LOVE AND BUSINESS EMPIRE

LOVE AND BUSINESS EMPIRE
EPISODE 61 : Ruangan Rahasia Dan Peta Dunia


__ADS_3

Di sebuah apartemen di kota london, seorang pria tampan yang menggunakan baju dalam dan celana pendek sedang menuju ke perpustakaan, dia lalu mengarahkan tangan kananya ke sebuah buku, pada saat pemuda itu menyentuh buku itu, tiba-tiba saja lemari perpustakaan itu bergeser dan menampakkan sebuah ruangan.



Pemuda yang tak lain adalah Seven kemudian melangkahkan kakinya ke dalam ruangan itu lalu menuruni anak tangga yang terbuat dari besi. Setelah Seven berada di ujung bawah tangga itu, ia menuju ke sebuah meja untuk mengambil sarung tinju dan memasangnya di tangannya sambil menatap ke arah gambar peta dunia yang tertancap di layar proyektor.



Seven kemudian membalikkan tubuhnya ke arah samsak gantung lalu memukulnya terus-menerus dan menendangnya berulang-ulang kali hingga akhirnya ia berhenti karena sudah sangat kelelahan.


Seven kemudian menghirup udara hingga perutnya kempes sambil menahan nafas sejenak selanjutnya menghempaskan nafasnya.


Dia lalu berjalan ke arah meja sambil melepas sarung tinjunya. Setelah itu, dia mengambil pisau kecil yang berada di meja itu kemudian melemparkanya ke arah gambar peta dunia yang tertancap di layar proyektor dan tepat mengenai sebuah negara.


"Tepat sasaran."! Dia membentuk pistol dari jari-jarinya seperti sedang menembak.


"Tidak sia-sia aku berada di negara ini.!"


Seven kemudian mebalikkan tubuhnya sambil melangkahkan kakinya menuju ke tangga besi. Dia kemudian berjalan naik di atas tangga itu. Setelah dia tiba di atas, ia berjalan keluar dari ruangan rahasia miliknya sambil menutupnya dengan menyentuh buku yang sama seperti sebelumnya.


Di tempat lain, di kota yang sama dengan Seven. Seorang gadis berusia 18 tahun sedang berjalan di dalam kampus sambil membawa tugasnya dan juga tugas teman-temanya ke ruangan Pak David.

__ADS_1


"Tot... ! Tok... ! Tok... !"


"Ceklek.!" Bunyi gagang pintu menandakan pintu terbuka.


"Pak David ke mana yah... !" Ucap Resky dalam hati.


Dia lalu menaruh kumpulan tugas itu di atas meja kerja dosen pembimbingnya.


Resky kemudian melihat-lihat ruangan itu.


"Ruangan ini berantakan, aku rapikan saja.!"


Dia begitu bersemangat merapikan rak-rak buku. Kemudian memalingkan wajahnya ke arah lemari tua.



Dia kemudian melangkahkan kakinya ketempat tujuan berikutnya. Selanjutnya, gadis cantik itu menyusun berkas-berkas yang tidak teratur itu. Dia tidak sengaja membuka sebuah berkas tua, mau tidak mau ia membacanya. Pada saat gadis cantik itu membaca berkas tua itu, tiba-tiba saja sebuah foto tua yang sangat usang terjatuh ke lantai.


Resky kemudian mengambil foto usang yang tergeletak di lantai.


"Rupanya foto masa muda Pak David dan Istrinya yang sedang hamil.!" Dia menyelipkan foto itu ke dalam berkas usang yang ia baca sebelumnya.

__ADS_1


"Sepertinya aku mengenali wajah istri Pak David.!" Gumanya


Dia kemudian kembali mengambil foto yang sebelumnya di selipkan.


"Kok foto ini agak mirip dengan ibuku yah... !!" Gumamnya


Gadis itu sangat penasaran hingga mengamati foto tua itu dengan sangat teliti.


"85% persen, wanita hamil ini mirip dengan ibu, sebaiknya aku foto saja...!" Gumamnya


Dia kemudian mengambil Hpnya di dalam tas kecil miliknya.


"Jepret...!" Bunyi Kamera Hp milik Resky.


"Sebaiknya aku bergegas keluar dari ruangan ini.!" Gumamnya.


Gadis cantik itu lalu kembali menyelipkan foto tua itu ke dalam berkas usang kemudian mengembalikannya di tempat semula pada saat dia mengambilnya.


Gadis cantik itu lalu membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


"Ceklek.!" Bunyi gagang pintu menandakan pintu tertutup.

__ADS_1


Resky kemudian berjalan cepat sambil melihat-lihat setiap area kampus itu seperti sedang mencari sesuatu.


"Sebaiknya aku ke kantin kampus saja, mungkin di sana aku bisa dengan tenang mengamati foto yang aku saling sebelumnya.!"


__ADS_2