Arshavin.
"Terima kasih Tuan !" Jawab Rian.
"Pertanyaan yang pertama : Darimana kamu bisa tahu jika kami membutuhkan seorang supir ?" Tanya Mr Arashavin.
"Aku bertanya kepada pengawal yang menjaga gerbang utama mansion ini Tuan " Jawab Arya.
"Pertanyaan yang kedua : Mengapa harus di tempat ini kamu melamar pekerjaan, bukankah banyak tempat lain di negara ini yang membutuhkan tenaga kerja ?" Tanya Mr Arashavin.
"Kebetulan tempat tinggalku tidak terlalu jauh dari tempat ini, aku juga kekurangan uang dan aku tidak mempunyai kendaraan, aku sudah berusaha mencari pekerjaan di sekitar tempat tinggalku.Tetapi, tidak ada satupun yang membutuhkan karyawan, lalu aku tiba di tempat ini dengan berjalan kaki Tuan !" Jawab Rian.
"Pertanyaan terakhir : Apa kamu senang bekerja sebagai supir putriku yang cantik dan sexy ?"
"Aku sudah tidak betah menjadi supir Nona Irina dan aku berencana akan berhenti setelah aku mendapatkan gaji bulananku kemudian mencari pekerjaan baru !" Jawab Rian.
"Pertanyaan tambahan : Apa pendidikan terakhirmu ?" Tanya Mr Arashavin.
"Sarjana ekonomi. Tapi, aku belum mengambil ijasahku !" Jawab Rian.
"Kamu alumni tahun berapa dan di kampus mana ?" Tanya Mr Arashavin
Seorang wanita cantik yang sudah merapikan dirinya dan mengganti pakaianya sedang menguping pembicaraan kedua pria itu di lubang kunci pintu ruangan tersebut.
"Awas kau, supir brengsek !" Ucap Irina dalam hati yang begitu kesal.
"Aku lulusan tahun ini dari universitas Golden Light jurusan Tuan !" Jawab Rian.
"Apa benar yang kamu katakan ?" Tanya Mr Arashavin.
"Benar Tuan !" Jawab Rian.
Mr Arashavin kemudian mengambil Hp dari saku celananya lalu menghubungi seseorang.
"Halo ! Apa ada seorang alumni tahun ini bernama Rian jurusan ekonomi ?" Tanya Mr Arashavin.
"Itu benar dan dia adalah lulusan terbaik di kampus ini !" Jawab seorang pria dari balik telephone.
"Kirimkan berkas anak itu kepadaku, sekarang juga !" Ucap Mr Arashavin.
"Baik Mr Arashavin !" Jawab pria di balik telephone.
Pria yang masih terlihat begitu gagah dan keren itu selanjutnya memutuskan sambungan telephone.
__ADS_1
"Anak ini begitu mengejutkan aku, dari setiap pertanyaan jebakan yang aku tanyakan, dia mampu menjawabya dengan sangat luar biasa tapi yang lebih mengejutkan aku, anak ini lulusan terbaik di kampus terbesar di indonesia , anak ini punya potensi berbisnis di kalangan elite di masa depan !" Ucap Mr Arashavin dalam hati.
"Apakah pria ini adalah ayahku ! aku belum bisa membuat kesimpulan jika aku tidak mempunyai bukti yang kuat !" Ucap Rian dalam hati.